Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsight$BBNI Punya Kredit Growth Lebih Tinggi dari $BBCA dan $NISP Tapi Risiko Kredit nya Juga Jauh Lebih...

$BBNI Punya Kredit Growth Lebih Tinggi dari $BBCA dan $NISP Tapi Risiko Kredit nya Juga Jauh Lebih Lebar

Kredit itu gampang dibuat tumbuh, yang susah itu menjaga kredit tetap sehat sambil tetap untung. Full year 2025 dari BBCA, BBNI, dan NISP memperlihatkan satu hal yang sering dilupakan investor. Pertarungan sesungguhnya bukan cuma di angka pertumbuhan kredit, tapi di seberapa besar risiko yang harus ditutup lewat CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai), seberapa tebal NPL (Non Performing Loan), dan seberapa lama warisan restrukturisasi ikut menahan laju.

Bank bisa terlihat agresif, tapi kalau biaya risiko ikut membengkak, laba bisa tertahan. Bank bisa terlihat lebih tenang, tapi kualitas portofolio membuat ruang napas jauh lebih lega. Jadi membaca data 2025 itu lebih tepat sebagai ujian kualitas kredit, bukan sekadar lomba ekspansi.

Dari sisi total kredit, BBCA mencatat 970,2 T dengan pertumbuhan yoy (year on year) 7,65%. BBNI mencatat 899,5 T dengan pertumbuhan yoy 15,94%. NISP mencatat 173,4 T dengan pertumbuhan yoy 1,7%.

Arah ini menggambarkan tempo yang berbeda. BBNI mendorong pertumbuhan kredit lebih cepat, BBCA bertumbuh lebih moderat, NISP cenderung menahan pedal. Perbedaan tempo seperti ini biasanya akan memantul ke dua tempat, kualitas debitur dan kebutuhan pencadangan.

Kualitas kredit di 2025 terlihat dari NPL bruto dan NPL neto. BBCA mencatat NPL bruto 1,71% dan NPL neto 0,67% dengan nominal kredit bermasalah 15,97 T. BBNI mencatat NPL bruto 1,93% dan NPL neto 0,70% dengan nominal 17,37 T.

NISP mencatat NPL bruto 1,94% dan NPL neto 0,76% dengan nominal 3,32 T. Secara rasio, BBCA lebih rendah, BBNI dan NISP lebih tinggi tipis. Secara nominal, BBCA dan BBNI berdekatan, lalu NISP jauh lebih kecil karena basis kreditnya juga berbeda.

Restrukturisasi memberi konteks tambahan tentang beban sisa risiko. BBCA mencatat kredit restrukturisasi 25,85 T, turun dari 28,79 T. BBNI 62,0 T, turun dari 66,76 T. NISP 3,76 T, turun dari 4,15 T.

Kalau dibuat rasio terhadap total kredit, gambarnya makin kebaca. BBCA sekitar 2,66%, BBNI sekitar 6,89%, NISP sekitar 2,17%. Jadi beban restrukturisasi relatif lebih tebal di BBNI, sementara BBCA dan NISP lebih ringan.

Lalu masuk ke CKPN, karena di sinilah bank menunjukkan seberapa konservatif mereka menutup risiko. CKPN kredit BBCA 29,75 T dan turun dari 32,62 T. BBNI 35,86 T. NISP 7,50 T. Kalau CKPN dibanding total kredit, BBCA sekitar 3,07%, BBNI sekitar 3,99%, NISP sekitar 4,33%.

Kalau investor ingin indikator cepat ketahanan pencadangan, CKPN dibanding nominal NPL memberi gambaran coverage. BBCA sekitar 186,3%, BBNI sekitar 206,4%, NISP sekitar 225,9%. Semuanya tebal, tapi level ketebalannya beda, dan itu biasanya terkait filosofi risiko, komposisi portofolio, dan kehati-hatian manajemen.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here