PT Indosat Tbk (ISAT) bersama anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, resmi melakukan transaksi divestasi saham pada PT Infra Fiber Teknologi dengan nilai mencapai Rp11,707 triliun pada 30 Juni 2026. Aksi korporasi ini mencakup penjualan 84,9% saham kepada PT Nusantara Fiber Teknologi serta transaksi inbreng sisa saham sebesar 15,1%. Penataan ulang portofolio ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperkuat struktur permodalan tanpa menghilangkan kepemilikan efektif perseroan secara keseluruhan.
Rincian Divestasi Saham ISAT
Transaksi divestasi saham ISAT ini melibatkan beberapa pihak dan struktur transaksi yang kompleks. Berdasarkan keterbukaan informasi, rincian dari aksi korporasi tersebut meliputi tiga bagian utama:
- Transaksi Jual Beli Saham: Perseroan dan Lintasarta menjual secara kumulatif 11.707.828 saham atau setara dengan 84,9% saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor di dalam PT Infra Fiber Teknologi kepada PT Nusantara Fiber Teknologi. Nilai nominal dari transaksi pengalihan saham ini disepakati sebesar Rp11.707.828.000.000.
- Transaksi Inbreng: Perseroan dan Lintasarta melakukan pemasukan modal berupa sisa saham kumulatif sejumlah 2.083.223 saham atau setara dengan 15,1% saham PT Infra Fiber Teknologi ke dalam PT Nusantara Fiber Teknologi. Sebagai imbalannya, perseroan menerima kepemilikan baru sebesar 49,1% saham (1.991.439 saham) dan Lintasarta menerima 0,8% saham (32.132 saham) yang diterbitkan oleh pihak pembeli.
- Perjanjian Pemegang Saham: Perseroan, Lintasarta, pembeli, dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya menandatangani perjanjian pemegang saham yang berlaku efektif secara hukum sejak penyelesaian transaksi. Setelah seluruh rangkaian transaksi selesai, perseroan secara langsung hanya menggenggam 1 saham di PT Infra Fiber Teknologi. Namun, melalui kepemilikan saham di PT Nusantara Fiber Teknologi, perseroan tetap mempertahankan kepemilikan efektif secara langsung maupun tidak langsung sebesar 49,68% pada anak usahanya tersebut.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Men menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal Lengkap
Rangkaian transaksi penutupan ini dilaksanakan berdasarkan penandatanganan sejumlah dokumen definitif di hadapan notaris. Berikut adalah lini masa dan jadwal lengkap terkait penyelesaian aksi korporasi tersebut:
| No | Jenis Dokumen / Peristiwa | Tanggal Pelaksanaan | Keterangan |
| 1 | Penandatanganan Perjanjian Investasi Awal | 23 Desember 2025 | Kesepakatan awal antara para pihak |
| 2 | Penandatanganan CSPA dan Perjanjian Pemegang Saham | 6 Mei 2026 | Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat |
| 3 | Penerbitan Laporan Penilaian Independen | 18 Juni 2026 | Penilaian oleh KJPP RSR terhadap objek transaksi |
| 4 | Penandatanganan Akta Pengambilalihan No. 97 | 30 Juni 2026 | Dokumen penutupan transaksi jual beli saham perseroan |
| 5 | Penandatanganan Akta Jual Beli Saham No. 98 | 30 Juni 2026 | Dokumen penutupan transaksi jual beli saham Lintasarta |
| 6 | Penandatanganan Akta Inbreng No. 101 | 30 Juni 2026 | Dokumen penutupan untuk pengalihan sisa 15,1% saham |
| 7 | Penerbitan Keterbukaan Informasi Resmi | 2 Juli 2026 | Pengumuman resmi kepada pemegang saham publik |
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Divestasi Saham ISAT
Dampak bagi Investor
Aksi korporasi ini tidak menimbulkan dilusi terhadap porsi kepemilikan saham para pemegang saham publik di dalam struktur modal PT Indosat Tbk. Struktur permodalan dan persentase saham investor lama pada level emiten induk tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan. Penerimaan dana segar senilai Rp11,707 triliun dari hasil penjualan saham ini secara langsung akan memperkuat posisi likuiditas kas emiten.
Investor perlu mencermati bahwa transaksi ini mengubah struktur kepemilikan aset perseroan dari yang semula menguasai mayoritas saham PT Infra Fiber Teknologi secara langsung menjadi kepemilikan tidak langsung. Pengalihan operasional jaringan serat optik ke entitas baru ini diharapkan mampu memangkas beban biaya modal dan meningkatkan efisiensi jangka panjang.
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) RSR per tanggal 7 Mei 2026, nilai pasar untuk 100% saham PT Infra Fiber Teknologi adalah sebesar Rp13.841.647.000.000. Penilaian independen tersebut menggunakan kombinasi dari pendekatan pendapatan (income approach) dan pendekatan aset (asset approach).
Sementara itu, laporan posisi keuangan interim PT Infra Fiber Teknologi menunjukkan total aset tercatat sebesar Rp5,153 triliun dengan total ekuitas senilai Rp5,153 triliun per periode berjalan 2026. Dengan nilai penjualan saham sebesar Rp11,707 triliun untuk 84,9% porsi saham, harga transaksi yang disepakati berada di atas nilai buku ekuitas objek transaksi. Transaksi ini secara formal dikategorikan sebagai transaksi material dan transaksi afiliasi karena melibatkan anak usaha terkendali perseroan.
FAQ
Apakah transaksi divestasi saham ISAT ini menyebabkan dilusi saham bagi investor publik? Tidak, transaksi pengalihan saham ini dilakukan pada level anak usaha (PT Infra Fiber Teknologi), sehingga jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan investor publik di PT Indosat Tbk tetap sama.
Berapa nilai total dari transaksi penjualan saham ini? Nilai total transaksi jual beli saham secara tunai yang disepakati oleh para pihak adalah sebesar Rp11.707.828.000.000.
Mengapa transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi? Transaksi diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi karena perseroan bersama anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, secara bersama-sama mengalihkan saham dan masuk ke dalam struktur kepemilikan baru pada pihak pembeli.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai transaksi pelepasan saham mencapai Rp11,707 triliun untuk mengalihkan 84,9% saham anak usaha.
- Perseroan mengamankan kepemilikan efektif tidak langsung sebesar 49,68% di PT Infra Fiber Teknologi pasca-transaksi.
- Penilaian independen menetapkan nilai pasar wajar dari 100% saham objek transaksi sebesar Rp13,84 triliun.
- Posisi kas dan likuiditas konsolidasian emiten akan meningkat secara signifikan dari hasil divestasi tunai.
Profil Singkat Perusahaan
PT Indosat Tbk merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terkemuka di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ISAT. Didirikan pada tanggal 10 November 1967, perseroan memiliki fokus kegiatan usaha utama di bidang penyelenggaraan jaringan telekomunikasi kabel, nirkabel, satelit, serta jasa teknologi informasi dan digital. Per tanggal 31 Mei 2026, mayoritas saham emiten dikendalikan oleh Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. dengan porsi kepemilikan sebesar 65,644%.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin