Analisa Saham TINS

Analisa Saham TINS

Analisa Saham TINS (PT Timah, Tbk)

TINS merupakan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan dengan timah sebagai bahan mineral yang menjadi komoditas utamanya. Bagaimana analisa saham TINS jika dilihat dari laporan keuangannya? .

Profil Perusahaan PT. Timah (Persero) Tbk

PT Timah (Persero) Tbk berdiri pada tanggal 2 Agustus 1976. Tanggal 19 Oktober 1995, PT Timah melakukan penawaran umum pada Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten TINS.

TINS memiliki kantor pusat yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman 51, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan memiliki kantor perwakilan (korespondensi) yang terletak di Jl. Medan Merdeka Timur No.15 Jakarta 10110.

Website resmi perusahaan ini dapat dicek pada timah.com.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan,

PT TIMAH merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.

Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa.

Logo TINS

Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka.

PT TIMAH memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi dan penelitian pertambangan serta penambangan non timah.

Selain itu melalui anak usahanya, PT TIMAH menjalankan kegiatan usaha, yaitu penambangan mineral non-timah (batubara) dan bidang usaha berbasis kompetensi seperti sektor konstruksi dan rumah sakit (Rumah Sakit Bakti Timah).

Pemegang Saham TINS per 31 Mei 2019

Pemerintah Republik Indonesia memiliki satu lembar Saham Seri A yang memiliki hak suara istimewa. Saham Seri A memiliki hak dan batasan yang sama dengan Saham Seri B (Saham Biasa), kecuali bahwa Saham Seri A tidak dapat dipindahtangankan, memiliki hak-hak istimewa dalam hal perubahan modal, pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Komisaris, Anggaran Dasar, penggabungan, peleburan dan pengambilalihan serta pembubaran dan likuidasi Perusahaan.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki 65,02% dan Saham yang bisa dimiliki oleh Publik sebanyak 34,98% berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

Jumlah Investor Saham TINS
Jumlah Investor Saham TINS

Dari jumlah lembar saham yang ada, PT TIMAH memiliki 34,98% yang bisa dimilik oleh publik. Pemegang saham terbesar publiknya adalah investor domestik dengan persentase 75%, sedangkan untuk investor asing sebesar 25%.

Pemegang saham terbesar TINS yang tergolong investor asing adalah dari kategori MF atau Reksa Dana 32%. Untuk investor domestik yang terbesar adalah dari kategori ID atau investor individu sebesar 33%.

Grafik Harga Saham TINS
Grafik Harga Saham TINS

Grafik Harga Saham TINS

dilihat dari grafik harga saham TINS, terlihat bahwa harga saham ini 10 tahun lalu masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya per tanggal 2 Agustus 2019. Saham komoditas memang memiliki “ketergantungan” terhadap harga komoditas yang dihasilkan.

Laporan Laba Rugi TINS

Dilihat dari laporan Laba Rugi

PT TIMAH mengalami laba yang naik turun dari periode tahun 2008 hingga tahun 2018. Penurunan laba terbesar sempat terjadi di tahun 2015, yakni sebesar -84,08%. Sedangkan untuk kenaikan laba terbesar dapat dilihat pada periode tahun 2010, dengan kenaikan sebasar 202,13%.

PT TIMAH berhasil meraih kenaikan laba hingga 5,76% di periode 2018 lalu.

Dilihat dari rasio PER secara rata-rata dalam 10 tahun terakhir maka diperoleh angka 18,09. Tujuan merata-ratakan ini adalah untuk mengetahui berapa kisaran PER yang wajar untuk saham TINS dalam kisaran 10 tahun terakhir.

Pertumbuhan EPS dari tahun ke tahun secara rata-rata adalah sebesar 24,04%.

Analisa Saham TINS

Rata – rata PER Saham TINS dalam rentang tahun 2008 hingga tahun 2018 adalah 18,09.

Rasio PER Saham TINS
Rasio PER Saham TINS

Proyeksi harga saham apabila dengan PER mengikuti rata-rata serta pertumbuhan EPS mencapai 24,04% per tahunnya adalah sebagai berikut :

Proyeksi Harga Saham TINS
Proyeksi Harga Saham TINS

Kelemahan dengan menggunakan metode ini adalah hanya menggunakan rata-rata. Saham sektor komoditas sangat tergantung terhadap pergerakan harga komoditas yang dijual dan memang terdapat siklusnya. Tidak setiap tahun pasti meningkat harganya.

Kesimpulan Analisa Saham TINS

Perusahaan ini merupakan penghasil timah terbesar di dunia pada tahun 2008 yang tentunya membuatnya menjadi yang terdepat diantara perusahaan bidang sejenisnya.

Hal yang patut diperhitungkan adalah tambang mineral merupakan sesuatu yang tidak dapat diperbaharui sehingga investasi secara jangka panjang sangat tidak disarankan.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *