Analisis saham MINA menunjukkan PT Sanurhasta Mitra Tbk berhasil membukukan laba bersih Rp1,28 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026 (9M 2026), berbalik dari rugi bersih Rp3,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan perusahaan masih turun 2,47% secara tahunan menjadi Rp7,30 miliar.
Dengan harga penutupan saham MINA sebesar Rp143 pada 28 Oktober 2026, valuasi perusahaan tergolong tinggi berdasarkan laba dan nilai buku yang dilaporkan. Perbaikan laba juga perlu dicermati karena masih ditopang penghasilan keuangan, sementara aktivitas usaha utama mencatat kerugian operasional.
Kinerja Keuangan dalam Analisis Saham MINA 9M 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut perbandingan posisi keuangan MINA per 30 September 2026 dengan 31 Desember 2025.
| Dalam Rp Miliar | 9M 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 254,47 | 262,69 | -3,13% |
| Aset Lancar | 177,86 | 186,62 | -4,69% |
| Aset Tidak Lancar | 76,61 | 76,07 | +0,70% |
| Total Liabilitas | 2,83 | 12,33 | -77,07% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 1,10 | 10,70 | -89,76% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 1,73 | 1,63 | +6,33% |
| Total Ekuitas | 251,64 | 250,36 | +0,51% |
Catatan: Angka dibulatkan menjadi dua desimal. Perubahan neraca dihitung terhadap akhir 2025, bukan secara tahunan (YoY). Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian MINA, halaman 1–3.
Total aset MINA turun Rp8,23 miliar, terutama dipengaruhi penurunan kas dan setara kas dari Rp162,71 miliar menjadi Rp153,39 miliar. Meski demikian, kas tetap mendominasi struktur aset perusahaan, mencapai sekitar 60,28% dari total aset.
Perubahan paling signifikan terlihat pada liabilitas yang turun 77,07%, terutama setelah pelunasan pinjaman pihak ketiga sebesar Rp8,90 miliar pada Maret 2026. Kondisi tersebut memperkuat struktur permodalan sekaligus mengurangi tekanan kewajiban jangka pendek.
Ekuitas meningkat menjadi Rp251,64 miliar seiring laba periode berjalan. Namun, perusahaan masih memiliki akumulasi defisit sebesar Rp35,88 miliar yang mencerminkan kerugian dari periode sebelumnya.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Rp Miliar | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 7,30 | 7,48 | -2,47% |
| Laba Kotor | 4,87 | 4,84 | +0,53% |
| Laba (Rugi) Usaha | (3,28) | (4,63) | Rugi menyusut 29,03% |
| Laba (Rugi) Bersih | 1,28 | (3,80) | Berbalik laba |
| EPS (Rp/Saham) | 0,13 | (0,39) | Berbalik positif |
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian MINA, halaman 4–5. Angka dalam tanda kurung menunjukkan kerugian.
Penurunan pendapatan terutama berasal dari bisnis kamar pondok wisata yang turun dari Rp5,59 miliar menjadi Rp5,49 miliar. Pendapatan makanan, minuman, dan layanan lainnya juga mengalami penurunan.
Meski pendapatan melemah, laba kotor meningkat tipis karena beban pokok pendapatan turun 7,96%. Beban penjualan dan pemasaran serta beban umum dan administrasi juga menurun sehingga kerugian usaha menyusut menjadi Rp3,28 miliar.
Faktor utama yang mendorong perubahan laba bersih adalah peningkatan penghasilan keuangan neto dari Rp829,93 juta menjadi Rp4,55 miliar. Dengan demikian, laba bersih positif belum mencerminkan pemulihan profitabilitas bisnis inti, mengingat perusahaan masih mencatat kerugian usaha.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 162,33x | Likuiditas sangat tinggi |
| Quick Ratio | 140,69x | Aset likuid jauh melebihi kewajiban lancar |
| Margin Laba Kotor | 66,69% | Margin kotor relatif tinggi |
| Margin Laba Bersih | 17,52% | Didukung penghasilan keuangan |
| ROA | 0,49% | Pengembalian aset masih rendah |
| ROE | 0,51% | Pengembalian ekuitas masih rendah |
| DER | 0,011x | Ketergantungan terhadap liabilitas rendah |
Rasio dihitung dari laporan 9M 2026. ROA dan ROE menggunakan rata-rata aset dan ekuitas awal serta akhir periode, tanpa annualisasi. DER menggunakan total liabilitas terhadap total ekuitas.
Rasio likuiditas yang sangat tinggi mencerminkan besarnya kas dibandingkan kewajiban jangka pendek. Sebagian besar kas tersebut berada dalam deposito, termasuk penempatan Rp145 miliar dengan tingkat bunga 7% per tahun dan jangka waktu 90 hari.
Sementara itu, ROA dan ROE yang masih rendah menunjukkan bahwa besarnya aset dan ekuitas belum menghasilkan tingkat keuntungan yang sebanding. Perusahaan perlu meningkatkan kontribusi laba operasional agar profitabilitas tidak terlalu bergantung pada pendapatan bunga.
D. Valuasi Saham MINA
Perhitungan valuasi menggunakan harga penutupan Rp143 per saham pada 28 Oktober 2026 dan jumlah saham beredar sebanyak 9.843.750.000 lembar.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER | 825,39x | Tinggi berdasarkan laba yang disetahunkan |
| PBV | 5,60x | Diperdagangkan dengan premi terhadap nilai buku |
PER menggunakan laba 9M 2026 yang disetahunkan, bukan laba 12 bulan terakhir (trailing twelve months). PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dengan nilai buku sekitar Rp25,55 per saham.
PER yang mencapai sekitar 825 kali menunjukkan harga saham relatif tinggi dibandingkan kemampuan menghasilkan laba saat ini. Rasio tersebut juga sensitif terhadap perubahan penghasilan bunga karena laba bersih masih relatif kecil.
PBV sebesar 5,60 kali menunjukkan harga pasar berada di atas nilai buku perusahaan. Meskipun demikian, laporan keuangan mencatat properti investasi berupa tanah di Sanur dengan nilai buku Rp65,40 miliar dan NJOP tahun 2025 sebesar Rp533,70 miliar, sehingga penilaian aset perlu dicermati secara terpisah dan tidak otomatis mencerminkan nilai realisasi pasar.
Kesimpulan
Kinerja MINA sepanjang 9M 2026 memperlihatkan perbaikan struktur keuangan, ditandai penurunan liabilitas, likuiditas tinggi, serta perubahan dari rugi menjadi laba bersih. Namun, penurunan pendapatan dan kerugian operasional menunjukkan bahwa pemulihan bisnis utama belum sepenuhnya tercapai.
Ke depan, perkembangan proyek lahan Sanur, optimalisasi bisnis pondok wisata, dan kemampuan menghasilkan pendapatan operasional menjadi faktor penting untuk dicermati. Realisasi pengembangan aset juga perlu dipantau, termasuk risiko perjanjian pemanfaatan tanah serta keberlanjutan operasional entitas anak.
Profil Singkat Perusahaan
PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) merupakan perusahaan yang didirikan pada 29 Desember 1993 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 28 April 2017. Perusahaan bergerak melalui investasi pada entitas anak yang menjalankan bisnis pondok wisata dan real estat.
Kegiatan usaha mencakup pengelolaan properti wisata di Bali melalui PT Minna Padi Resorts serta pengembangan real estat melalui PT Sanur Hasta Griya. Salah satu aset yang tengah direncanakan pengembangannya adalah lahan di kawasan Sanur, Denpasar.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin