Analisa saham SILO Kuartal I 2026 menunjukkan kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk masih tumbuh positif, ditopang kenaikan pendapatan dan laba bersih. Pendapatan naik 7,9% YoY menjadi Rp3,28 triliun, sementara laba periode berjalan meningkat 14,8% YoY menjadi Rp293,57 miliar.
Kinerja Keuangan SILO Kuartal I 2026
A. Laporan Posisi Keuangan
| Dalam jutaan rupiah | Q1 2026 | FY 2025 | Perubahan vs FY 2025 |
| Total Aset | 15.324.866 | 14.498.064 | 5,7% |
| Aset Lancar | 3.415.717 | 3.339.212 | 2,3% |
| Aset Tidak Lancar | 11.909.149 | 11.158.852 | 6,7% |
| Total Liabilitas | 5.100.510 | 4.569.095 | 11,6% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 4.792.423 | 4.248.329 | 12,8% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 308.087 | 320.766 | -4,0% |
| Total Ekuitas | 10.224.356 | 9.928.969 | 3,0% |
Total aset SILO naik menjadi Rp15,32 triliun pada akhir Maret 2026, terutama ditopang kenaikan aset tidak lancar. Aset tetap meningkat menjadi Rp10,53 triliun dari Rp9,80 triliun pada akhir 2025, mencerminkan karakter bisnis rumah sakit yang membutuhkan aset operasional besar.
Aset lancar naik tipis menjadi Rp3,42 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp1,20 triliun. Namun, liabilitas jangka pendek juga naik menjadi Rp4,79 triliun, sehingga posisi likuiditas jangka pendek perlu diperhatikan.
Total ekuitas naik menjadi Rp10,22 triliun dari Rp9,93 triliun. Kenaikan ini terutama didukung laba periode berjalan, sehingga struktur permodalan masih cukup kuat meskipun liabilitas jangka pendek meningkat.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam jutaan rupiah | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 3.277.776 | 3.036.971 | 7,9% |
| Laba Kotor | 1.250.529 | 1.121.033 | 11,6% |
| Laba Usaha | 412.819 | 373.507 | 10,5% |
| Laba Bersih | 293.572 | 255.803 | 14,8% |
| EPS | Rp21,56 | Rp18,95 | 13,8% |
Pendapatan SILO meningkat menjadi Rp3,28 triliun pada Kuartal I 2026. Kontributor utama berasal dari pendapatan non-spesialis sebesar Rp2,55 triliun dan pendapatan spesialis sebesar Rp731,14 miliar.
Laba kotor naik lebih tinggi dibanding pendapatan, menunjukkan perbaikan margin bruto. Laba usaha juga tumbuh 10,5% YoY, meskipun beban usaha naik menjadi Rp790,71 miliar dari Rp718,49 miliar.
Laba bersih naik 14,8% YoY menjadi Rp293,57 miliar. Penurunan beban keuangan dari Rp47,23 miliar menjadi Rp36,33 miliar turut membantu menjaga pertumbuhan laba bersih.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 0,71 kali | Likuiditas jangka pendek masih terbatas |
| Quick Ratio | 0,67 kali | Aset cepat belum menutup liabilitas lancar |
| Margin Laba Kotor | 38,15% | Margin bruto membaik dan cukup sehat |
| Margin Laba Bersih | 8,96% | Profitabilitas bersih positif |
| ROA | 1,92% | Aset menghasilkan laba positif pada periode kuartalan |
| ROE | 2,87% | Ekuitas menghasilkan imbal hasil positif |
| DER | 0,50 kali | Struktur liabilitas relatif terkendali |
Rasio likuiditas SILO menunjukkan aset lancar masih lebih rendah dibanding liabilitas jangka pendek. Kondisi ini perlu dicermati karena liabilitas jangka pendek naik lebih cepat dibanding aset lancar.
Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor 38,15% dan margin laba bersih 8,96% menunjukkan kinerja operasional masih sehat. Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibanding pendapatan mencerminkan adanya perbaikan efisiensi pada beberapa pos biaya.
DER sebesar 0,50 kali menunjukkan struktur modal masih relatif konservatif. Ekuitas masih jauh lebih besar dibanding total liabilitas, sehingga ruang keuangan perusahaan tetap cukup baik.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 27,71 kali | Cenderung premium jika memakai EPS kuartalan yang dianualisasi |
| PBV | 3,11 kali | Premium terhadap nilai buku |
Dengan harga closing Rp2.390 dan EPS Kuartal I 2026 yang dianualisasi, PER SILO berada di sekitar 27,71 kali. Secara umum, valuasi ini cenderung premium, terutama karena pasar biasanya memberi valuasi lebih tinggi pada emiten kesehatan dengan pertumbuhan laba stabil.
PBV sekitar 3,11 kali menunjukkan saham SILO diperdagangkan di atas nilai bukunya. Valuasi tersebut dapat mencerminkan ekspektasi terhadap pertumbuhan jaringan rumah sakit, kualitas aset, dan prospek layanan kesehatan.
Kesimpulan
SILO mencatat kinerja Kuartal I 2026 yang positif, dengan pendapatan naik 7,9% YoY dan laba bersih naik 14,8% YoY. Margin membaik, beban keuangan menurun, dan ekuitas tetap tumbuh.
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah kenaikan liabilitas jangka pendek dan rasio likuiditas yang masih di bawah 1 kali. Pada harga Rp2.390, valuasi SILO terlihat premium secara umum, sehingga pertumbuhan laba dan pengelolaan modal kerja menjadi faktor penting untuk dipantau.
Profil Singkat Perusahaan
PT Siloam International Hospitals Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan manusia, khususnya pendirian dan pengelolaan rumah sakit. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada 2010 setelah restrukturisasi unit-unit rumah sakit dari PT Lippo Karawaci Tbk.
Jaringan rumah sakit SILO tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bangka. Saham SILO tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 12 September 2013.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin