Apa yang dimaksud dengan Perang Dagang

Perang Dagang

Perang Dagang merupakan istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perang dagang? Mengapa seluruh dunia perlu mengetahui dampak dari peristiwa ini? Serta apa pengaruhnya terhadap investor saham ?

Secara sederhana perang dagang terjadi ketika satu negara (Negara A) menaikkan tarif (entah itu pajak atau bea masuk) atas impor negara lain (Negara B) sebagai balasan atas Negara B menaikkan tarif atas impor Negara A.

Saling balas-balasan yang tanpa akhir inilah yang membuat efeknya kemana-mana.

Perang dagang dapat dikatakan sebagai efek samping proteksionisme. Click To Tweet

Proteksionis adalah tindakan pemerintah suatu negara serta kebijakan yang membatasi perdagangan internasional, umumnya dengan tujuan melindungi bisnis dan pekerja lokal dari persaingan asing, atau memperbaiki defisit perdagangan (impor suatu negara yang melebihi ekspornya).

Proteksionisme
Proteksionisme

Awal Mula Perang Dagang

Perang dagang dapat dimulai jika suatu negara menganggap praktik perdagangan negara lain tidak adil. Hal ini juga sering merupakan kesalahpahaman tentang manfaat luas perdagangan bebas.

Perang dagang yang dimulai di satu sektor dapat tumbuh untuk mempengaruhi sektor lain. Demikian juga, perang dagang yang dimulai antara dua negara dapat mempengaruhi negara-negara lain yang pada awalnya tidak terlibat dalam perang perdagangan.

Selain tarif, kebijakan proteksionis dapat diterapkan dengan menempatkan batasan pada kuota impor, menetapkan standar produk yang jelas, atau menerapkan subsidi pemerintah

Pemerintah
Pemerintah

Pro dan Kontra dari Perang Dagang

Para pendukung proteksionisme berpendapat bahwa kebijakan yang dibuat dengan baik memberikan keunggulan kompetitif.

Memblokir atau mengecilkan impor, maka memberi peluang lebih banyak bagi produsen dalam negeri, yang pada akhirnya menciptakan lebih banyak pekerjaan. Mereka juga dapat berfungsi untuk mengatasi defisit perdagangan.

Meskipun menyakitkan, tarif dan perang dagang juga bisa menjadi satu-satunya cara efektif untuk menghadapi negara yang berperilaku tidak adil atau tidak etis dalam kebijakan perdagangannya. Click To Tweet

Pro

  • Melindungi perusahaan domestik dari persaingan tidak sehat
  • Meningkatkan permintaan barang domestik
  • Mempromosikan pertumbuhan pekerjaan lokal
  • Meningkatkan defisit perdagangan
  • Menghukum bangsa yang memiliki kebijakan perdagangan yang tidak etis

Kontra

  • Meningkatkan biaya dan menyebabkan inflasi
  • Menyebabkan terbatasnya pasar dan berkurangnya pilihan
  • Mencegah perdagangan
  • Memperlambat pertumbuhan ekonomi
  • Merusak hubungan diplomatik

Contoh Perang Dagang

Saat mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, Presiden Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap banyak perjanjian perdagangan saat itu, serta berjanji untuk membawa pekerjaan manufaktur kembali ke Amerika Serikat dari negara-negara lain seperti Tiongkok dan India.

Setelah pemilihannya, ia memulai kampanye proteksionis; dia juga mengancam akan mengeluarkan AS dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), badan internasional yang mengatur dan menengahi perdagangan di antara 164 negara yang termasuk di dalamnya.

Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan tarif perdagangan khususnya kepada Tiongkok dan hal ini juga dibalas kembali oleh Tiongkok. Sempat ada titik cerah dengan adanya “gencatan senjata” di Desember 2018 hingga awal Mei 2019.

Semuanya berubah ketika Trump memulai gerakan proteksionismenya dengan melakukan pengumuman di Twitter. Presiden ini memang suka ngetweet yang kontroversial. Sampai kapankah perang dagang ini akan berlangsung?? Tentunya selama Trump sebagai Presiden AS apapun bisa terjadi.

Kesimpulan

  • Perang dagang terjadi ketika negara A menaikkan tarif impor negara B sebagai balasan atas kenaikan tarif B atas impor A.
  • Perang dagang adalah efek samping dari kebijakan proteksionisme.
  • Investasi akan terpengaruh oleh perang dagang ini karena ketidakpastian yang makin tinggi. Bisa saja sewaktu-waktu Presiden negara A mengumumkan regulasi atau kebijakan yang membuat prospek pendapatan perusahaan yang sahamnya kita miliki menurun.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *