Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025, emiten menunjukkan kinerja pertumbuhan yang signifikan baik dari sisi pendapatan maupun laba, yang didorong oleh ekspansi bisnis dan aktivitas pendanaan yang masif.
Kinerja Keuangan (Laba Rugi)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat pada semester pertama tahun 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Pendapatan Usaha Bersih meningkat 66,17% menjadi Rp 513,46 miliar dari Rp 309,01 miliar pada H1 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan dari segmen periklanan dan telekomunikasi.
- Laba Bruto tumbuh 118,76% menjadi Rp 392,36 miliar, dibandingkan Rp 179,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Laba Usaha melonjak 155,66% menjadi Rp 378,96 miliar dari Rp 148,23 miliar pada H1 2024.
- Laba Neto Tahun Berjalan yang Diatribusikan kepada Entitas Induk mencapai Rp 227,91 miliar, meningkat 153,62% dari Rp 89,86 miliar pada H1 2024.
Posisi Keuangan (Neraca)
Posisi keuangan Perseroan menunjukkan ekspansi aset yang signifikan, didanai oleh peningkatan liabilitas dan ekuitas. Per 30 Juni 2025, total aset Perseroan tumbuh 80,84% dibandingkan akhir tahun 2024.
- Total Aset tercatat sebesar Rp 5,26 triliun per 30 Juni 2025, meningkat dari Rp 2,91 triliun per 31 Desember 2024.
- Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan Kas dan Setara Kas menjadi Rp 1,04 triliun dari sebelumnya Rp 18,50 miliar dan Aset Tetap – Neto yang naik menjadi Rp 3,29 triliun dari Rp 2,30 triliun.
- Total Liabilitas meningkat menjadi Rp 3,06 triliun dari Rp 1,94 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan Utang Bank.
- Total Ekuitas meningkat signifikan menjadi Rp 2,20 triliun dari Rp 969,84 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya Uang Muka Setoran Modal sebesar Rp 1 triliun per Juni 2025, yang berasal dari perjanjian Share Subscription Agreement antara anak usaha IJE dengan NTT e-Asia Pte. Ltd.
Arus Kas
Aktivitas arus kas Perseroan pada semester pertama 2025 menyoroti fokus pada investasi besar dan pendanaan untuk ekspansi.
- Arus Kas dari Aktivitas Operasi tercatat sebesar Rp 17,61 miliar.
- Arus Kas untuk Aktivitas Investasi menunjukkan pengeluaran kas neto yang signifikan sebesar Rp 1,10 triliun, sebagian besar untuk perolehan aset tetap.
- Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan menunjukkan penerimaan kas neto sebesar Rp 2,09 triliun. Ini terutama berasal dari penerimaan uang muka setoran modal sebesar Rp 1 triliun dan penerimaan dari utang bank sebesar Rp 783,41 miliar.
Aksi Korporasi dan Peristiwa Penting
- Rights Issue (PMHMETD I): Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 20 Juni 2025 untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan target dana hingga Rp 5,89 triliun.
- Investasi dari NTT e-Asia: Anak usaha Perseroan, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), menandatangani Share Subscription Agreement dengan NTT e-Asia Pte. Ltd pada 21 Mei 2025 untuk suntikan modal sebesar Rp 1 triliun. Dana ini telah diterima sebagai uang muka setoran modal per 30 Juni 2025.
- Penerbitan Obligasi dan Sukuk: Melalui anak usahanya IJE, Perseroan telah mendapat pernyataan efektif dari OJK pada 25 Juni 2024 untuk menerbitkan Obligasi I senilai Rp 600 miliar dan pada 30 Juni 2025 untuk menerbitkan Obligasi II dan Sukuk Ijarah I dengan nilai masing-masing Rp 1,25 triliun.
- Fasilitas Kredit Baru: Perseroan dan anak usahanya aktif mendapatkan fasilitas pendanaan baru, termasuk fasilitas kredit sindikasi dari BNI senilai total hingga Rp 959,66 miliar pada Januari 2025 dan fasilitas dari PT Bank Hibank Indonesia senilai Rp 300 miliar pada Juni 2025.
Pembagian Dividen: Rapat Umum Pemegang Saham pada 13 Juni 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,72 miliar untuk tahun buku 2024.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


