Perusahaan pembiayaan otomotif terkemuka, Adira Finance (ADMF), resmi mengumumkan rencana penawaran umum instrumen utang melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) pada awal tahun 2026 ini. Berdasarkan prospektus tambahan yang dirilis, emiten berkode saham ADMF ini menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp2,5 triliun yang terdiri dari obligasi konvensional dan sukuk mudharabah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan untuk mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan, sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang diproyeksikan berada di kisaran 5,4% pada tahun 2026. Penawaran ini terbagi menjadi Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp2 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar.
Detail Seri dan Tingkat Bunga Adira Finance (ADMF)
Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen merinci bahwa Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 akan ditawarkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap sebagai berikut:
- Seri A: Menawarkan jumlah pokok Rp1,1 triliun dengan bunga 4,80% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender.
- Seri B: Menawarkan jumlah pokok Rp860 miliar dengan bunga 5,75% per tahun dan tenor 36 bulan.
- Seri C: Menawarkan jumlah pokok Rp40 miliar dengan bunga 5,95% per tahun dan tenor 60 bulan.
Sementara itu, untuk instrumen berbasis syariah, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 ditawarkan dalam dua seri:
- Seri A: Memiliki dana sukuk Rp400 miliar dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 4,80% per tahun untuk tenor 370 hari.
- Seri B: Memiliki dana sukuk Rp100 miliar dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 5,75% per tahun untuk tenor 36 bulan.
Pembayaran bunga obligasi dan bagi hasil sukuk akan dilakukan setiap triwulan (3 bulan), di mana pembayaran pertama dijadwalkan pada 26 Mei 2026. Perseroan menyatakan bahwa seluruh dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen. Sedangkan dana hasil sukuk akan digunakan khusus untuk pembiayaan kendaraan bermotor dengan akad murabahah.
Jadwal Penawaran Umum dan Peringkat Efek
Bagi investor yang tertarik, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Tanggal penjatahan akan jatuh pada 24 Februari 2026, diikuti dengan distribusi obligasi dan sukuk secara elektronik pada 26 Februari 2026. Rencananya, instrumen utang ini akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Februari 2026.
Kualitas kredit instrumen ini didukung oleh peringkat yang kuat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, PEFINDO memberikan peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAA(sy) untuk sukuk mudharabah Adira Finance (ADMF). Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan emiten yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya.
Aksi korporasi ini didukung oleh sindikasi penjamin pelaksana emisi yang terdiri dari PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk..
Poin Penting bagi Investor
- Peringkat Triple A: Instrumen memiliki rating tertinggi dari PEFINDO, menunjukkan risiko gagal bayar yang sangat rendah.
- Diversifikasi Produk: Investor memiliki opsi tenor mulai dari satu tahun hingga lima tahun dengan bunga tetap yang kompetitif.
- Likuiditas dan Keamanan: Penawaran dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) oleh para penjamin emisi.
- Kinerja Keuangan: Hingga September 2025, Perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp938,5 miliar dengan total aset mencapai Rp32,2 triliun.
- Rasio Keuangan: Gearing ratio Perseroan berada di level 1,7 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan OJK sebesar 10 kali.
Profil Singkat Perusahaan
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk didirikan pada tahun 1990 dan resmi menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2004. Perseroan kini merupakan bagian dari MUFG Group, di mana PT Bank Danamon Indonesia Tbk memegang kepemilikan mayoritas.
Sumber informasi: Keterbukaan Informasi BEI (ADMF)
Baca juga: Dapat Suntikan Dana Segar, Adira Finance (ADMF) Kantongi Pinjaman USD 100 Juta dari MUFG
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!