Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightDiversifikasi Bisnis, Citatah (CTTH) Gandeng Raksasa Thailand Bangun Pabrik Kapur di Sulawesi

Diversifikasi Bisnis, Citatah (CTTH) Gandeng Raksasa Thailand Bangun Pabrik Kapur di Sulawesi

Jakarta – PT Citatah Tbk (CTTH), emiten yang dikenal dengan bisnis marmer dan batu alam, mengambil langkah strategis untuk melakukan diversifikasi usaha ke sektor kapur. Tidak tanggung-tanggung, perseroan menggandeng salah satu produsen kapur dan kimia terkemuka di Asia, Chememan Public Company Limited (Chememan) dari Thailand.

Kemitraan strategis ini diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) pada anak usaha Citatah, yaitu PT Bukit Bunea. Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 6 Oktober 2025, Chememan akan menyuntikkan modal senilai USD 10,5 juta untuk mengakuisisi 60% saham di PT Bukit Bunea. Sementara itu, kepemilikan PT Citatah Tbk bersama Taufik Johannes akan menjadi 40% melalui mekanisme konversi utang pemegang saham.

Dana dari kemitraan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi kapur modern di Sulawesi, di atas lahan konsesi tambang kapur berkualitas tinggi seluas 48,8 hektar yang dimiliki oleh PT Bukit Bunea.

Manajemen memproyeksikan fasilitas produksi ini akan memiliki kapasitas awal sebesar 200.000 ton per tahun dan dapat ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton per tahun di masa mendatang.

Presiden Direktur Citatah, Taufik Johannes, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perusahaan untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru di luar bisnis marmer.

Dari sisi Chememan, CEO Adisak Lowjun melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat prospektif. “Indonesia merupakan pasar yang berkembang pesat bagi produk kapur, dengan impor tahunan mendekati 1.000.000 ton,” ujarnya. Kemitraan ini tidak hanya mendukung strategi ekspansi Chememan di Asia Pasifik, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat industri hilirisasi pertambangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi ini diperkirakan akan rampung pada kuartal kedua tahun 2026. Manajemen CTTH menegaskan bahwa kerja sama strategis ini bertujuan untuk mitigasi risiko, penciptaan nilai jangka panjang, serta mendukung pertumbuhan perusahaan tanpa memberikan dampak negatif terhadap kondisi operasional dan keuangan saat ini.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here