Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisa Saham DAAZ: Laba Kuartal I 2026 Turun, Pendapatan Masih Tumbuh

Analisa Saham DAAZ: Laba Kuartal I 2026 Turun, Pendapatan Masih Tumbuh

Analisa saham DAAZ menunjukkan PT DAAZ Bara Lestari Tbk membukukan pendapatan Rp3,56 triliun pada Kuartal I 2026, naik 15,65% secara tahunan. Namun, laba bersih turun 38,78% menjadi Rp81,31 miliar karena tekanan margin, kenaikan beban usaha, dan beban keuangan.

Dengan harga penutupan 26 Mei 2026 di Rp1.470, valuasi DAAZ berada pada PER sekitar 8,75 kali berbasis EPS Kuartal I 2026 yang disetahunkan dan PBV sekitar 1,75 kali berbasis ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Kinerja Keuangan DAAZ Kuartal I 2026

A. Laporan Posisi Keuangan

Dalam Miliar RupiahQ1 2026FY 2025Perubahan
Total Aset6.554,486.343,643,32%
Aset Lancar3.872,173.647,966,15%
Aset Tidak Lancar2.682,312.695,67-0,50%
Total Liabilitas4.295,374.140,993,73%
Liabilitas Jangka Pendek2.378,562.120,4212,17%
Liabilitas Jangka Panjang1.916,802.020,57-5,14%
Total Ekuitas2.259,112.202,652,56%

Total aset DAAZ naik menjadi Rp6,55 triliun pada akhir Maret 2026 dari Rp6,34 triliun pada akhir 2025. Kenaikan terutama ditopang oleh aset lancar, sementara aset tidak lancar relatif turun tipis.

Dari sisi pendanaan, total liabilitas naik menjadi Rp4,30 triliun. Kenaikan lebih banyak berasal dari liabilitas jangka pendek, sehingga struktur kewajiban jangka pendek perlu diperhatikan dalam membaca likuiditas perseroan.

Ekuitas meningkat menjadi Rp2,26 triliun dari Rp2,20 triliun. Kenaikan ekuitas menunjukkan masih adanya akumulasi laba, meskipun pertumbuhan ekuitas tidak terlalu agresif dibandingkan kenaikan liabilitas jangka pendek.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam Miliar RupiahQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan3.557,783.076,2115,65%
Laba Kotor212,33240,94-11,88%
Laba Usaha158,44205,60-22,94%
Laba Bersih81,31132,82-38,78%
EPS4249-14,29%

Pendapatan DAAZ masih tumbuh 15,65% secara tahunan menjadi Rp3,56 triliun. Namun, laba kotor turun 11,88% menjadi Rp212,33 miliar karena beban pokok pendapatan naik lebih cepat dibandingkan pendapatan.

Tekanan berlanjut hingga laba bersih, yang turun menjadi Rp81,31 miliar. Selain penurunan laba kotor, beban usaha meningkat menjadi Rp53,89 miliar dan beban keuangan naik menjadi Rp54,17 miliar, sehingga ruang profitabilitas menjadi lebih sempit.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,63xAset lancar masih cukup menutup kewajiban jangka pendek.
Quick Ratio1,33xLikuiditas tetap relatif memadai setelah mengeluarkan persediaan.
Margin Laba Kotor5,97%Margin cukup tipis dan tertekan dari periode sebelumnya.
Margin Laba Bersih2,29%Profitabilitas bersih rendah karena beban usaha dan keuangan.
ROA1,24%Efisiensi aset terhadap laba kuartalan masih terbatas.
ROE3,60%Pengembalian terhadap ekuitas masih positif, tetapi belum tinggi.
DER1,90xStruktur modal cukup bertumpu pada liabilitas.

Rasio likuiditas DAAZ masih berada di atas 1 kali, sehingga aset lancar secara nominal masih lebih besar daripada liabilitas jangka pendek. Namun, kenaikan liabilitas jangka pendek yang lebih cepat perlu dicermati karena dapat meningkatkan kebutuhan modal kerja.

Profitabilitas menjadi titik yang paling menonjol dalam Kuartal I 2026. Pendapatan tumbuh, tetapi margin laba kotor dan margin laba bersih menunjukkan tekanan, sehingga kualitas pertumbuhan belum sepenuhnya tercermin pada laba.

D. Valuasi Saham

IndikatorNilaiInterpretasi
PER8,75xRelatif tidak terlalu mahal berbasis EPS Kuartal I 2026 yang disetahunkan.
PBV1,75xDiperdagangkan di atas nilai buku, mencerminkan valuasi premium moderat.

PER DAAZ sekitar 8,75 kali dihitung dari harga Rp1.470 dan EPS Kuartal I 2026 sebesar Rp42 yang disetahunkan. Jika menggunakan pendekatan umum, angka ini masih berada pada rentang yang tidak terlalu tinggi, tetapi perlu dibaca bersama tren penurunan laba.

PBV sekitar 1,75 kali menunjukkan harga saham berada di atas nilai buku. Valuasi ini dapat dinilai premium moderat karena pasar memberi nilai lebih dari ekuitas tercatat, meskipun profitabilitas kuartalan sedang mengalami tekanan.

Kesimpulan

DAAZ mencatat pertumbuhan pendapatan pada Kuartal I 2026, tetapi laba bersih turun cukup dalam karena tekanan beban pokok, beban usaha, dan beban keuangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada pertumbuhan penjualan, melainkan kemampuan menjaga margin.

Secara neraca, aset dan ekuitas masih meningkat, sementara likuiditas tetap cukup memadai. Namun, kenaikan liabilitas jangka pendek dan DER 1,90 kali membuat struktur pendanaan perlu terus dipantau.

Profil Singkat Perusahaan

PT DAAZ Bara Lestari Tbk didirikan pada 12 November 2009 dan beroperasi secara komersial sejak 2019. Ruang lingkup usaha perseroan meliputi perdagangan besar logam dan bijih logam serta aktivitas perusahaan holding.

Perseroan melakukan initial public offering pada 11 November 2024 dengan melepas 300 juta saham di Bursa Efek Indonesia pada harga penawaran Rp880 per saham.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here