Analisa saham BYAN Kuartal I 2026 menunjukkan kinerja PT Bayan Resources Tbk masih mencetak laba besar, meski pendapatan dan laba bersih turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan BYAN tercatat US$821,65 juta, turun 7,7% YoY, sementara laba periode berjalan turun 12,3% YoY menjadi US$195,53 juta.
Kinerja Keuangan BYAN Kuartal I 2026
A. Laporan Posisi Keuangan
| Dalam US$ | Q1 2026 | FY 2025 | Perubahan vs FY 2025 |
| Total Aset | 3.507.221.062 | 3.375.044.444 | 3,9% |
| Aset Lancar | 1.564.571.458 | 1.448.770.247 | 8,0% |
| Aset Tidak Lancar | 1.942.649.604 | 1.926.274.197 | 0,9% |
| Total Liabilitas | 617.205.312 | 680.460.160 | -9,3% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 477.161.266 | 544.273.511 | -12,3% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 140.044.046 | 136.186.649 | 2,8% |
| Total Ekuitas | 2.890.015.750 | 2.694.584.284 | 7,3% |
Total aset BYAN naik menjadi US$3,51 miliar pada akhir Maret 2026, terutama ditopang kenaikan aset lancar. Kas dan setara kas naik menjadi US$727,56 juta dari US$574,57 juta pada akhir 2025, sehingga memperkuat posisi likuiditas perusahaan.
Dari sisi kewajiban, total liabilitas turun 9,3% menjadi US$617,21 juta. Penurunan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang turun 12,3%, sehingga tekanan pembayaran jangka pendek terlihat lebih ringan dibanding akhir 2025.
Ekuitas naik 7,3% menjadi US$2,89 miliar. Kombinasi ekuitas yang meningkat dan liabilitas yang turun menunjukkan struktur permodalan BYAN masih konservatif.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam US$ | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 821.650.453 | 890.149.510 | -7,7% |
| Laba Kotor | 267.062.153 | 315.247.041 | -15,3% |
| Laba Usaha | 244.291.883 | 293.691.432 | -16,8% |
| Laba Bersih | 195.530.958 | 222.977.654 | -12,3% |
| EPS | 0,006 | 0,007 | -14,3% |
Pendapatan BYAN turun dari US$890,15 juta menjadi US$821,65 juta pada Kuartal I 2026. Laba bruto juga turun lebih dalam, dari US$315,25 juta menjadi US$267,06 juta, menandakan tekanan pada profitabilitas operasional.
Laba periode berjalan turun menjadi US$195,53 juta dari US$222,98 juta pada Kuartal I 2025. Meski demikian, beban keuangan turun signifikan menjadi US$1,18 juta dari US$4,63 juta, sehingga membantu menahan penurunan laba bersih.
Faktor utama pelemahan kinerja berasal dari penurunan pendapatan dan margin kotor. Dalam bisnis batubara, perubahan harga jual, volume penjualan, biaya produksi, royalti, dan biaya logistik dapat memberi dampak material terhadap laba.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 3,28 kali | Likuiditas jangka pendek sangat kuat |
| Quick Ratio | 2,81 kali | Likuiditas tetap kuat tanpa persediaan |
| Margin Laba Kotor | 32,50% | Profitabilitas bruto masih tinggi, tetapi menurun YoY |
| Margin Laba Bersih | 23,80% | Margin bersih masih solid untuk sektor komoditas |
| ROA | 5,58% | Aset masih menghasilkan laba positif dalam satu kuartal |
| ROE | 6,77% | Imbal hasil ekuitas tetap kuat secara kuartalan |
| DER | 0,21 kali | Struktur utang rendah dan konservatif |
Rasio likuiditas BYAN berada pada level kuat. Current ratio di atas 3 kali dan quick ratio di atas 2 kali menunjukkan aset lancar memadai untuk menutup kewajiban jangka pendek.
Profitabilitas masih solid, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Margin laba bersih 23,80% menunjukkan perusahaan tetap mampu mempertahankan laba yang cukup besar dari setiap pendapatan.
DER sebesar 0,21 kali menunjukkan liabilitas relatif rendah terhadap ekuitas. Struktur ini memberi ruang finansial bagi BYAN untuk menghadapi volatilitas harga batubara dan kebutuhan belanja modal.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 25,51 kali | Cenderung premium jika laba kuartalan dianualisasi |
| PBV | 7,05 kali | Premium secara umum terhadap nilai buku |
Valuasi dihitung menggunakan harga closing Rp9.925 dan kurs tengah Bank Indonesia 31 Maret 2026 sebesar US$1 = Rp16.993. Kurs tersebut digunakan dalam laporan untuk konversi aset dan liabilitas moneter dalam Rupiah.
Dengan EPS Kuartal I 2026 yang dianualisasi, PER BYAN berada di sekitar 25,51 kali. Secara umum, valuasi ini tergolong premium, terutama karena kinerja laba sedang turun secara tahunan.
PBV sekitar 7,05 kali juga menunjukkan pasar memberi valuasi tinggi terhadap ekuitas BYAN. Premium ini dapat mencerminkan ekspektasi terhadap kualitas aset, arus kas, posisi kas, dan kemampuan menghasilkan laba, tetapi tetap perlu dibandingkan dengan siklus harga batubara.
Kesimpulan
BYAN mencatat Kuartal I 2026 yang masih menguntungkan, tetapi mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih secara tahunan. Neraca tetap kuat, ditopang kas besar, liabilitas yang menurun, dan DER rendah.
Tantangan utama BYAN berada pada sensitivitas terhadap harga batubara, volume penjualan, royalti, dan biaya produksi. Pada harga Rp9.925, valuasi terlihat premium secara umum, sehingga keberlanjutan laba dan stabilitas harga komoditas menjadi faktor penting untuk diperhatikan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bayan Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan holding, perdagangan, dan jasa. Grup memiliki berbagai entitas anak yang bergerak di pertambangan batubara, jasa kontraktor pertambangan, jasa pengalihmuatan batubara, penyedia tenaga listrik, dan aktivitas terkait lainnya.
Perusahaan berdiri pada 7 Oktober 2004, mulai beroperasi komersial pada Januari 2005, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 12 Agustus 2008. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Gedung Office 8, Jakarta Selatan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin