PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memberikan kabar terbaru terkait ekspansi bisnis anak usahanya. Melalui keterbukaan informasi, ELPI mengumumkan bahwa anak usahanya, PT ELPI Trans Cargo (ETC), telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Nilai plafon kredit yang didapat ETC mencapai Rp 76,8 miliar. Perjanjian ini telah resmi ditandatangani pada 14 November 2025. Dalam transaksi ini, ELPI, yang menguasai 99,00% saham ETC, bertindak sebagai penjamin dalam bentuk Corporate Guarentee dan Cash Deficit Guarentee.
Dana untuk Beli 4 Kapal Baru
Manajemen menjelaskan bahwa seluruh dana dari fasilitas kredit investasi ini akan digunakan untuk membiayai pengadaan armada kapal baru. Secara spesifik, dana akan dipakai untuk membeli total 4 unit kapal, yang terdiri dari:
- 2 unit Tugboat (Mesin 2×1.000 HP)
- 2 unit Barge/Tongkang (ukuran 300ft)
Total nilai investasi untuk keempat kapal tersebut adalah Rp 96 miliar. Dengan demikian, pinjaman dari Bank Mandiri sebesar Rp 76,8 miliar ini akan membiayai 80% dari total nilai proyek.
Adapun fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu total 96 bulan (8 tahun), yang sudah termasuk masa tenggang (grace period) selama 3 bulan dan jangka waktu angsuran 84 bulan.
Dampak bagi Investor ELPI
Manajemen ELPI optimistis bahwa langkah ekspansi anak usahanya ini akan memberikan dampak positif. Penambahan armada baru ini diharapkan akan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan ETC.
Selain itu, kepemilikan armada sendiri akan memberikan fleksibilitas bagi ETC untuk mendapatkan kontrak-kontrak baru dari klien.
Bagi investor ELPI, ada dua hal penting yang perlu dicatat:
- Tidak Pengaruhi Utang ELPI: Pihak manajemen menegaskan bahwa fasilitas kredit yang diterima ETC ini tidak mempengaruhi kolektabilitas maupun rasio utang (DER) ELPI di perbankan.
- Potensi Kenaikan Pendapatan: Karena laporan keuangan ETC terkonsolidasi ke dalam ELPI, manajemen yakin bahwa langkah ini berpotensi memberikan bangkitan pendapatan (revenue) bagi Perseroan secara keseluruhan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!