PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melanjutkan langkah strategisnya dalam menata portofolio bisnis. Emiten telekomunikasi pelat merah ini berencana melakukan pemisahan (spin-off) atas bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity senilai Rp 35,78 triliun ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).
Telkom akan memisahkan sebagian bisnis dan aset fiber optic-nya kepada TIF. Transaksi ini tidak melibatkan pembayaran tunai (non-cash basis). Sebagai kompensasinya, TIF akan menerbitkan saham baru yang seluruhnya akan diambil bagian oleh Telkom.
Setelah transaksi ini efektif, kepemilikan saham Telkom di TIF akan meningkat menjadi 99,9999997%. Artinya, kendali atas aset tersebut tetap berada sepenuhnya di tangan Telkom Group.
Manajemen Telkom menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk menciptakan nilai tambah (value creation). Secara industri, valuasi aset infrastruktur (seperti fiber optik) cenderung memiliki multiple atau pengali yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi tradisional.
Dengan memisahkan aset ini ke entitas tersendiri (TIF), Telkom berharap kinerja bisnis infrastruktur menjadi lebih transparan, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih kuat sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.
Bagi investor Telkom, aksi ini tidak mengubah posisi keuangan konsolidasian secara signifikan. Karena TIF adalah anak usaha yang dikonsolidasikan penuh, pemisahan aset dan liabilitas ini hanya bersifat perpindahan pencatatan internal dari induk ke anak usaha.
Namun, dalam jangka panjang, aksi ini berpotensi meningkatkan valuasi Telkom Group secara keseluruhan dan membuka peluang kemitraan strategis baru di level anak usaha.
Rencana transaksi ini tergolong Transaksi Material. Oleh karena itu, Telkom akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 12 Desember 2025.
Jika disetujui, penandatanganan Akta Pemisahan rencananya akan dilakukan pada 18 Desember 2025. Bagi pelanggan, Telkom memastikan tidak akan ada gangguan layanan selama proses transisi ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


