Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeUncategorizedBMAS: Kinerja Keuangan Bank Maspion (BMAS) Tahun 2025

BMAS: Kinerja Keuangan Bank Maspion (BMAS) Tahun 2025

Pada tahun 2025, Bank Maspion mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp22,42 triliun, mengalami kenaikan 0,50% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp22,31 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit yang positif.
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp17,02 triliun, naik 6,55% dari akhir tahun 2024 (Rp15,97 triliun), menunjukkan ekspansi yang stabil dalam penyaluran pinjaman.
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp1,81 triliun, turun 39,90% dari akhir 2024 (Rp3,02 triliun).
  • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp99,94 miliar, turun 53,83%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp15,91 triliun, naik 0,46% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp15,84 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp11,85 triliun, turun 10,57% dari akhir 2024 (Rp13,25 triliun), menandakan penurunan penghimpunan dana kelolaan.
  • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp1,82 triliun, turun 22,54%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat Rp6,50 triliun, naik 0,59% dari 31 Desember 2024 (Rp6,46 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih yang berhasil dicetak pada tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi 

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
Selama tahun 2025, NII mencapai Rp676,52 miliar, turun 5,04% YoY dibandingkan Rp712,46 miliar pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh peningkatan beban operasional bunga secara proporsional dalam menghimpun dana.

Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp75,67 miliar, naik 28,56% YoY.

Beban Operasional
Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp707,35 miliar, turun 35,01% YoY, terutama dipengaruhi oleh efisiensi yang sangat baik pada beban umum dan administrasi serta penurunan beban pencadangan.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai tercatat Rp139,42 miliar, mencerminkan pemulihan dan penyesuaian antisipasi risiko kredit yang membaik dibandingkan tahun lalu.

Laba Bersih
Laba bersih periode berjalan mencapai Rp31,82 miliar, naik 112,87% YoY dan berhasil membalikkan kerugian bersih sebesar Rp247,21 miliar pada tahun sebelumnya.

Earnings per Share (EPS)
EPS dasar tercatat Rp1,76, naik YoY dari posisi minus Rp13,66.


Rasio Keuangan Utama

Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): 3,17%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,14%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 0,49%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 97,13%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).

Kualitas Aset

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,26%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
  • Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,37%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Likuiditas

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 146,36%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Catatan: Rasio ini mengindikasikan tingkat likuiditas yang ketat, di mana ekspansi penyaluran pinjaman juga ditopang oleh fasilitas pendanaan di luar DPK).

Permodalan

  • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 45,76%, menunjukkan kecukupan modal bank yang amat tangguh untuk menyerap potensi kerugian.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp500 per 2 Mar 2026, PER (annualized) tercatat 284,09x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp359,17, PBV berada di level 1,39x.

Kesimpulan
Kinerja keuangan Bank Maspion selama tahun 2025 menunjukkan pemulihan profitabilitas yang solid melalui keberhasilan mencetak laba bersih, didorong oleh efisiensi yang ketat pada beban operasional. Pertumbuhan NII yang sedikit melambat menjadi indikator utama untuk dievaluasi, sementara kualitas kredit berada di batas wajar. Tingkat permodalan (CAR) tercatat sangat kuat pada level 45,76%, namun posisi LDR menuntut manajemen likuiditas yang lebih cermat ke depannya.

Dari sisi valuasi, saham BMAS saat ini diperdagangkan pada PER 284,09x dan PBV 1,39x yang relatif premium. Investor perlu mempertimbangkan kemampuan bank mempertahankan pertumbuhan kredit, strategi menekan biaya dana, efisiensi operasional, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments