Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisa Saham GGRM Kuartal I 2026: Laba Melonjak, Pendapatan Masih Turun

Analisa Saham GGRM Kuartal I 2026: Laba Melonjak, Pendapatan Masih Turun

Analisa saham GGRM Kuartal I 2026 menunjukkan kinerja PT Gudang Garam Tbk membaik dari sisi laba, meski pendapatan masih turun secara tahunan. Pendapatan GGRM turun 12,8% YoY menjadi Rp20,11 triliun, tetapi laba periode berjalan melonjak menjadi Rp1,54 triliun dari Rp107,52 miliar pada Kuartal I 2025.

Kinerja Keuangan GGRM Kuartal I 2026

A. Laporan Posisi Keuangan

Dalam jutaan rupiahQ1 2026FY 2025Perubahan vs FY 2025
Total Aset76.905.16675.251.6532,2%
Aset Lancar41.534.13439.438.2625,3%
Aset Tidak Lancar35.371.03235.813.391-1,2%
Total Liabilitas12.796.11212.680.8160,9%
Liabilitas Jangka Pendek10.746.75510.724.9520,2%
Liabilitas Jangka Panjang2.049.3571.955.8644,8%
Total Ekuitas64.109.05462.570.8372,5%

Total aset GGRM naik menjadi Rp76,91 triliun pada akhir Maret 2026. Kenaikan terutama berasal dari aset lancar yang meningkat 5,3%, didorong kenaikan kas dan setara kas serta persediaan.

Aset tidak lancar turun tipis menjadi Rp35,37 triliun. Penurunan ini menunjukkan pertumbuhan aset pada kuartal berjalan lebih banyak berasal dari modal kerja dibandingkan ekspansi aset jangka panjang.

Total liabilitas relatif stabil di Rp12,80 triliun, sementara ekuitas naik menjadi Rp64,11 triliun. Struktur keuangan masih konservatif karena ekuitas jauh lebih besar dibandingkan total liabilitas.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam jutaan rupiahQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan20.114.14323.066.333-12,8%
Laba Kotor3.141.2442.005.48756,6%
Laba Usaha2.021.836315.454540,9%
Laba Bersih1.538.217107.5201.330,6%
EPSRp799Rp541.379,6%

Pendapatan GGRM turun dari Rp23,07 triliun menjadi Rp20,11 triliun. Namun, laba kotor naik 56,6% YoY menjadi Rp3,14 triliun, menunjukkan perbaikan margin yang signifikan.

Perbaikan laba terutama dipengaruhi penurunan biaya pokok pendapatan yang lebih dalam dibanding penurunan pendapatan. Beban usaha juga turun dari Rp1,81 triliun menjadi Rp1,18 triliun, sehingga laba usaha melonjak menjadi Rp2,02 triliun.

Laba periode berjalan naik menjadi Rp1,54 triliun. Beban bunga juga turun tajam dari Rp120,34 miliar menjadi Rp2,94 miliar, sehingga mendukung kenaikan laba bersih.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio3,86 kaliLikuiditas jangka pendek sangat kuat
Quick Ratio0,68 kaliAset cepat masih terbatas karena persediaan besar
Margin Laba Kotor15,62%Margin membaik signifikan
Margin Laba Bersih7,65%Profitabilitas bersih membaik
ROA2,00%Aset menghasilkan laba positif pada kuartal berjalan
ROE2,40%Ekuitas menghasilkan imbal hasil positif
DER0,20 kaliStruktur liabilitas rendah dan konservatif

Rasio likuiditas GGRM terlihat kuat jika menggunakan current ratio, karena aset lancar jauh lebih besar dibandingkan liabilitas jangka pendek. Namun, quick ratio hanya 0,68 kali karena persediaan merupakan komponen besar dalam aset lancar.

Margin laba kotor naik ke 15,62%, sementara margin laba bersih mencapai 7,65%. Perbaikan ini menunjukkan efisiensi biaya menjadi faktor penting di tengah penurunan pendapatan.

DER sebesar 0,20 kali menunjukkan struktur modal relatif rendah utang. Posisi ini memberi ruang finansial lebih baik untuk menghadapi tekanan industri rokok, termasuk perubahan cukai, daya beli, dan persaingan produk.

D. Valuasi Saham

IndikatorNilaiInterpretasi
PER4,93 kaliRelatif diskon jika laba kuartalan dapat berlanjut
PBV0,47 kaliDiperdagangkan di bawah nilai buku

Dengan harga closing Rp15.750 dan EPS Kuartal I 2026 yang dianualisasi, PER GGRM berada di sekitar 4,93 kali. Secara umum, valuasi ini terlihat rendah, tetapi perlu mempertimbangkan keberlanjutan pemulihan laba pada kuartal berikutnya.

PBV sekitar 0,47 kali menunjukkan saham GGRM diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Kondisi ini dapat mencerminkan valuasi yang diskon, tetapi juga dapat mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek industri rokok dan tekanan regulasi.

Kesimpulan

GGRM mencatat pemulihan laba yang sangat kuat pada Kuartal I 2026, meski pendapatan masih turun secara tahunan. Kenaikan laba terutama ditopang perbaikan margin, penurunan beban usaha, dan turunnya beban bunga.

Neraca GGRM tetap solid dengan ekuitas besar, DER rendah, dan current ratio tinggi. Pada harga Rp15.750, valuasi terlihat diskon secara PER dan PBV, tetapi keberlanjutan pemulihan laba perlu dipantau pada kuartal berikutnya.

Profil Singkat Perusahaan

PT Gudang Garam Tbk didirikan pada 26 Juni 1958 dan bergerak terutama dalam industri rokok. Perusahaan berdomisili di Kediri, Jawa Timur, dengan kantor perwakilan di Jakarta.

GGRM mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta pada 27 Agustus 1990. Kegiatan usaha grup juga mencakup entitas anak di bidang pendukung seperti kertas, perdagangan, jasa transportasi, dan konstruksi.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here