Emiten yang selama ini bergerak di perdagangan besi tua atau scrap metal, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS), berencana melakukan ekspansi bisnis besar-besaran. Perseroan akan merambah sektor distribusi makanan dan minuman (FMCG) guna menangkap peluang dari program ketahanan pangan pemerintah.
Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuannya kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Senin, 1 Desember 2025 mendatang.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicermati investor terkait manuver bisnis OPMS:
1. Alasan Ekspansi: Besi Tua Melambat, Pangan Lebih Menjanjikan
Manajemen OPMS menilai industri besi dan logam saat ini menunjukkan tren penurunan (sunset industry) akibat permintaan domestik yang lesu. Sebaliknya, sektor makanan dan minuman dinilai lebih stabil dan prospektif.
Langkah ini juga diambil untuk mendukung agenda strategis pemerintah baru, yakni ketahanan pangan dan program “Makan Bergizi Gratis”. OPMS membidik distribusi komoditas pokok seperti beras, daging, telur, susu, buah-buahan, hingga minyak nabati.
2. Fokus Wilayah dan Infrastruktur
Meski menambah bisnis baru, OPMS tidak memulai dari nol. Perseroan akan memanfaatkan gudang seluas 1.150 m² yang berlokasi strategis di Jalan Suramadu, Madura.
Wilayah Madura dan Jawa Timur menjadi fokus utama distribusi karena dinilai masih memiliki peluang pasar yang terbuka lebar. Perseroan memastikan bisnis besi tua yang ada saat ini tetap berjalan beriringan dengan bisnis baru tersebut.
3. Modal Cekak, Potensi Cuan Jumbo
Untuk merealisasikan rencana ini, OPMS menyiapkan investasi sebesar Rp3 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan.
Berdasarkan studi kelayakan, proyeksi bisnis ini dinilai sangat menggiurkan dengan rincian:
- Internal Rate of Return (IRR): 69% (Jauh di atas tingkat diskonto).
- Net Present Value (NPV): Positif sebesar Rp43 miliar.
- Balik Modal (Payback Period): Diperkirakan hanya dalam waktu 2 tahun 10 bulan.
4. Proyeksi Kinerja Keuangan
Manajemen memproyeksikan pendapatan dari segmen baru ini akan tumbuh dari Rp15 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp39 miliar pada tahun 2030. Kendati di tahun awal masih diproyeksikan merugi, OPMS optimistis akan mulai mencetak laba bersih dari bisnis ini pada tahun 2029.
Jadwal Penting Investor
Bagi pemegang saham yang ingin memberikan suaranya, RUPSLB akan dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Senin, 1 Desember 2025.
- Waktu: Pukul 10.00 WIB s/d selesai.
- Lokasi: Kantor Cabang OPMS Madura, Jl. Raya Suramadu No. 1, Bangkalan.
Langkah diversifikasi ini diharapkan dapat memulihkan kinerja keuangan OPMS dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah tantangan industri logam yang kian berat.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!