Analisis saham GOTO menunjukkan perbaikan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp864,17 miliar, berbalik dari kerugian Rp996,98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan harga penutupan saham GOTO sebesar Rp23 pada 29 Oktober 2026, perbaikan profitabilitas menjadi salah satu faktor penting dalam menilai kondisi fundamental dan valuasi perusahaan.
Kinerja Keuangan Saham GOTO hingga September 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Dalam jutaan Rupiah
| Indikator | 30 Sep 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 48.562.884 | 45.757.642 | +6,13% |
| Aset Lancar | 32.233.206 | 29.059.226 | +10,92% |
| Aset Tidak Lancar | 16.329.678 | 16.698.416 | -2,21% |
| Total Liabilitas | 19.110.473 | 17.045.985 | +12,11% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 14.279.516 | 10.647.524 | +34,11% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 4.830.957 | 6.398.461 | -24,50% |
| Total Ekuitas | 29.452.411 | 28.711.657 | +2,58% |
Catatan: Perubahan merupakan perbandingan terhadap posisi 31 Desember 2025, bukan pertumbuhan tahunan (YoY).
Total aset GOTO meningkat 6,13% menjadi Rp48,56 triliun, terutama didukung kenaikan aset lancar. Kas dan setara kas mencapai Rp24,32 triliun, sementara piutang pembiayaan dan pinjaman meningkat menjadi Rp3,68 triliun.
Di sisi kewajiban, liabilitas jangka pendek meningkat 34,11%, sedangkan liabilitas jangka panjang turun 24,50%. Perubahan tersebut antara lain mencerminkan meningkatnya bagian pinjaman nonbank yang jatuh tempo dalam jangka pendek sehingga pengelolaan likuiditas tetap perlu diperhatikan.
Ekuitas konsolidasian meningkat menjadi Rp29,45 triliun, menunjukkan perbaikan posisi modal bersih. Namun, GOTO masih memiliki akumulasi rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp214,18 triliun, mencerminkan kerugian historis yang masih tercatat dalam struktur ekuitas.
B. Laporan Laba Rugi
Dalam jutaan Rupiah, kecuali EPS dalam Rupiah per saham
| Indikator | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 16.549.006 | 13.295.481 | +24,47% |
| Laba Kotor | 10.264.439 | 7.663.142 | +33,95% |
| Laba Usaha | 1.133.256 | (222.369) | Berbalik laba |
| Laba Bersih | 864.173 | (996.975) | Berbalik laba |
| EPS Dasar | 1,09 | (0,73) | Berbalik positif |
Catatan: Laba kotor dihitung berdasarkan pendapatan bersih dan beban pokok pendapatan yang dilaporkan perusahaan. Laba bersih merupakan laba konsolidasian, sedangkan EPS menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk.
Pendapatan GOTO tumbuh 24,47% menjadi Rp16,55 triliun, dengan pertumbuhan signifikan berasal dari bisnis pinjaman yang meningkat 58,57% menjadi Rp4,25 triliun. Pendapatan jasa pengiriman dan imbalan jasa juga meningkat, masing-masing mencapai Rp4,73 triliun dan Rp4,60 triliun.
Pertumbuhan laba kotor sebesar 33,95% menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dibandingkan pendapatan. Margin laba kotor naik dari 57,64% menjadi 62,02%, meskipun beban umum dan administrasi meningkat sebesar 33,57%.
GOTO berhasil membukukan laba usaha Rp1,13 triliun, berbalik dari rugi usaha Rp222,37 miliar. Selain perbaikan operasional, laba bersih turut dipengaruhi keuntungan selisih kurs Rp351,05 miliar dan kontribusi positif entitas asosiasi serta ventura bersama sebesar Rp149,77 miliar.
Dari sisi arus kas, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp2,50 triliun, dibandingkan arus kas keluar Rp160,84 miliar pada periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan kemampuan operasional dalam menghasilkan kas, meskipun kualitas piutang dan keberlanjutan profitabilitas tetap perlu dievaluasi.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 2,26x | Aset lancar melebihi kewajiban jangka pendek |
| Quick Ratio | 2,13x | Likuiditas relatif memadai setelah penyesuaian aset kurang likuid |
| Margin Laba Kotor | 62,02% | Profitabilitas kotor relatif tinggi |
| Margin Laba Bersih | 5,22% | Perusahaan telah menghasilkan laba bersih |
| ROA | 1,83% | Pengembalian atas aset masih terbatas |
| ROE | 2,97% | Pengembalian atas ekuitas masih relatif rendah |
| DER | 0,65x | Total liabilitas lebih rendah daripada total ekuitas |
Catatan: Quick Ratio disesuaikan dengan mengecualikan persediaan, uang muka, biaya dan pajak dibayar di muka, serta kas yang dibatasi penggunaannya. ROA dan ROE menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir periode serta laba sembilan bulan tanpa disetahunkan, sedangkan DER menggunakan total liabilitas.
Rasio likuiditas GOTO menunjukkan kemampuan aset lancar yang secara nominal mencukupi untuk menutup kewajiban jangka pendek. Namun, sebagian kas dan setara kas merupakan dana titipan pengguna dan penyedia layanan, sehingga tidak seluruh saldo kas dapat diperlakukan sebagai dana bebas perusahaan.
Margin laba bersih yang positif menunjukkan perbaikan profitabilitas, tetapi ROA dan ROE masih mencerminkan tingkat pengembalian yang terbatas dibandingkan basis aset dan ekuitas. Selain itu, pertumbuhan bisnis pembiayaan perlu diimbangi pengelolaan risiko kredit karena penyisihan penurunan nilai piutang pembiayaan dan pinjaman meningkat menjadi Rp607,76 miliar.
D. Valuasi Saham GOTO
Harga penutupan 29 Oktober 2026: Rp23 per saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER | 15,83x | Valuasi indikatif berdasarkan EPS 9M 2026 yang disetahunkan |
| PBV | 0,74x | Harga saham berada di bawah nilai buku per saham |
Catatan: PER merupakan estimasi berdasarkan penyetahunan sederhana EPS dasar sembilan bulan, bukan PER berdasarkan laba 12 bulan terakhir. PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan jumlah saham beredar setelah dikurangi saham tresuri.
PER indikatif sebesar 15,83 kali menunjukkan bahwa harga pasar mencerminkan sejumlah kelipatan dari laba yang disetahunkan. Penilaian premium atau diskon terhadap perusahaan sejenis belum dapat ditentukan tanpa data valuasi pembanding yang relevan.
Sementara itu, PBV sebesar 0,74 kali menunjukkan harga saham diperdagangkan di bawah nilai buku berdasarkan laporan September 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan diskon terhadap nilai buku akuntansi, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan saham GOTO memiliki valuasi murah karena tingkat pengembalian modal, kualitas aset, dan prospek laba turut memengaruhi penilaian.
Kesimpulan
Kinerja GOTO sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan perubahan positif melalui pertumbuhan pendapatan, perbaikan laba operasional, dan arus kas operasi yang berbalik positif. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih konsolidasian setelah membukukan kerugian pada periode pembanding.
Namun, peningkatan liabilitas jangka pendek, risiko kredit dari ekspansi pembiayaan, serta tingkat pengembalian aset dan ekuitas yang masih terbatas tetap menjadi faktor fundamental yang perlu dicermati. Dengan PBV di bawah satu kali dan PER indikatif sekitar 15,83 kali, penilaian saham GOTO perlu mempertimbangkan keberlanjutan laba dan kualitas pertumbuhan bisnis.
Profil Singkat Perusahaan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang menyediakan layanan melalui ekosistem digital, termasuk transportasi, pengiriman makanan dan barang, pembayaran digital, serta layanan keuangan.
Perusahaan memiliki layanan seperti Gojek dan GoPay, serta kepemilikan investasi pada PT Tokopedia sebagai entitas asosiasi. Saham GOTO tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 11 April 2022.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu.
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin