Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightChandra Asri Cabut Status Force Majeure, Perkuat Keandalan Pasokan Industri Nasional

Chandra Asri Cabut Status Force Majeure, Perkuat Keandalan Pasokan Industri Nasional

Jakarta, 5 Mei 2026 – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri) mengumumkan berakhirnya status Force Majeure yang sebelumnya diberlakukan terkait pasokan polymer dan monomer. Dengan kondisi operasional yang bertahap semakin stabil, Perseroan terus memperkuat kapasitas produksi dan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.

Keputusan ini diambil setelah Perseroan berhasil menjalankan berbagai langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global. Chandra Asri secara proaktif mengamankan sumber bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional dan mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura.

Perseroan juga memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat untuk memastikan kebutuhan pelanggan domestik tetap terpenuhi. Langkah tersebut ditempuh meskipun menghadapi tantangan logistik dan biaya pengadaan yang lebih tinggi.

Pengiriman dari Amerika Serikat memerlukan waktu sekitar 50-70 hari, lebih panjang dibandingkan pasokan dari Kawasan Timur Tengah yang umumnya berkisar 15-20 hari. Selain itu, naphta dari Amerika Serikat juga berada pada kisaran USD150-200 per metric ton lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Timur Tengah.

Upaya ini ditempuh karena Perseroan memprioritaskan kebutuhan domestik di kondisi global saat ini. Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant Perseroan.

Kebijakan ini mendukung optimalisasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang merupakan bahan baku utama bagi berbagai sektor strategis. Sektor tersebut mencakup kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan, dan barang konsumsi.

Chandra Asri juga memperkuat kesinambungan pasokan melalui dukungan pasokan monomer dan ethylene dari fasilitas grup di Singapura. Sinergi ini mencerminkan keunggulan model bisnis terintegrasi Perseroan dalam menjaga ketahanan rantai pasok.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menyampaikan bahwa berakhirnya status Force Majeure menandai langkah penting bagi sektor industri nasional. “Sebagai Mitra Pertumbuhan industri Indonesia, prioritas kami adalah memastikan industri domestik tetap memperoleh bahan baku yang dibutuhkan,” ujar Suryandi.

Chandra Asri menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, mitra usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan selama periode penuh tantangan ini. Perseroan akan terus mengedepankan kolaborasi dan pelayanan terbaik demi mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.


Gabung Sekarang


Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here