PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (18/12/2025) menanggapi permintaan penjelasan bursa terkait perkembangan perusahaan.
Dalam keterbukaan informasinya, manajemen FOLK memaparkan kondisi kinerja keuangan per Kuartal III-2025 serta menanggapi isu yang beredar di pasar.
Meskipun pendapatan FOLK terkoreksi tipis 6,52% menjadi Rp14,06 miliar per 30 September 2025, perseroan berhasil melakukan efisiensi besar-besaran. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan hingga turun 23,94%.
Hasilnya, profitabilitas perseroan justru membaik. Laba kotor tercatat naik 14,14% menjadi Rp7,85 miliar dengan Gross Margin yang melonjak dari 45,8% menjadi 55,9%.
Upaya efisiensi tersebut berdampak positif pada bottom line. FOLK berhasil memangkas rugi bersihnya sebesar 17,40%, dari sebelumnya Rp12,72 miliar menjadi Rp10,51 miliar. Manajemen menilai penurunan rugi operasional dan perbaikan margin ini sebagai indikator positif dari langkah perbaikan kinerja yang berkelanjutan.
Tanggapan Soal Rumor Pasar
Terkait pergerakan harga saham belakangan ini, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut murni mekanisme pasar (permintaan dan penawaran).
Manajemen juga menanggapi adanya pemberitaan atau rumor di media massa yang mengaitkan perseroan dengan “pihak tertentu”. FOLK menegaskan bahwa rumor tersebut bukan informasi resmi yang bersumber dari perusahaan dan tidak pernah diungkapkan dalam keterbukaan informasi sebelumnya.
Strategi dan Tantangan Ekonomi
Menghadapi sisa tahun 2025, FOLK mengakui adanya tantangan makroekonomi berupa tekanan daya beli masyarakat pada belanja non-esensial. Namun, perseroan melihat peluang dari stabilitas inflasi dan suku bunga yang berada di level 4,75%.
Strategi utama perseroan saat ini adalah fokus pada penguatan bisnis eksisting (media dan ritel), efisiensi operasional, serta sinergi antar anak usaha. Hingga saat ini, belum ada akuisisi atau investasi baru yang bersifat final.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!