ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Fundamental utama saham coal adalah harga coal.

Untuk bisa prediksi bagaimana kondisi keuangan perusahaan batubara maka bandingkan  harga coal Januari – Desember 2020 di Newcastle dan Sunsir range-nya dengan harga 2021. Setelah itu cari tahu apakah ada potensi Coal bisa balik ke 50 dollar/ton.

Menurut saya ancaman perusahaan Coal Indonesia yang bisa membuat coal anjlok ke 50 dollar sekarang ada 2, yakni:

1. Demand berkurang karena ekonomi dunia terutama China belum pulih dan bangkitnya EBT di seluruh dunia.

2. Potensi naiknya royalti batubara yang dicanangkan pemerintah. Yang kena dampak langsung ini perusahaan yang melakukan ekspor. Perusahaan yang ada proyek hilirisasi memang bebas royalti. Tapi hanya berapa ton nanti yang masuk hilirisasi? Mayoritas pasti masih ekspor karena demand di dalam negeri juga masih sedikit.

Dari sisi supply, menurut saya tidak ada problem. Hanya perlu mengurangi tambang liar. Ini tugas pemerintah. Pemerintah harusnya jangan hanya tarik royalti dan pajak tapi juga mengamankan tambang liar agar tidak ada oversupply.

EBT itu keniscayaan. Tapi batubara masih akan ada. Biomassa dari kelapa sawit juga bisa digunakan nanti.

CPO dan Batubara adalah tulang punggung negara Indonesia. Kalau pemerintah mau devisa negara aman, maka pemerintah harus sayang sama dua industri ini.

Dua industri ini high capex. Kalau pemerintah terlalu banyak pungutan, bisa ngambek juga nanti pengusahanya. Apalagi di zaman Covid-19 seperti sekarang ini, ekonomi lagi susah. Makin banyak pungutan akan meningkatkan banyak cost.

Pemerintah memang butuh banyak dana saat ini. Tapi sebaiknya jangan sampai terlalu membebani juga pengusaha batubara dan CPO. Pakai skema royalti lama saja sampai Covid-19 berakhir. Kalau Covid-19 berakhir, bebas tarik tarif.

Leave a Reply