PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) berencana melakukan aksi korporasi berupa Rights Issue ATIC atau Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat struktur permodalan perusahaan, terutama untuk memenuhi kewajiban pelunasan obligasi yang akan jatuh tempo pada pertengahan tahun 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 10 Februari 2026, emiten yang bergerak di bidang teknologi informasi ini akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada akhir Maret mendatang.
Strategi Pendanaan Melalui Rights Issue ATIC dan Pelunasan Obligasi
Perseroan mengungkapkan bahwa dana yang diperoleh dari hasil Rights Issue ATIC akan diprioritaskan untuk penyelesaian obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026. Saldo obligasi tersebut tercatat sebesar Rp559.993.857.416,00 (lima ratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus sembilan puluh tiga juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu empat ratus enam belas Rupiah).
Kebutuhan pendanaan ini menjadi krusial mengingat posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2025 berada di angka Rp445.287.126.776,00. Dengan melakukan penambahan modal, ATIC berharap dapat menyelesaikan kewajiban utang tersebut tanpa harus terbebani oleh bunga pinjaman tambahan, sekaligus mendukung ketersediaan modal kerja untuk kegiatan operasional.
Jumlah saham baru yang akan ditawarkan dalam aksi korporasi ini sebanyak-banyaknya 600.000.000 (enam ratus juta) saham dengan nilai nominal Rp100,00 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 25,91% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Adapun harga pelaksanaan dan jumlah final saham akan diumumkan kemudian melalui prospektus saat pelaksanaan dimulai.
Sikap Pemegang Saham Utama dan Dampak Dilusi
Salah satu poin penting dalam rencana ini adalah sikap dari TIS Inc., selaku pemegang saham utama yang menguasai 37,30% kepemilikan di ATIC. TIS Inc. telah menyatakan secara resmi bahwa mereka tidak akan mengambil bagian atas haknya dalam Rights Issue ATIC kali ini. Selain itu, TIS Inc. yang juga merupakan pemegang obligasi tersebut telah mengonfirmasi pada 29 Januari 2026 bahwa mereka memilih penyelesaian obligasi secara tunai ( cash settlement ) alih-alih melakukan konversi menjadi saham.
Bagi pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya untuk memesan saham baru, maka persentase kepemilikan sahamnya akan mengalami penurunan atau dilusi. Perseroan memperkirakan tingkat dilusi maksimum adalah sebesar 7,68%. Saham baru hasil pelaksanaan PMHMETD ini nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk dalam hal hak atas dividen.
Poin Penting bagi Investor
- Tujuan Utama Dana: Melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp559,99 miliar pada Juli 2026 dan memperkuat modal kerja.
- Jumlah Saham Baru: Maksimal 600 juta saham atau 25,91% dari jumlah saham beredar.
- Jadwal RUPSLB: Akan diselenggarakan pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 10.00 WIB di Graha Anabatic, Tangerang.
- Potensi Dilusi: Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena dilusi maksimal 7,68%.
- Komitmen TIS Inc.: Pemegang saham utama (37,30%) tidak akan mengambil bagian dalam PMHMETD ini.
- Target Efektif: Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari OJK dapat diperoleh sebelum 30 Juni 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan sistem teknologi informasi, yang terdiri dari solusi sistem integrasi, layanan business process outsourcing, layanan teknologi informasi outsourcing, dan layanan distribusi dengan nilai tambah dan bisnis pendukungnya.
Sumber Informasi: Laporan Informasi dan Fakta Material ATIC
Baca juga: ATIC LK Q2 2025: Gorengan Masa Lalu?
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!