PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) kembali meramaikan pasar surat utang domestik menjelang tutup tahun. Emiten perkebunan ini resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dengan target penghimpunan dana sebanyak-banyaknya Rp210 miliar.
Bagi Anda para investor yang berminat, surat utang ini ditawarkan dengan jaminan kesanggupan penuh (full commitment) senilai Rp171,91 miliar yang terbagi menjadi dua seri menarik.
Pilihan Seri Obligasi
Perseroan menawarkan dua opsi tenor bagi pemegang obligasi. Pertama, Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp46,91 miliar. Seri ini menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dengan jangka waktu pendek, yakni 370 hari kalender sejak Tanggal Emisi.
Kedua, Seri B dengan jumlah pokok yang lebih besar, yakni Rp125,005 miliar. Seri ini memberikan imbal hasil lebih tinggi dengan bunga tetap sebesar 11,00% per tahun untuk jangka waktu 3 tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan (kuartalan), dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 6 April 2026. Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan, yakni sekitar Rp38,08 miliar, akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Jadwal Penawaran
Investor yang ingin memburu obligasi ini perlu mencatat tanggal-tanggal penting berikut. Masa penawaran umum akan berlangsung mulai tanggal 22 hingga 30 Desember 2025.
Selanjutnya, tanggal penjatahan dijadwalkan pada 2 Januari 2026, diikuti dengan distribusi obligasi secara elektronik pada 6 Januari 2026. Surat utang ini rencananya akan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Januari 2026.
Penggunaan Dana: Bayar Utang dan Modal Kerja
Manajemen BWPT merincikan bahwa dana segar dari hasil penerbitan obligasi ini mayoritas akan digunakan untuk refinancing. Sekitar Rp180 miliar akan dialokasikan sebagai setoran modal kepada entitas anak, yang selanjutnya akan digunakan entitas anak tersebut untuk melunasi seluruh pokok utang bank.
Sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk untuk pembelian persediaan Tandan Buah Segar (TBS) dan minyak kelapa sawit, biaya pemeliharaan tanaman, bahan bakar, serta biaya operasional lainnya (overhead).
Peringkat dan Risiko
Dalam rangka penerbitan ini, BWPT telah mengantongi peringkat idA- (Single A Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko bisnis. Risiko utama yang dihadapi Perseroan adalah fluktuasi harga komoditas minyak kelapa sawit (CPO) global yang dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan pasar, serta harga minyak nabati substitusi. Selain itu, obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus (agunan) berupa benda atau aset tertentu, melainkan dijamin dengan seluruh kekayaan Perseroan secara pari passu.
Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi dalam aksi korporasi ini adalah PT BNI Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!