PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan rencana Rights Issue ULTJ 2026 untuk mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Aksi korporasi senilai Rp14,56 triliun ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV pada harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Persetujuan atas rencana pengambilalihan ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Oktober 2026, yang juga berpotensi besar mengubah struktur pihak pengendali perusahaan.
Rincian Aksi Korporasi
Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7.878.669.985 saham baru dari portepel perusahaan. Pemegang saham utama saat ini, termasuk Sabana Prawirawidjaja dan PT Prawirawidjaja Prakarsa, akan mengalihkan seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) mereka kepada tiga pihak pemegang saham FFI. Ketiga pihak tersebut adalah FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI). Penyetoran modal oleh ketiga pihak ini tidak dilakukan dalam bentuk uang tunai, melainkan akan dieksekusi dalam bentuk inbreng atas 24.440 lembar saham FFI kepada ULTJ. Langkah akuisisi strategis ini diklaim sebagai upaya memperluas rantai pasok industri, mematangkan efisiensi jaringan distribusi ritel, serta menyinergikan ragam portofolio produk susu di Indonesia.
Jadwal Lengkap Rights Issue ULTJ 2026
Berikut adalah rincian perkiraan jadwal penyelenggaraan RUPSLB terkait permohonan persetujuan atas transaksi material tersebut:
- 18 September 2026: Pengumuman awal RUPSLB beserta Keterbukaan Informasi publik.
- 2 Oktober 2026: Recording date atau batas hari pencatatan nama pemegang saham tepat pada pukul 16.00 WIB.
- 5 Oktober 2026: Pemanggilan resmi untuk penyelenggaraan RUPSLB.
- 27 Oktober 2026: Penyelenggaraan RUPSLB yang difasilitasi secara elektronik (e-RUPS).
- 28 Oktober 2026: Pengumuman hasil dan keputusan RUPSLB kepada publik pasar modal.
Dampak bagi Investor
Pemegang saham publik yang memilih untuk tidak menggunakan haknya dalam aksi korporasi ini berpotensi besar mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) bernilai maksimal sebesar 43,11%. Setelah proses penyetoran modal dalam bentuk inbreng ini dinyatakan selesai, FCIH akan resmi menjadi pihak pengendali baru bagi perseroan dengan porsi proyeksi kepemilikan saham di rentang 28,95% hingga 30,81%. Perubahan dinamika struktur pengendalian perusahaan ini akan secara langsung mewajibkan pihak FCIH untuk melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) atas sisa kepemilikan saham publik yang saat ini masih beredar bebas di pasar. Dari sisi alokasi, sekitar 86,01% total dana hasil penggalangan modal ini secara spesifik dialokasikan untuk membiayai akuisisi FFI, sedangkan sisanya murni diarahkan sebagai modal kerja operasional perusahaan. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Langkah masif akuisisi FFI diproyeksikan bakal melonjakkan nilai total aset konsolidasian milik perseroan secara sangat tajam. Berdasarkan hasil simulasi neraca proforma per periode 31 Juli 2026, total aset milik perseroan diestimasikan naik melesat secara signifikan dari semula Rp9,14 triliun menjadi sebesar Rp30,72 triliun sesaat pasca transaksi diselesaikan. Kondisi ekuitas perseroan pun turut diproyeksikan menguat pesat dari posisi awal sejumlah Rp8,17 triliun menjadi sekitar Rp25,11 triliun. Laba bersih objek transaksi yakni FFI sendiri tercatat mencapai angka Rp439,52 miliar, di mana nilai ini terhitung ekuivalen dengan porsi 36,08% dari total torehan laba bersih milik perseroan sebelum transaksi berjalan. Total pendapatan usaha perseroan pun diekspektasikan siap membengkak jauh lebih besar sesudah proses akuisisi, sejalan dengan bertambahnya sumbangsih pendapatan usaha dari FFI yang kini dikalkulasi telah menembus angka Rp7,79 triliun. Berdasarkan valuasi resmi pihak Kantor Jasa Penilai Publik independen, transaksi dengan besaran nilai mencapai 178,24% dari total ekuitas perseroan ini disimpulkan masuk ke dalam kategori yang wajar secara hitungan bisnis. Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia
FAQ
- Berapa nilai harga pelaksanaan atas saham baru ULTJ yang segera diterbitkan? Harga pelaksanaan telah resmi ditetapkan berada pada level Rp2.150 per saham baru.
- Kapan batas tanggal krusial investor harus memegang saham agar sah dan berhak ikut RUPSLB? Seluruh investor wajib telah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
- Siapa entitas yang akan tampil menjadi pihak pengendali baru perseroan setelah RUPSLB disahkan? Entitas FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) akan otomatis tercatat resmi sebagai pemegang saham pengendali baru pasca kelarnya transaksi inbreng ini.
- Apakah transaksi aksi korporasi kali ini mengandung benturan kepentingan? Seluruh transaksi inbreng ini sama sekali tidak melibatkan unsur benturan kepentingan maupun nilai transaksi afiliasi karena seluruh pihak pembeli dan pihak penjual tak memiliki jejak relasi afiliasi apapun sebelumnya.
Poin Penting bagi Investor
- Rencana aksi penerbitan saham anyar akan berjumlah maksimal 7.878.669.985 saham di rentang harga Rp2.150 per lembar.
- Nilai transaksi pengambilalihan total 100% kepemilikan saham FFI menembus rekor angka Rp14,56 triliun dan dieksekusi melalui tata cara skema inbreng.
- Tingkat risiko dilusi (penurunan persentase kepemilikan) bagi barisan pemegang saham publik dapat menyentuh angka batas maksimal 43,11%.
- Adanya kewajiban penuh perihal tata pelaksanaan tender offer oleh entitas pengendali baru setelah selesainya transaksi pasca RUPSLB.
- Hadirnya proyeksi penguatan absolut atas nilai pembukuan total aset perseroan menuju kisaran Rp30,72 triliun.
Profil Singkat Perusahaan
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk merupakan sebuah perusahaan publik yang sejak lama berfokus serta bergerak secara aktif di dalam kancah industri pengolahan makanan dan minuman. Berkedudukan operasional utama di dalam lingkup kawasan Kabupaten Bandung Barat, eksistensi perusahaan ini sangat lekat dengan rekam jejak sebagai produsen berbagai minuman teh kemasan sekaligus aneka produk susu cair yang bernutrisi tinggi di pasar lokal nusantara.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin