PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) telah merilis laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode semester 1 2026. Harga penutupan saham ASLC berada di level Rp63 pada perdagangan 27 Juli 2026.
Kinerja Keuangan
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut adalah ringkasan neraca konsolidasian PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan 31 Desember 2025:
| Dalam IDR | Semester 1 2026 | FY 2025 | Perubahan YoY / YTD |
| Total Aset | Rp938.933.678.236 | Rp935.629.990.201 | 0,35% |
| Aset Lancar | Rp582.287.816.023 | Rp573.441.748.469 | 1,54% |
| Aset Tidak Lancar | Rp356.645.862.213 | Rp362.188.241.732 | -1,53% |
| Total Liabilitas | Rp169.467.256.247 | Rp149.878.904.118 | 13,07% |
| Liabilitas Jangka Pendek | Rp142.217.165.575 | Rp119.839.702.495 | 18,67% |
| Liabilitas Jangka Panjang | Rp27.250.090.672 | Rp30.039.201.623 | -9,28% |
| Total Ekuitas | Rp769.466.421.989 | Rp785.751.086.083 | -2,07% |
Total aset perusahaan tercatat naik tipis sebesar 0,35% dibandingkan akhir tahun 2025. Peningkatan ini utamanya didorong oleh kenaikan aset lancar, seperti persediaan kendaraan bekas yang naik menjadi Rp148,25 miliar dari sebelumnya Rp75,29 miliar.
Di sisi kewajiban, liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 18,67% akibat penambahan utang lain-lain pihak ketiga. Kondisi ini menurunkan total ekuitas perusahaan sebesar 2,07% menjadi Rp769,47 miliar per 30 Juni 2026.
B. Laporan Laba Rugi
Berikut adalah ringkasan laporan laba rugi konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025:
| Dalam IDR | Semester 1 2026 | Semester 1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | Rp589.871.267.626 | Rp447.096.376.382 | 31,93% |
| Laba Kotor | Rp118.939.956.034 | Rp129.511.068.721 | -8,16% |
| Laba Usaha (Operasi) | Rp3.165.995.560 | Rp17.938.880.368 | -82,35% |
| Laba Bersih | Rp8.905.732.841 | Rp21.107.497.753 | -57,81% |
| EPS (Laba per Saham) | Rp0,67 | Rp1,46 | -54,11% |
Pendapatan perusahaan tumbuh signifikan sebesar 31,93% secara year-on-year menjadi Rp589,87 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan kendaraan bekas dan ekspansi layanan lelang.
Meskipun pendapatan tumbuh, beban pokok pendapatan meningkat 48,28% yang menekan margin laba kotor. Lonjakan beban umum dan administrasi juga menjadi penyebab penurunan laba bersih sebesar 57,81% menjadi Rp8,91 miliar.
C. Analisis Rasio Keuangan
Tabel rasio keuangan untuk periode Semester 1 2026:
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 409,44% | Likuiditas jangka pendek sangat kuat untuk memenuhi kewajiban. |
| Quick Ratio | 305,20% | Kemampuan memenuhi kewajiban lancar tanpa persediaan sangat baik. |
| Margin Laba Kotor | 20,16% | Kemampuan menghasilkan laba kotor dari penjualan berada pada tingkat moderat. |
| Margin Laba Bersih | 1,51% | Profitabilitas bersih tertekan oleh tingginya biaya operasional. |
| ROA | 0,95% | Efisiensi penggunaan total aset untuk menghasilkan laba bersih relatif rendah. |
| ROE | 1,16% | Imbal hasil atas ekuitas bagi pemegang saham tergolong minim. |
| DER | 22,02% | Tingkat struktur utang sangat aman dan berisiko rendah. |
Perusahaan memiliki tingkat likuiditas dan solvabilitas yang sangat solid, ditunjukkan oleh rasio lancar melebihi 400% dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) hanya 22,02%. Risiko gagal bayar kewajiban tergolong sangat kecil.
Namun, indikator profitabilitas seperti ROE dan Margin Laba Bersih menunjukkan tekanan akibat efisiensi beban operasional yang belum optimal pada semester ini.
D. Valuasi Saham
Valuasi saham ASLC dihitung berdasarkan harga penutupan Rp63 pada 27 Juli 2026 dan proyeksi disetahunkan (annualized) untuk kinerja laba bersih S1 2026:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 47,01x | Valuasi relatif tinggi/premium dibandingkan rata-rata industri. |
| PBV | 1,06x | Harga saham diperdagangkan mendekati nilai buku perusahaan (fair value). |
Valuasi saham ASLC berdasarkan PER sebesar 47,01 kali tergolong relatif premium karena penurunan laba bersih disetahunkan. Di sisi lain, nilai PBV sebesar 1,06 kali mencerminkan harga pasar saham saat ini berada pada level yang wajar mendekati nilai ekuitas per sahamnya.
Kesimpulan
Kinerja PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. pada Semester 1 2026 menunjukkan ekspansi pendapatan yang kuat, tumbuh melampaui 31% YoY. Kekuatan neraca dan likuiditas perusahaan juga berada pada kondisi yang sangat aman dengan tingkat utang yang rendah.
Meskipun demikian, kenaikan beban pokok dan biaya operasional menekan laba bersih perusahaan secara signifikan. Investor perlu mencermati langkah efisiensi operasional manajemen pada semester berikutnya untuk memperbaiki margin profitabilitas.
Profil Singkat Perusahaan
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) merupakan anak perusahaan dari PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) yang bergerak di bidang ekosistem otomotif bekas, termasuk lelang kendaraan (JBA Indonesia), perdagangan eceran mobil bekas (Caroline.id), dan jasa pegadaian (Autopedia Sukses Gadai). Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin