Analisis saham GGRM menunjukkan perbaikan profitabilitas PT Gudang Garam Tbk sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meskipun pendapatan perusahaan masih mengalami penurunan. Dengan harga penutupan Rp15.875 pada 29 Oktober 2026, valuasi saham GGRM menjadi perhatian seiring peningkatan laba bersih dan penguatan posisi keuangan.
Kinerja Keuangan dalam Analisis Saham GGRM
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan posisi keuangan menggunakan data 30 September 2026 dibandingkan dengan 31 Desember 2025. Persentase perubahan menunjukkan perkembangan selama sembilan bulan, bukan pertumbuhan tahunan (year-on-year).
| Dalam Jutaan Rupiah | September 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 77.191.042 | 75.251.653 | +2,58% |
| Aset Lancar | 42.642.321 | 39.438.262 | +8,12% |
| Aset Tidak Lancar | 34.548.721 | 35.813.391 | -3,53% |
| Total Liabilitas | 11.637.603 | 12.680.816 | -8,23% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 9.597.176 | 10.724.952 | -10,52% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 2.040.427 | 1.955.864 | +4,32% |
| Total Ekuitas | 65.553.439 | 62.570.837 | +4,77% |
Total aset GGRM meningkat 2,58% menjadi Rp77,19 triliun, terutama didukung kenaikan aset lancar sebesar 8,12%. Kas dan setara kas meningkat dari Rp3,61 triliun menjadi Rp9,07 triliun, sedangkan persediaan turun dari Rp33,39 triliun menjadi Rp30,90 triliun.
Dari sisi kewajiban, total liabilitas turun 8,23% menjadi Rp11,64 triliun, terutama akibat penurunan liabilitas jangka pendek. Pada saat yang sama, ekuitas meningkat 4,77% menjadi Rp65,55 triliun, mencerminkan penguatan struktur permodalan.
Perusahaan juga tidak lagi mencatat saldo pinjaman bank jangka pendek pada akhir September 2026. Kondisi tersebut mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbunga, meskipun kewajiban operasional seperti cukai dan pajak rokok tetap perlu diperhatikan.
B. Laporan Laba Rugi
Perbandingan laporan laba rugi menggunakan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025 agar pertumbuhan tahunan dapat dihitung secara setara.
| Dalam Jutaan Rupiah | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 61.488.180 | 67.326.797 | -8,67% |
| Laba Kotor | 9.001.448 | 6.304.497 | +42,78% |
| Laba Usaha | 5.936.693 | 1.891.719 | +213,83% |
| Laba Bersih | 4.521.872 | 1.109.854 | +307,43% |
| EPS (Rp) | 2.350 | 575 | +308,70% |
Pendapatan GGRM turun 8,67% menjadi Rp61,49 triliun, mencerminkan tekanan terhadap penjualan bisnis utama. Pendapatan sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun pendapatan menurun, laba kotor meningkat 42,78% menjadi Rp9,00 triliun karena biaya pokok pendapatan turun 13,99%. Beban usaha juga turun 30,12%, sehingga laba usaha meningkat 213,83% menjadi Rp5,94 triliun.
Laba bersih mencapai Rp4,52 triliun atau meningkat 307,43%, sementara EPS naik dari Rp575 menjadi Rp2.350 per saham. Penurunan beban bunga turut mendukung pemulihan laba bersih perusahaan.
Namun, arus kas bersih dari aktivitas operasi turun 14,73%, dari Rp10,46 triliun menjadi Rp8,92 triliun. Perbedaan arah antara pertumbuhan laba dan arus kas menunjukkan pentingnya memperhatikan keberlanjutan perbaikan profitabilitas.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 4,44 kali | Likuiditas jangka pendek kuat |
| Quick Ratio | 1,22 kali | Likuiditas cukup baik tanpa memperhitungkan persediaan |
| Margin Laba Kotor | 14,64% | Efisiensi biaya pokok membaik |
| Margin Laba Bersih | 7,35% | Profitabilitas meningkat |
| Return on Assets (ROA) | 5,93% | Pengembalian aset positif selama sembilan bulan |
| Return on Equity (ROE) | 7,06% | Pengembalian ekuitas meningkat |
| Debt to Equity Ratio (DER) | 0,18 kali | Liabilitas relatif rendah dibandingkan ekuitas |
Catatan: ROA dan ROE menggunakan laba sembilan bulan dan rata-rata aset atau ekuitas awal serta akhir periode, tanpa annualisasi. DER menggunakan total liabilitas.
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek yang relatif kuat. Current ratio sebesar 4,44 kali dan quick ratio sebesar 1,22 kali menunjukkan posisi aset lancar yang memadai, meskipun sebagian besar masih berupa persediaan.
Margin laba kotor meningkat dari 9,36% menjadi 14,64%, sedangkan margin laba bersih naik dari 1,65% menjadi 7,35%. Perbaikan tersebut mencerminkan efisiensi biaya yang lebih baik, tetapi keberlanjutannya masih bergantung pada perkembangan penjualan dan struktur biaya.
D. Valuasi Saham GGRM
Valuasi menggunakan harga penutupan GGRM pada 29 Oktober 2026 sebesar Rp15.875 per saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| Price to Earnings Ratio (PER) | 5,07 kali | Relatif rendah berdasarkan laba 9M 2026 yang disetahunkan |
| Price to Book Value (PBV) | 0,47 kali | Diperdagangkan di bawah nilai buku per saham |
Catatan: PER merupakan estimasi indikatif menggunakan annualisasi EPS sembilan bulan 2026, bukan PER berdasarkan laba aktual 12 bulan terakhir.
PER sebesar 5,07 kali menunjukkan valuasi yang relatif rendah berdasarkan pendekatan annualisasi laba terbaru. Namun, kenaikan laba yang terutama didorong efisiensi biaya belum tentu dapat dipertahankan pada periode berikutnya.
PBV sebesar 0,47 kali menunjukkan harga saham berada di bawah nilai buku sekitar Rp34.068 per saham. Kondisi tersebut mencerminkan diskon terhadap nilai buku, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa saham GGRM tergolong murah secara fundamental tanpa mempertimbangkan prospek pendapatan dan risiko industri.
Kesimpulan
Kinerja GGRM hingga September 2026 menunjukkan pemulihan laba yang signifikan meskipun pendapatan masih menurun. Efisiensi biaya, penurunan beban bunga, dan penguatan likuiditas menjadi faktor utama perbaikan kondisi keuangan perusahaan.
Valuasi saham berada pada tingkat yang relatif rendah berdasarkan indikator PER dan PBV. Namun, penurunan pendapatan dan arus kas operasi menjadi faktor yang perlu dicermati dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merupakan perusahaan produsen rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kegiatan usaha utamanya mencakup produksi dan pemasaran rokok kretek mesin serta rokok kretek tangan.
Melalui entitas anak, perusahaan juga memiliki kegiatan usaha di bidang industri kertas karton dan infrastruktur. Diversifikasi tersebut memperluas cakupan bisnis, meskipun pendapatan dari industri rokok masih mendominasi kinerja konsolidasi.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin