Analisa saham FAPA Kuartal I 2026 menunjukkan kinerja PT FAP Agri Tbk masih tumbuh, ditopang kenaikan penjualan neto sebesar 21,6% YoY menjadi Rp2,01 triliun. Namun, laba bersih hanya naik 3,1% YoY menjadi Rp263,04 miliar karena beban usaha dan beban keuangan ikut meningkat.
Kinerja Keuangan FAPA Kuartal I 2026
A. Laporan Posisi Keuangan
| Dalam rupiah | Q1 2026 | FY 2025 | Perubahan vs FY 2025 |
| Total Aset | 10.342.870.695.405 | 10.277.055.473.736 | 0,6% |
| Aset Lancar | 2.556.308.427.333 | 2.709.458.987.448 | -5,7% |
| Aset Tidak Lancar | 7.786.562.268.072 | 7.567.596.486.288 | 2,9% |
| Total Liabilitas | 6.189.488.690.930 | 6.386.711.339.240 | -3,1% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 3.004.825.931.284 | 3.285.812.889.509 | -8,6% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 3.184.662.759.646 | 3.100.898.449.731 | 2,7% |
| Total Ekuitas | 4.153.382.004.475 | 3.890.344.134.496 | 6,8% |
Total aset FAPA naik tipis menjadi Rp10,34 triliun pada akhir Maret 2026. Kenaikan terutama berasal dari aset tidak lancar, termasuk aset tetap yang meningkat menjadi Rp4,04 triliun dari Rp3,74 triliun.
Aset lancar turun menjadi Rp2,56 triliun, terutama karena penurunan persediaan dari Rp970,98 miliar menjadi Rp848,87 miliar. Kas dan bank juga turun tipis menjadi Rp1,06 triliun.
Total liabilitas turun menjadi Rp6,19 triliun, didorong penurunan liabilitas jangka pendek. Ekuitas naik menjadi Rp4,15 triliun, sehingga struktur permodalan membaik dibanding akhir 2025.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam rupiah | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 2.005.842.883.905 | 1.649.728.619.703 | 21,6% |
| Laba Kotor | 568.647.955.823 | 489.725.023.166 | 16,1% |
| Laba Usaha | 393.079.753.202 | 365.102.475.306 | 7,7% |
| Laba Bersih | 263.037.869.979 | 255.123.342.812 | 3,1% |
| EPS | Rp69,57 | Rp67,49 | 3,1% |
Penjualan neto FAPA naik menjadi Rp2,01 triliun pada Kuartal I 2026. Namun, pertumbuhan laba kotor lebih rendah dibanding kenaikan penjualan, sehingga margin bruto sedikit tertekan.
Laba usaha naik 7,7% YoY menjadi Rp393,08 miliar. Beban penjualan meningkat menjadi Rp138,95 miliar dari Rp86,43 miliar, sehingga menahan pertumbuhan laba usaha.
Laba bersih naik tipis menjadi Rp263,04 miliar. Kenaikan beban keuangan menjadi Rp86,38 miliar dari Rp64,06 miliar menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan laba bersih lebih lambat dibanding penjualan.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 0,85 kali | Likuiditas jangka pendek masih terbatas |
| Quick Ratio | 0,48 kali | Aset cepat belum cukup menutup liabilitas lancar |
| Margin Laba Kotor | 28,35% | Margin masih sehat, tetapi perlu dicermati |
| Margin Laba Bersih | 13,11% | Profitabilitas bersih masih solid |
| ROA | 2,54% | Aset menghasilkan laba positif pada kuartal berjalan |
| ROE | 6,33% | Imbal hasil ekuitas cukup baik untuk periode kuartalan |
| DER | 1,49 kali | Struktur liabilitas cukup tinggi |
Rasio likuiditas FAPA menunjukkan aset lancar masih lebih rendah dibanding liabilitas jangka pendek. Quick ratio yang rendah juga menunjukkan ketergantungan pada persediaan dan aset biologis dalam struktur aset lancar.
Profitabilitas masih berada pada level positif, dengan margin laba bersih 13,11%. Namun, tekanan pada beban usaha dan beban keuangan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan laba ke depan.
DER sebesar 1,49 kali menunjukkan liabilitas masih cukup besar terhadap ekuitas. Meski total liabilitas menurun dibanding akhir 2025, struktur pendanaan tetap perlu dipantau karena industri perkebunan membutuhkan belanja modal dan modal kerja besar.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 25,87 kali | Cenderung premium jika memakai EPS kuartalan yang dianualisasi |
| PBV | 6,54 kali | Premium terhadap nilai buku |
Dengan harga closing Rp7.200 dan EPS Kuartal I 2026 yang dianualisasi, PER FAPA berada di sekitar 25,87 kali. Secara umum, valuasi ini cenderung premium, terutama jika dibandingkan dengan pertumbuhan laba bersih yang masih tipis.
PBV sekitar 6,54 kali menunjukkan pasar memberi valuasi cukup tinggi terhadap ekuitas FAPA. Valuasi premium dapat mencerminkan ekspektasi terhadap aset perkebunan, produksi kelapa sawit, dan prospek harga komoditas.
Kesimpulan
FAPA mencatat kinerja Kuartal I 2026 yang tumbuh dari sisi penjualan, laba usaha, dan laba bersih. Namun, pertumbuhan laba bersih masih terbatas karena kenaikan beban penjualan dan beban keuangan.
Neraca menunjukkan ekuitas meningkat dan liabilitas menurun, tetapi likuiditas jangka pendek masih perlu diperhatikan. Pada harga Rp7.200, valuasi FAPA terlihat premium secara PER dan PBV, sehingga keberlanjutan pertumbuhan laba menjadi faktor penting untuk dipantau.
Profil Singkat Perusahaan
PT FAP Agri Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, industri, perdagangan, aktivitas holding, kantor pusat, dan konsultasi manajemen. Perusahaan memulai kegiatan operasional pada 2008 dan berkedudukan di Jakarta Utara.
Grup mengelola bisnis perkebunan kelapa sawit melalui sejumlah entitas anak di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Riau. Hingga 31 Maret 2026, luas area perkebunan inti dan kemitraan yang dikelola mencapai 88.994,97 hektare.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin