ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Dari Mana Sumber Markup Asset Perusahaan?

Dari Mana Sumber Markup Asset  Perusahaan?

 

Di postingan sebelumnya, saya membahas konsep sederhana PBV. Jadi konsep PBV gagal total jika asset perusahaan ternyata bodong dan hasil markup. Kali ini saya akan membahas secara singkat sumber Markup Asset terbesar perusahaan publik.

Apakah itu?

Jawabannya adalah markup transaksi afiliasi dan berelasi.

Definisi transaksi afiliasi dan berelasi

Transaksi afiliasi adalah transaksi antara beberapa pihak yang memiliki:

  1. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
  2. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
  3. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama;
  4. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut
  5. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
  6. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Sedangkan transaksi berelasi adalah Suatu pengalihan sumber daya, jasa atau kewajiban antara entitas pelapor dengan pihak berelasi, terlepas apakah ada harga yang dibebankan. di entitas pelapor atau di induk.

Contoh Kasus

AISA zaman old adalah salah satu contoh perusahaan yang banyak melakukan transaksi afiliasi.

Dalam laporan Hasil Investigasi Berbasis Fakta PT Ernst & Young Indonesia (EY) kepada manajemen baru AISA tertanggal 12 Maret 2019, dugaan penggelembungan ditengarai terjadi pada akun piutang usaha, persediaan, dan aset tetap Grup AISA. Dan nilainya mencapai 4 Triliun rupiah.

Di 2015 total Asset AISA menurut Laporan Keuangannya adalah 9 Triliun rupiah. Jadi jika 4 Triliun di markup, maka itu artinya real asset sisa 5 Triliun, jika dikurangi liabilitas maka harusnya book value AISA minus di 2015. Tapi berhubung di 2015 belum ketahuan kalau asset AISA isinya bodong semua, maka semua orang tetap percaya dan semua orang tetap beli sahamnya.

Dari laporan analisis forensik EY, ditemukan aliran dana Rp 1,78 triliun melalui berbagai skema dari Grup AISA kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama.

Beberapa di antaranya melalui pencairan pinjaman Grup AISA dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening bank, dan pembiayaan beban pihak terafiliasi oleh Grup AISA.

Dan yang paling canggih adalah manajemen lama AISA melakukan pelangaran dengan mencatatkan enam perusahaan afiliasi menjadi pihak ketiga.

Bos AISA yang lama memerintahkan anak buahnya agar melakukan markup angka piutang enam perusahaan.

Di 2016, PSP lama AISA menjual saham GOLL ke JOM yang sebenernya juga dikendalikan oleh PSP lama. Jadi pindah dari kantong kanan ke kantong kiri. Dan itu pun sudah di markup.

Dan aksi goreng LK tersebut sudah dilakukan sejak 2012. Dampak dari aksi mempercantik laporan keuangan membuat fundamental keuangan AISA kala itu menjadi tampak baik. Hal ini mendorong para investor di pasar modal membeli saham AISA.

Pelajaran Yang Bisa Diambil

1. Jangan hanya melihat rasio PBV saja. Karena rasio PBV hanya akan berguna jika aset perusahaan memang berkualitas tinggi.

2. Selalu cek transaksi afiliasi dan berelasi perusahaan. Pastikan tidak ada yang mencurigakan dan Markup.

3. Selalu cek berapa piutang macet perusahaan. Dari pihak berelasi berapa dan dari pihak ketiga berapa. Sebaiknya piutang macet jangan lebih dari 20% dari total Asset perusahaan. Dan tidak ada Markup piutang.

4. Kalau ada transaksi pihak ketiga yang nilainya >10% total Asset atau total pendapatan maka pastikan transaksi pihak ketiga tersebut bukan pihak ketiga jadi – jadian.

Semoga bermanfaat.

Kalau pusing dengan semua analisis Laporan Keuangan, langsung saja beli reksadana ETF atau reksadana pasar uang atau obligasi. Itu lebih aman. Atau sekalian langganan Bloomberg Terminal yang fee nya 20.000 dollars per tahun. Atau simply langganan ebook Analisa Tim Pintarsaham.id di sini

Kalau suka dengan yang beresiko tinggi, sekalian saja langsung masuk kripto, YPC YOLO YOLO. Tapi always remember, Jangan all in di kripto. Sebagai permulaan maksimal 5% dari total portofolio saja. Jangan lebih dari itu. Kecuali memang sudah jago dan paham dan siap ambil risiko duit hilang 100% maka go ahead. Mau daftar kripto bisa pakai link ini. 

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Atau dengan mendaftar menjadi Nasabah Mirae dengan mengisi form ini.
Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.
Untuk Insights Saham bisa ke sini.
Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.
Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.
Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply