ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Apa Yang Akan Dilakukan Manajemen TRAM Setelah Aset di Sita?

Sehubungan dengan Berita dari CNBC Indonesia, tertanggal 10 Februari 2021 dengan judul “Megaskandal Asabri 20 Kapal Heru Hidayat di sita oleh  Kejagung”. Bahwa berdasarkan informasi yang manajemen TRAM peroleh dari Direksi PT  Hanochem Shipping, Entitas Anak Perseroan, menyampaikan bahwa pada tanggal 10 Februari 2021, kapal milik Hanochem Shipping yaitu LNG Aquarius telah disita oleh  Kejaksaan Agung. Sedangkan mengenai penyitaan 19 kapal lainnya sampai dengan  surat ini, baik TRAM ataupun Entitas Anak Perseroan yang memiliki 19 kapal  lainnya belum mengetahui adanya penyitaan tersebut ataupun menandatangani berita  acara penyitaan oleh Kejaksaaan Agung Republik Indonesia.

Sampai dengan tanggal 11 Februari 2021, aset yang disita Kejaksaan Agung adalah
satu kapal LNG Aquarius dengan spesifikasi: Type of Vessel: Gas Carrier, Year of Built: 1973, Cargo Capacity: 126,350 CuM, DWT: 72,622 Ton, LOA: 285.26 m3, Draft: 11.51 m, Breadth: 43.74 m. Sedangkan mengenai 19 kapal yang lain belum dapat manajemen TRAM informasikan karena menurut manajemen Trada Alam Minera maupun Entitas Anak Perseroan lainnya belum ada penyitaan dari Kejaksaan Agung.

Dengan adanya penyitaan kapal LNG Aquarius dan penyitaan 19 Kapal PT Trada Alam Minera dan Entitas Anak Perseroan maka memberikan dampak material untuk kelangsungan usaha Trada Alam Minera dan Entitas Anak Perseroan. Sebagai informasi bahwa, Kapal LNG Aquarius memberikan konstribusi lebih dari 5% atas seluruh pendapatan Trada Alam Minera. Apalagi 19 Kapal milik Trada Alam Minera dan entitas Anak Perseroan disita maka Trada Alam Minera dan Entitas Anak Perseroan akan kehilangan sebagian besar asetnya. Sebagaimana telah diketahui bahwa sebelumnya aset-aset Trada Alam Minera dan Entitas Anak Perseroan juga telah disita oleh Kejagung Republik Indonesia yang melibatkan Bapak Heru Hidayat dalam kasus Jiwasraya.

Sehubungan dengan penyitaan Kapal LNG Aquarius maka Perseroan maupun Entitas Anak Perseroan akan mengajukan keberatan atas penyitaan tersebut karena Kapal LNG Aquarius maupun kapal-kapal milik Perseroan tidak terkait dengan kasus Asabri dan diperoleh Perseroan dan Entitas Perseroan secara sah dan tidak melanggar hukum yang bersumber dari dana Perseroan sendiri maupun pinjaman atau pembiayaan perbankan maupun non perbankan lainnya. Bahkan beberapa kapal-kapal yang dimiliki oleh Perseroan maupun Entitas Anak Perseroan diperoleh sebelum Perseroan melakukan Penawaran Umum sehingga penyitaan tersebut tidak relevan dalam kasus Asabri. Sebagai informasi bahwa status kapal-kapal milik Perseroan dan Entitas Anak Perseroan dalam status dijaminkan kepada kreditur.

Sebagai informasi bahwa Perseroan hanya memiliki 51% saham dalam PT Hanochem
Shipping dan sisanya sebesar 49% dimiliki oleh Mitsui O.S.K Lines Ltd, yaitu perusahaan asing dari Jepang. Seluruh manajemen dan pengelolaan Kapal LNG Aquarius dilakukan oleh pihak investor jepang tersebut. Sehingga penyitaan kapal LNG Aquarius tentunya akan melibatkan investasi asing di Indonesia.

Sumber.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa ke sini

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply