Harga saham ADHI ditutup pada level Rp172 per lembar saham pada perdagangan 22 Juli 2026. Penurunan beban pokok pendapatan mendorong laba operasional perusahaan konstruksi plat merah ini tumbuh cukup signifikan pada semester I 2026.
Kinerja Keuangan
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut adalah ringkasan Laporan Posisi Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Entitas Anak:
| Dalam Rupiah (IDR) | S1 2026 (30 Juni 2026) | FY 2025 (31 Des 2025) | Perubahan YoY / YTD |
| Total Aset | 27.527.091.822.003 | 28.793.939.611.213 | -4,40% |
| Aset Lancar | 17.201.655.501.887 | 16.617.869.977.869 | +3,51% |
| Aset Tidak Lancar | 10.325.436.320.116 | 12.176.069.633.344 | -15,20% |
| Total Liabilitas | 24.212.233.714.631 | 25.496.596.472.841 | -5,04% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 17.021.682.201.070 | 19.458.102.720.117 | -12,52% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 7.190.551.513.561 | 6.038.493.752.724 | +19,08% |
| Total Ekuitas | 3.314.858.107.372 | 3.297.343.138.372 | +0,53% |
Total aset ADHI mengalami penurunan tipis dari Rp28,79 triliun pada akhir tahun 2025 menjadi Rp27,53 triliun per 30 Juni 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh merosotnya aset tidak lancar sebesar 15,20%, terutama dari berkurangnya nilai investasi pada entitas asosiasi.
Di sisi ekuitas dan kewajiban, ADHI berhasil menekan jumlah total liabilitas sebesar 5,04%. Penurunan liabilitas jangka pendek menjadi nilai positif bagi struktur permodalan perusahaan karena mampu mengurangi tekanan likuiditas jangka pendek.
B. Laporan Laba Rugi
Berikut adalah pencapaian Laporan Laba Rugi konsolidasian ADHI untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025:
| Dalam Rupiah (IDR) | S1 2026 (30 Juni 2026) | S1 2025 (30 Juni 2025) | Perubahan YoY |
| Pendapatan Usaha | 3.112.465.261.366 | 3.812.310.456.039 | -18,36% |
| Laba Bruto | 700.422.622.603 | 572.872.458.971 | +22,26% |
| Laba Usaha | 316.173.207.046 | 188.854.394.707 | +67,42% |
| Laba Bersih Entitas Induk | 8.492.763.233 | 7.544.597.344 | +12,57% |
| EPS (Laba per Saham) | 1,01 | 0,90 | +12,22% |
Pendapatan usaha ADHI tertekan sebesar 18,36% secara year-on-year menjadi Rp3,11 triliun pada S1 2026. Namun, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan secara efisien hingga turun 25,54%, sehingga laba kotor melonjak naik.
Laba usaha tercatat melonjak tinggi hingga 67,42% berkat efisiensi beban operasional tersebut. Meskipun dibebani oleh beban keuangan yang cukup tinggi, ADHI masih mampu membukukan pertumbuhan laba bersih entitas induk sebesar 12,57% menjadi Rp8,49 miliar.
C. Analisis Rasio Keuangan
Berdasarkan data keuangan per Juni 2026:
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,01x | Aset lancar cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendek. |
| Quick Ratio | 0,74x | Likuiditas tergolong ketat tanpa mengandalkan persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 22,51% | Kemampuan mengontrol beban pokok pendapatan sangat baik. |
| Margin Laba Bersih | 0,27% | Tingkat profitabilitas akhir tertekan oleh biaya keuangan. |
| ROA | 0,03% | Efisiensi penggunaan aset untuk menghasilkan laba masih rendah. |
| ROE | 0,26% | Imbal hasil bagi pemegang saham relatif sangat kecil. |
| DER | 7,30x | Tingkat utang sangat tinggi dibandingkan dengan nilai ekuitas. |
Posisi Current Ratio ADHI berada di batas aman 1,01x yang menandakan kesiapan pemenuhan utang lancar. Namun, rasio utang terhadap ekuitas (DER) mencapai 7,30x, yang menunjukkan ketergantungan modal kerja yang amat besar pada liabilitas.
Meskipun margin laba kotor mengalami kenaikan menjadi 22,51%, margin laba bersih yang tercatat hanya 0,27% menggambarkan tipisnya keuntungan bersih perusahaan akibat beban bunga pinjaman yang menggerus laba operasional.
D. Valuasi Saham
Dengan harga penutupan pasar per 22 Juli 2026 senilai Rp172 per lembar saham:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | ~85,15x | Tergolong sangat tinggi secara relatif terhadap penghasilan bersih. |
| PBV | 0,44x | Harga saham berada di bawah nilai buku perusahaan (discounted). |
Valuasi PBV sebesar 0,44x mengindikasikan bahwa harga saham ADHI saat ini terdiskon cukup dalam terhadap nilai bukunya. Hal ini memberikan sinyal bahwa saham ADHI dijual murah jika dilihat dari basis aset bersih per lembar saham.
Namun, nilai PER yang berada di level tinggi mencerminkan profitabilitas per lembar saham (EPS) yang saat ini belum optimal. Investor perlu memperhatikan perbaikan kinerja laba operasional pada periode selanjutnya untuk mendukung pemulihan valuasi saham.
Kesimpulan
Pencapaian analisa saham ADHI pada semester I 2026 menunjukkan keberhasilan manajemen dalam mendongkrak margin laba kotor dan laba operasional di tengah penurunan tingkat pendapatan usaha. Struktur keuangan masih dibebani oleh tingkat liabilitas dan biaya bunga pinjaman yang tinggi. Meskipun demikian, angka valuasi PBV di bawah 1x menjadi sorotan yang menarik bagi investor bernilai (value investor).
Profil Singkat Perusahaan
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merupakan BUMN konstruksi terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1960. Bidang usaha utama ADHI mencakup konstruksi, Engineering Procurement and Construction (EPC), properti, real estat, industri manufaktur beton pracetak, serta investasi infrastruktur dan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin