Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenDelta Giri Wacana (DGWG) Ekspansi Produksi Pestisida, Siap Jadi Produsen Bahan Aktif...

Delta Giri Wacana (DGWG) Ekspansi Produksi Pestisida, Siap Jadi Produsen Bahan Aktif Lokal

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), perusahaan agro supply nasional, resmi mengumumkan rencana perubahan kegiatan usaha yang strategis. Perusahaan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai distributor dan formulator pestisida kini bersiap naik kelas menjadi produsen bahan baku pestisida aktif, khususnya methomyl.

Langkah ini ditempuh setelah adanya pelarangan produksi methomyl di Tiongkok sejak 2023 karena alasan toksisitas tinggi. Pelarangan tersebut mengganggu rantai pasok bahan baku global, termasuk ke Indonesia. Namun di sisi lain, DGWG melihat peluang besar untuk mengisi kekosongan suplai dengan memproduksi methomyl secara mandiri di dalam negeri.

Bangun Pabrik Baru di Cikande

Sebagai tindak lanjut, DGWG telah membangun pabrik karbamat seluas 45.612 m² di kawasan industri Modern Cikande, Banten. Pabrik ini akan memproduksi berbagai jenis bahan aktif pestisida, termasuk methomyl, oxamyl, dan carbofuran. Produk-produk ini akan digunakan untuk kebutuhan internal maupun pasar domestik dan ekspor.

Produksi ini akan menambah lini usaha baru dalam KBLI 20211 (Industri Bahan Baku Pemberantas Hama), melengkapi usaha sebelumnya di bidang formulasi (KBLI 20212).

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Agrokimia

Transformasi ini akan memberikan tiga nilai strategis bagi Perseroan:

  1. Kemandirian bahan baku: Mengurangi ketergantungan pada impor.
  2. Diversifikasi vertikal: Beralih dari sekadar formulator menjadi produsen bahan aktif.
  3. Kontribusi pada ketahanan pangan: Menyediakan suplai pestisida yang stabil bagi sektor pertanian nasional.

Layak Secara Finansial dan Berpotensi Tinggi

Studi kelayakan yang dilakukan oleh KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan menyatakan bahwa proyek ini layak dijalankan. Proyeksi keuangan menunjukkan:

  • Net Present Value (NPV): Rp42,73 miliar (positif)
  • Internal Rate of Return (IRR): 15,14%
  • WACC: 11,61%

Dengan penjualan yang diperkirakan menembus Rp6,6 triliun pada 2029, laba bersih perusahaan diproyeksikan melonjak dari Rp187 miliar pada 2025 menjadi Rp660 miliar pada 2029.

Dampak dan Rencana Implementasi

Penambahan kegiatan usaha ini juga akan memengaruhi laporan keuangan perusahaan. Pos aset tetap akan meningkat sekitar Rp8,8 miliar, sementara pinjaman jangka pendek bertambah Rp28,5 miliar. Namun, rasio-rasio keuangan tetap berada di level aman, bahkan menunjukkan tren penguatan margin dan profitabilitas.

Peningkatan ini juga akan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, melalui pelatihan dan sertifikasi teknis sebelum pabrik resmi beroperasi.

Persetujuan RUPSLB

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap POJK No. 17/2020, DGWG akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Senin, 23 Juni 2025 di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Jakarta.

Kesimpulan

Dengan memproduksi methomyl sendiri, DGWG tidak hanya memperluas portofolio usahanya, tetapi juga mengambil posisi strategis dalam industri agrokimia nasional. Transformasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan langkah besar menuju kemandirian industri pestisida Indonesia. DGWG siap menjadi pemain utama yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan nasional.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here