Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamBenarkah Ikut Arus AK dan BK Pasti Untung? Riset Ini Menjawabnya!

Benarkah Ikut Arus AK dan BK Pasti Untung? Riset Ini Menjawabnya!

Strategi mengikuti Net Buy asing atau broker sering digunakan investor dengan asumsi bahwa jika ada akumulasi pembelian besar, harga saham akan naik.

Kami melakukan riset data selama dua bulan, yaitu November hingga Desember 2025, untuk melihat kinerja sebenarnya dari strategi mengikuti “Top Net Buy Lot” mingguan ini. Kami mencatat saham-saham yang paling banyak dibeli dan melihat pergerakan harganya di minggu berikutnya khususnya pada saham yang dibeli oleh broker AK dan BK.

1. Hasil Mingguan Tidak Selalu Positif (Volatil)

Strategi ini tidak memberikan keuntungan yang konsisten setiap minggunya. Hasilnya sangat bervariasi tergantung kondisi pasar.

Ada minggu di mana strategi ini mencatat keuntungan besar, seperti pada Week 4 November (awal Desember). Pada periode ini, kategori saham “Top 5” mencatat kenaikan rata-rata hingga 23,99%.

Berikut data saham yang di beli oleh broker AK dan BK pada minggu ke 4 November 2025:

Sumber: Tim Riset Pintar Saham

Berikut data hasil pembelian saham Top 3,5 dan 10 Akumulasi dengan asumsi beli di hari senin Week 1 Desember:

Sumber: Tim Riset Pintar Saham

Namun, ada juga minggu di mana strategi ini mengalami kerugian. Contohnya pada Week 2 Desember (pertengahan Desember), kategori “Top 3” mengalami rata-rata penurunan sebesar -7,71%.

Top 20 Net Buy Lot Week 2 Desember 2025 (8 – 12 Des 2025)

Sumber: Tim Riset Pintar Saham

Average Profit/Loss Week 2 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 3 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 3 Desember 2025.

Sumber: Tim Riset Pintar Saham

2. Kategori “Top 3” dan “Top 5” Memberikan Imbal Hasil Lebih Tinggi

Kami membandingkan kinerja antara memilih 3 saham teratas (Top 3), 5 teratas (Top 5), dan 10 teratas (Top 10).

Berikut merupakan data dari Hasil Average Profit/Loss
Average Profit/Loss Week 1 November 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 2 November 2025 dan hold hingga hari Jumat week 2 November 2025.

Average Profit/Loss Week 2 November 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 3 November 2025 dan hold hingga hari Jumat week 3 November 2025.

Average Profit/Loss Week 3 November 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 4 November 2025 dan hold hingga hari Jumat week 4 November 2025

Average Profit/Loss Week 4 November 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 1 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 1 Desember 2025

Average Profit/Loss Week 1 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 2 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 2 Desember 2025.

Average Profit/Loss Week 2 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 3 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 3 Desember 2025.

Average Profit/Loss Week 3 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 4 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 4 Desember 2025

Average Profit/Loss Week 4 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 5 Desember 2025 dan hold hingga hari Jumat week 5 Desember 2025

Average Profit/Loss Week 5 Desember 2025

Dengan asumsi beli di hari senin week 1 Januari 2026 dan hold hingga hari Jumat week 1 Januari 2026

Hasilnya, fokus pada jumlah saham yang lebih sedikit (Top 3 atau Top 5) cenderung memberikan persentase keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan jika dibagi rata ke 10 saham (Top 10).

Sebagai contoh data pada Week 4 November:

  • Top 5 memberikan keuntungan 23,99%.
  • Top 10 memberikan keuntungan 12,91%.

Namun, perlu dicatat bahwa risiko penurunannya juga bisa lebih tajam jika tren pasar sedang turun.


3. Keuntungan Cenderung Menurun Menjelang Akhir Minggu

Data menunjukkan pola bahwa keuntungan tertinggi sering kali dicapai pada pertengahan minggu (Rabu atau Kamis) dan berkurang saat penutupan pasar di hari Jumat.

Contoh nyata terjadi pada Week 1 Desember:

  • Keuntungan Top 3 mencapai angka tertinggi 8,07% pada hari Senin.
  • Angka tersebut terus turun hingga menjadi 4,37% pada hari Kamis.

Strategi menahan posisi (hold) hingga hari Jumat sering kali justru mengurangi keuntungan yang sudah didapat.


4. Data Akumulasi Tidak Menjamin Kenaikan Saat Pasar Koreksi

Terdapat periode anomali pada minggu kedua dan ketiga bulan Desember. Meskipun data menunjukkan adanya akumulasi beli (Net Buy) pada minggu sebelumnya, harga saham justru turun pada minggu berikutnya (tanggal 15-19 Desember).

Pada periode tersebut, rata-rata portofolio Top 10 mengalami kerugian antara -4% hingga -6% sepanjang minggu. Hal ini menunjukkan bahwa data akumulasi lot saja tidak cukup kuat melawan sentimen pasar yang sedang turun secara luas.


Kesimpulan

Berdasarkan data di atas, strategi mengikuti Net Buy Lot memiliki potensi keuntungan tinggi terutama pada saham-saham lapis kedua dan ketiga. Namun, strategi ini memerlukan kedisiplinan untuk merealisasikan keuntungan (take profit) sebelum akhir minggu dan kewaspadaan terhadap tren pasar secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Untuk akses data yang lebih lengkap terkait riset diatas klik link dibawah ini

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here