Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham GPRA: Penjualan Menurun, Kondisi Likuiditas Tetap Solid

Analisis Saham GPRA: Penjualan Menurun, Kondisi Likuiditas Tetap Solid

PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) mencatatkan pergerakan harga saham pada level Rp100 per lembar pada penutupan perdagangan 7 April 2026. Laporan keuangan konsolidasian tahun penuh 2025 menunjukkan adanya tantangan pada sisi pendapatan yang berdampak pada penurunan laba bersih perusahaan secara tahunan.

Analisis saham GPRA diperlukan untuk memahami lebih lanjut struktur modal dan efisiensi operasional perusahaan di tengah dinamika industri properti nasional.


Kinerja Keuangan PT Perdana Gapuraprima Tbk

Kinerja keuangan perusahaan mencerminkan kondisi fundamental yang mendasari pergerakan nilai perusahaan di pasar modal. Berikut adalah rincian laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

KomponenPeriode Terbaru (2025)Periode Pembanding (2024)Perubahan (%)
Total AsetRp1.976.165.193.557Rp1.972.695.546.7500,18%
Aset LancarRp1.548.276.236.757Rp1.525.691.421.2491,48%
Aset Tidak LancarRp427.888.956.800Rp447.004.125.501-4,28%
Total LiabilitasRp545.112.992.264Rp604.841.454.899-9,88%
Liabilitas Jangka PendekRp273.981.504.732Rp358.266.705.868-23,53%
Liabilitas Jangka PanjangRp271.131.487.532Rp246.574.749.0319,96%
Total EkuitasRp1.431.052.201.293Rp1.367.854.091.8514,62%

Total aset perusahaan menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan tipis sebesar 0,18% secara tahunan. Peningkatan aset lancar ditopang oleh kenaikan piutang usaha dan pajak dibayar di muka, meskipun saldo kas dan setara kas mengalami penurunan dari Rp98,19 miliar menjadi Rp94,33 miliar. Persediaan tetap menjadi komponen terbesar dalam aset lancar yang mencapai Rp1,36 triliun.

Penurunan total liabilitas sebesar 9,88% menjadi sinyal positif terhadap manajemen utang perusahaan. Penurunan signifikan pada liabilitas jangka pendek disebabkan oleh berkurangnya uang muka pelanggan dan utang pajak. Struktur modal perusahaan saat ini didominasi oleh ekuitas yang terus bertumbuh seiring dengan akumulasi saldo laba.

B. Laporan Laba Rugi

KomponenPeriode Terbaru (2025)Periode Pembanding (2024)Perubahan YoY
PendapatanRp454.284.713.454Rp517.063.735.554-12,14%
Laba KotorRp263.629.544.879Rp329.108.273.537-19,90%
Laba UsahaRp120.620.985.395Rp164.952.224.637-26,88%
Laba Bersih*Rp82.497.695.935Rp121.038.343.479-31,84%
EPSRp19,29Rp28,30-31,84%

*Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pendapatan perusahaan mengalami koreksi sebesar 12,14% yang dipicu oleh penurunan penjualan pada segmen rumah dan ruko. Segmen ini turun dari Rp366,32 miliar pada 2024 menjadi Rp272,36 miliar pada 2025. 

Meskipun demikian, segmen apartemen service dan apartemen kantor menunjukkan pertumbuhan positif yang membantu menahan kejatuhan pendapatan lebih dalam. Penurunan laba bersih yang lebih tajam dibandingkan pendapatan disebabkan oleh kompresi margin laba kotor dan kenaikan beberapa pos biaya operasional. 

Beban pokok penjualan justru naik tipis meskipun pendapatan turun, yang mengindikasikan adanya kenaikan biaya konstruksi atau perubahan bauran produk yang terjual. Hal ini berdampak pada penurunan laba per saham (EPS) menjadi Rp19,29.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio5,65xLikuiditas jangka pendek sangat kuat.
Quick Ratio0,66xLikuiditas tanpa persediaan berada di level moderat.
Margin Laba Kotor58,03%Kemampuan menghasilkan laba dari penjualan cukup tinggi.
Margin Laba Bersih18,16%Efisiensi keuntungan bersih terhadap total pendapatan.
ROA4,25%Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba bersih.
ROE6,07%Imbal hasil atas modal yang diinvestasikan pemegang saham.
DER0,38xTingkat utang terhadap modal tergolong rendah dan sehat.

Analisis rasio keuangan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki profil risiko keuangan yang rendah. Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,38x mengindikasikan bahwa struktur pendanaan perusahaan jauh lebih banyak menggunakan modal internal dibandingkan utang bank. 

Likuiditas yang tercermin dari Current Ratio sebesar 5,65x sangat aman, meskipun sebagian besar aset lancar masih berupa persediaan properti (inventory).

Profitabilitas perusahaan, meski menurun, tetap berada pada level yang kompetitif untuk industri properti. Margin laba kotor sebesar 58,03% menunjukkan kekuatan merek dan efisiensi dalam penetapan harga jual produk. 

Namun, ROE sebesar 6,07% menunjukkan perlunya optimalisasi modal untuk memberikan imbal hasil yang lebih agresif bagi investor.

D. Valuasi Saham

Berdasarkan harga penutupan Rp100 dan data laporan keuangan 2025, berikut adalah indikator valuasi saham GPRA:

IndikatorNilaiInterpretasi
PER5,18xHarga saham relatif murah terhadap laba tahunan.
PBV0,31xHarga saham diperdagangkan jauh di bawah nilai buku.

Valuasi saham GPRA saat ini berada pada kategori diskon besar jika dibandingkan dengan nilai buku perusahaan (Price to Book Value sebesar 0,31x). Secara historis dan dibandingkan dengan rata-rata sektor properti, angka PBV di bawah 1,0x sering dianggap sebagai indikator harga saham yang masih murah atau undervalued

Rasio PER sebesar 5,18x juga memperkuat indikasi bahwa saham ini dihargai cukup rendah dibandingkan kemampuan mencetak labanya.


Kesimpulan

PT Perdana Gapuraprima Tbk menghadapi tantangan penurunan daya beli atau permintaan pada segmen rumah tapak selama tahun 2025, yang tercermin dari penurunan laba bersih sebesar 31,84%. Meski demikian, struktur neraca perusahaan tetap terjaga dengan tingkat utang yang rendah dan posisi likuiditas yang sangat tebal. 

Dengan valuasi PBV sebesar 0,31x dan harga Rp100, saham ini menawarkan profil risiko keuangan yang rendah, namun kinerjanya di masa depan akan sangat bergantung pada pemulihan penjualan segmen perumahan dan apartemen.


Profil Singkat Perusahaan

PT Perdana Gapuraprima Tbk merupakan perusahaan pengembang properti yang didirikan pada tahun 1987 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1994. Perusahaan fokus pada pengembangan perumahan, apartemen, perkantoran, dan pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek, Bogor, dan Cilegon dengan proyek-proyek utama seperti Bukit Cimanggu Villa dan The Bellezza Permata Hijau.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here