Saya baru sadar kalau ternyata banyak banget saham kapal di IHSG. Dan setelah lihat angka-angkanya, ini bukan sekadar banyak, tapi polanya juga jelas sekali. Mayoritas bukan hidup dari ekonomi domestik yang aman-aman saja, melainkan dari arus komoditas yang bisa berubah cepat.
Begitu batubara dan energi primer lancar, mereka kelihatan seperti mesin uang. Begitu demand melemah atau rute terganggu, angka langsung berbalik arah tanpa kompromi.
Kalau dipetakan dari barang yang diangkut, benang merahnya ada dua kutub besar. Kutub pertama batubara dan bulk mining, mulai dari tug and barge klasik sampai transshipment.
Kutub kedua energi dan offshore, mulai dari minyak mentah, produk minyak, LNG, sampai kapal penunjang migas lepas pantai. Di luar itu ada satu pemain logistik kontainer yang skalanya jauh lebih besar dan lebih menyebar, yaitu SMDR, sehingga ritmenya tidak sekaku tugboat batubara.
Dari sisi skala pendapatan, gap-nya lebar. Di kelompok saham kapal yang berbasis USD, $SMDR jadi raksasa dengan freight income USD 372,95 Juta, time charter USD 58,28 Juta, dan jasa pelabuhan serta logistik USD 125,62 Juta.
Setelah itu baru muncul nama-nama tanker dan gas seperti SHIP dengan sewa kapal USD 127,91 Juta, lalu $BULL tanker minyak, FPSO, FSO USD 103,43 Juta, dan SOCI charter USD 92,25 Juta. Di jalur batubara bulk, $TPMA total layanan utama USD 68,15 Juta tug and barge dan USD 15,13 Juta floating crane, sementara PSSI lebih tersebar ke FLF dan mother vessel.
Di kelompok perusahaan kapal berbasis Rupiah, yang paling besar yang revenue-nya adalah TCPI dengan pendapatan transportasi laut Rp1,42 Triliun. Di bawahnya PSAT total Rp792,53 Miliar dengan segmen pelayaran Rp602,09 Miliar, lalu MBSS Rp663,19 Miliar yang nyaris semuanya tug and barge Rp662,64 Miliar.
Ini menunjukkan satu hal sederhana. Yang menang besar di Rupiah adalah yang volume angkutnya tinggi dan layanan intinya tidak banyak cabang, tapi konsekuensinya konsentrasi risiko juga tinggi.
Bagian yang menarik adalah perbedaan struktur layanan. MBSS sangat murni tug and barge, TPMA masih dominan tug and barge tapi punya floating crane yang cukup berarti, sedangkan PSSI paling berbeda karena porsi besar datang dari FLF USD 18,55 Juta dan mother vessel USD 16,07 Juta, bukan hanya tug and barge USD 9,70 Juta.
Jadi walau sama-sama kapal, sumber uangnya beda. Investor yang mengira semuanya sama karena sama-sama kapal biasanya akan kaget saat membaca komposisi pendapatan, karena komposisi itu yang menentukan ketahanan saat siklus komoditas berubah.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!