ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +34-354-5468-8
Info@pintarsaham.id
Sertifikat International
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 5 tahun
Kontak Kami

Risiko Sistematis

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Bursa Efek Indonesia akhir-akhir ini memang membuat banyak investor saham mengalami kepanikan. Apalagi untuk yang tipikal trader yang biasanya short term tentu akan banyak mengalami cut loss.

Apakah penurunan IHSG seperti ini tergolong risiko yang bisa dihindari? Pintar Saham akan membahasnya secara sederhana tentang apa saja yang tergolong risiko sistematis dan apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang investor. 

Risiko sistematis mengacu pada risiko yang melekat pada seluruh pasar.

Risiko ini kadang dikatakan sebagai risiko sistematik juga dikenal sebagai “risiko yang tidak dapat diubah,” “volatilitas” atau “risiko pasar,” mempengaruhi pasar secara keseluruhan, bukan hanya saham atau industri tertentu.

Jenis risiko ini tidak dapat diprediksi dan tidak mungkin dihindari sepenuhnya.

Risiko ini tidak dapat dikurangi melalui diversifikasi, hanya dapat dilakukan melalui lindung nilai atau dengan menggunakan strategi alokasi aset yang benar. 

Jenis-Jenis Risiko
Jenis-Jenis Risiko

 

Hal ini mendasari risiko investasi lainnya, seperti risiko industri. Risiko yang dapat dikategorikan sebagai risiko ini antara lain perubahan suku bunga, inflasi, resesi, perang, dan perubahan besar lainnya yang tidak dapat kita kontrol sebagai seorang investor.

“Contohnya kita tidak mungkin kan mengatur bank sentral untuk misalnya tidak mengubah suku bunga acuan? atau misal kejadian yang terjadi saat ini merebaknya virus COVID-19 yang diluar perkiraan banyak orang”

Bagaimana Cara untuk Mengurangi Risiko Sistematis?

Untuk mengurangi risiko ini, investor harus memastikan bahwa portofolio aset yang dimiliki haruslah mencakup berbagai kelas aset, seperti pendapatan tetap, uang tunai, properti, yang masing-masing akan bereaksi secara berbeda jika terjadi perubahan sistemik yang besar.

Resesi juga merupakan contohnya

"<yoastmark

Salah satu cara mengetahui apakah suatu investasi pergerakan harganya cenderung mengikuti arah pasar adalah dengan mengetahui nilai beta.

Beta yang lebih besar dari 1 berarti investasi tersebut memiliki risiko lebih sistematis daripada pasar, sementara kurang dari 1 berarti risiko kurang sistematis daripada pasar.

Beta sama dengan satu berarti investasi tersebut memiliki risiko yang sama dengan pasar. Nilai beta dapat dicari pada beberapa website seperti Bloomberg

Kebalikannya adalah risiko tidak sistematis. Risiko tidak sistematis dapat dikurangi melalui diversifikasi, pembahasan lengkapnya akan kita bahas pada artikel selanjutnya. 

Leave a Reply