Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBSDE Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I – 2026

BSDE Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I – 2026

Tangerang, 30 Juni 2026 – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: “BSDE”) anggota kelompok usaha Sinar Mas Land, membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp2,37 triliun pada Kuartal I – 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial, serta pendapatan berulang (recurring revenue) yang menunjukkan tren positif.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, BSDE juga mencatat Laba Kotor sebesar Rp1,58 triliun dengan marjin laba kotor meningkat menjadi 67%, dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun sebelumnya. BSDE juga berhasil meningkatkan marjin laba usaha menjadi 24% dari tahun sebelumnya 22%, mencerminkan keberhasilan dalam menjaga efisiensi operasional melalui pengendalian biaya umum dan administrasi.

Hermawan Wijaya selaku Direktur BSDE mengatakan bahwa kinerja awal tahun menunjukkan fundamental bisnis yang tetap solid dengan komposisi pendapatan yang semakin seimbang.

“Kuartal I – 2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan. Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE”, ujar Hermawan.

Kontribusi terbesar Pendapatan Usaha masih berasal dari pendapatan penjualan (development revenue) yang mencapai sekitar 80% dari total Pendapatan Usaha, sementara 20% lainnya berasal dari pendapatan berulang (recurring revenue) yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial meningkat 14% secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp650 miliar. Pencapaian ini berasal dari pengakuan penjualan ruko seperti West Village, Delrey Business Townhouse dan Cascade Studio Loft di BSD City.

Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring revenue) tumbuh 20% (yoy) menjadi Rp481 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp402 miliar. Ini didukung oleh peningkatan pendapatan sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi serta jalan tol.

Pendapatan sewa sendiri meningkat 22% menjadi Rp283 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp233 miliar. Pertumbuhan berasal dari penyewaan ruang kantor maupun pusat perbelanjaan. BSDE saat ini mengelola area perkantoran di bilangan Thamrin dan Sudirman termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City, serta mengelola area ritel di DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, serta The Breeze dan Q-Biq di BSD City

Fundamental Keuangan Tetap Kokoh

Sepanjang Kuartal I – 2026, Jumlah Aset meningkat menjadi Rp80,13 triliun, naik sekitar 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp79,27 triliun, dengan posisi Kas dan setara kas mencapai Rp9,76 triliun. BSDE juga mencatat Persediaan sebesar Rp18,67 triliun, serta didukung oleh land bank yang tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Struktur permodalan juga tetap berada pada level yang sehat dengan Gross Debt-to-Equity sebesar 33% dan Net Debt-to-Equity Ratio (DER) sebesar 11,7%, memberikan ruang yang memadai bagi BSDE untuk mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.

Selain itu, BSDE mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp1,84 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk akuisisi lahan senilai Rp1,45 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat pipeline pengembangan proyek-proyek masa depan.

Optimistis Menjaga Pertumbuhan Berkelanjutan

BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional yang didukung oleh kebutuhan hunian yang masih tinggi, pertumbuhan kawasan terpadu, serta kontribusi pendapatan berulang yang semakin kuat.

“Kami percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan. Ke depan, BSDE akan terus mengedepankan inovasi, efisiensi operasional dan pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan, investor, serta seluruh pemangku kepentingan”, tutup Hermawan.

Sekilas mengenai PT Bumi Serpong Damai Tbk

BSDE merupakan pengembang BSD City, kota mandiri terbesar di Indonesia dan flagship project Sinar Mas Land seluas 5.950 ha yang terdiri atas kawasan perumahan dan kawasan niaga terpadu. BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan dan PT Sinar Mas Wisesa pada tahun 2011. Teranyar, BSDE juga telah merampungkan proses akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk di tahun 2024. Dengan langkah strategis ini, BSDE berupaya memperluas diversifikasi portofolionya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang properti terdepan di Indonesia.

Dengan aksi korporasi tersebut, BSDE secara konsisten dan berkesinambungan memperkuat portofolio pendapatannya dengan tumbuh secara organik maupun anorganik. Selain aktif dalam melakukan akuisisi tanah sebagai backbone perusahaan properti, BSDE juga membuka peluang berkolaborasi dengan berbagai kemitraan strategis baik mitra nasional maupun internasional yang dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Ke depannya, BSDE juga akan aktif dalam memperkuat cadangan kas BSDE untuk mengembangkan dan meraih peluang-peluang bisnis yang potensial guna menjamin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang. BSDE telah mengembangkan visi keberlanjutannya sejak tahun 2017 dan dalam perjalanannya menjadi elemen integral bagi setiap operasional bisnis. Saat ini, BSDE tercatat sebagai salah satu emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp13,34 triliun per 31 Mei 2026 serta nilai ES

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here