PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp101,11 miliar atau setara Rp9,49 per lembar saham. Pembayaran dividen ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 23 April 2026 dengan recording date pada 6 Mei 2026.
Rincian Aksi Korporasi Dividen BTPN
Perseroan mengalokasikan 20% dari total laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Nilai total dividen mencapai Rp101.111.345.366 yang akan didistribusikan kepada 10.645.945.748 saham beredar.
Setiap pemegang satu lembar saham akan menerima dividen sebesar kurang lebih Rp9,497638609 (gross). Pembayaran akan dilakukan melalui pemindahbukuan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) atau rekening bank yang terdaftar.
Baca juga: Kinerja Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) Tahun 2025
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Tunai
Berikut adalah jadwal resmi pembagian dividen tunai PT Bank SMBC Indonesia Tbk berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan:
| Keterangan | Tanggal |
| Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 4 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 5 Mei 2026 |
| Cum Dividen di Pasar Tunai | 6 Mei 2026 |
| Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) | 6 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Tunai | 7 Mei 2026 |
| Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 22 Mei 2026 |
Sumber Informasi: Jadwal dan Tata Cara Pembagian Dividen Tunai PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Dampak bagi Investor
Investor yang memiliki saham BTPN hingga tanggal cum dividen berhak mendapatkan pendapatan pasif berupa dividen tunai. Namun, perlu diperhatikan adanya potensi penurunan harga saham (dividend trap) saat memasuki tanggal ex dividen di pasar reguler.
Penerimaan dividen ini dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Bagi investor individu dalam negeri, dividen dikecualikan dari objek pajak selama dana tersebut diinvestasikan kembali di wilayah NKRI.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Alokasi dividen sebesar 20% menunjukkan kebijakan perseroan dalam menyeimbangkan pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan laba ditahan untuk ekspansi. Pembayaran dividen ini menggunakan basis laba bersih yang diraih perseroan pada tahun buku 2025.
FAQ
Kapan tanggal terakhir untuk mendapatkan dividen BTPN? Investor harus memiliki saham BTPN paling lambat pada tanggal Cum Dividen di pasar reguler dan negosiasi, yaitu 4 Mei 2026.
Berapa pajak yang dikenakan untuk dividen Bank SMBC Indonesia? Pajak dikecualikan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri yang melakukan investasi kembali sesuai ketentuan. Wajib Pajak Luar Negeri dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% kecuali memenuhi syarat Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B).
Kapan dana dividen masuk ke rekening investor? Dana dividen dijadwalkan akan masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pemegang saham pada tanggal 22 Mei 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Dividen: Rp9,49 per lembar saham.
- Total Alokasi: Rp101,11 miliar atau 20% dari laba bersih 2025.
- Recording Date: 6 Mei 2026 sebagai batas penentuan pemegang saham yang berhak.
- Mekanisme: Otomatis masuk ke RDN untuk saham dalam penitipan kolektif KSEI.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (dahulu PT Bank BTPN Tbk) merupakan institusi perbankan yang melayani segmen ritel, korporasi, serta usaha kecil dan menengah di Indonesia. Perseroan kini merupakan bagian dari jaringan perbankan global Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Group.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin
