Devaluasi Mata Uang 3 Alasan Mengapa Suatu Negara Melakukannya

Devaluasi Mata Uang

Devaluasi mata uang

Tindakan melakukan devaluasi mata uang oleh suatu negara bisa dikatakan suatu hal yang sah-sah saja karena merupakan salah satu strategi suatu negara agar lebih kompetitif dalam ekspor.

Apa hubungannya ya?? dan kenapa sejak perang dagang lagi trend saat ini tindakan devaluasi mata uang juga menjadi topik hangat yang diperbincangkan?. Ini dia artikel ala pintarsaham.id yang diambil dari berbagai referensi seperti investopedia.

Sejak mata uang dunia meninggalkan standar emas dan membiarkan nilai tukar mereka mengambang bebas satu sama lain, ada banyak peristiwa devaluasi mata uang yang telah dapat berdampak di seluruh dunia.

Jika dampaknya bisa begitu besar, mengapa suatu negara melakukan devaluasi mata uang mereka ?

Devaluasi Mata Uang
Devaluasi Mata Uang
  • Devaluasi mata uang melibatkan pengambilan langkah-langkah atau strategi untuk menurunkan daya beli mata uang negara itu
  • Suatu negara dapat melakukan strategi semacam ini untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan global dan mengurangi beban utang negara.
  • Devaluasi dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan yang dapat merugikan negara itu sendiri.

Devaluasi Mata Uang

Faktanya, nilai mata uang yang kuat tidak selalu dapat menjadikan perekenomian suatu negara kuat pula. Bila nilai mata uang lemah, maka akan membuat ekspor suatu negara lebih kompetitif di pasar global, dan secara bersamaan membuat impor lebih mahal.

Volume ekspor yang lebih tinggi mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara apabila barang impor mahal maka konsumen lebih memilih alternatif produk lokal dibandingkan produk impor.

Peningkatan dalam ketentuan perdagangan ini akan menyebabkan defisit neraca berjalan yang lebih rendah, lapangan kerja yang lebih tinggi, dan pertumbuhan PDB yang lebih cepat.

Kebijakan moneter stimulatif yang biasanya menghasilkan mata uang yang lemah juga memiliki dampak positif pada pasar modal dan akan meningkatkan konsumsi domestik Click To Tweet

Devaluasi Mata Uang
Design by freepik

“Perlu dicatat bahwa strategi untuk devaluasi mata uang tidak selalu berhasil, bahkan dapat menyebabkan perang mata uang antar negara”

……..

Devaluasi dapat menurunkan produktivitas, karena impor peralatan modal dan mesin mungkin menjadi terlalu mahal. Devaluasi juga secara signifikan mengurangi daya beli suatu negara di luar negeri.

Di bawah ini merupakan 3 alasan utama mengapa suatu negara melakukan devaluasi mata uang :

  • Untuk Meningkatkan Ekspor

Dalam pemasaran global, barang dari satu negara harus bersaing dengan barang dari negara lainnya. Misalnya, pembuat mobil di Amerika Serikat harus bersaing dengan pembuat mobil di Eropa dan Jepang.

Jika nilai euro melemah terhadap dolar, harga mobil-mobil yang dijual oleh pabrikan Eropa di Amerika Serikat akan secara efektif lebih murah daripada sebelumnya. Di sisi lain, mata uang yang lebih kuat membuat ekspor relatif lebih mahal untuk pembelian di pasar luar negeri.

Dengan kata lain, eksportir menjadi lebih kompetitif di pasar global dimana kegiatan ekspor diperbanyak sementara impor diperkecil.

Namun, ada konsekuensinya ketika permintaan barang ekspor suatu negara meningkat di seluruh dunia, harganya akan mulai naik, menormalkan efek awal devaluasi.

Kemudian, ketika negara -negara lain melihat efek ini, mereka insentif untuk melakukan devaluasi mata uang mereka sendiri dan menyebabkan perang mata uang, serta inflasi yang tidak terkendali.

  • Untuk Mengecilkan Defisit Dagang

Ekspor akan meningkat dan impor akan berkurang karena ekspor menjadi lebih murah dan impor lebih mahal. Hal ini menyebabkan peningkatan neraca pembayaran karena ekspor meningkat dan impor menurun.

Teori ekonomi, menyatakan bahwa defisit yang sedang berlangsung tidak berkelanjutan dalam jangka panjang dan dapat menyebabkan tingkat utang yang dapat melumpuhkan ekonomi.

Melakukan devaluasi dapat membantu memperbaiki neraca pembayaran dan mengurangi defisit ini.

Devaluasi Mata Uang
Design by rawpixel.com

Namun ada kelemahan dari strategi ini, salah satunya dapat meningkatkan beban utang pinjaman dalam mata uang asing ketika dinilai dalam mata uang nasional.

Hal ini adalah masalah besar bagi negara berkembang yang memiliki banyak hutang berdenominasi dolar dan euro, karena menyebabkan hutang luar negeri semacam ini menjadi lebih sulit untuk diatasi karena menurunnya nilai mata uang.

  • Untuk Mengurangi Beban Utang

Pemerintah suatu negara dapat membuat kebijakan jika negara tersebut sedang memiliki hutang negara yang banyak dengan melemahkan nilai mata uang. Hal ini dimaksudkan agar membuat pembayaran hutang secara efektif lebih murah dari waktu ke waktu.

Karena sebagian besar negara di dunia juga memiliki hutang, agar perang mata uang dapat dihindari. Stategi dapat gagal jika negara yang bersangkutan memegang sejumlah besar obligasi asing karena akan membuat pembayaran bunga tersebut relatif lebih mahal.

Kesimpulan

Devaluasi dapat digunakan oleh suatu negara untuk mencapai kebijakan ekonomi. Memiliki mata uang yang lebih lemah relatif terhadap negara-negara lain di dunia dapat membantu meningkatkan ekspor, mengecilkan defisit perdagangan, dan mengurangi biaya pembayaran bunga atas hutang negara yang belum dibayar.

Namun, ada beberapa efek negatif dari devaluasi, salah satunya menciptakan ketidakpastian di pasar global yang dapat menyebabkan pasar aset jatuh atau memacu resesi.

Melakukan devaluasi mata uang tidak selalu mendapatkan hasil yang diharapkan. Contoh nyatanya adalah mata uang negara Brasil yang jatuh sejak 2011, tetapi devaluasi mata uang tidak mampu mengimbangi masalah lain seperti jatuhnya harga minyak mentah dan komoditas, serta korupsi yang semakin meluas di negara tersebut. Akibatnya, ekonomi Brasil mengalami pertumbuhan yang lamban.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *