PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan rencana buyback saham TBIG 2026 dengan alokasi dana maksimal Rp106 miliar untuk membeli kembali hingga 52.800.000 saham atau 0,23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung pada 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027, dengan tujuan mendukung stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar.
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 30 Oktober 2026, perseroan menilai harga saham saat ini belum mencerminkan fundamental dan prospek bisnis perusahaan. Pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Rincian Aksi Korporasi Buyback Saham TBIG 2026
TBIG mengalokasikan dana maksimal Rp106.000.000.000 untuk melaksanakan pembelian kembali saham, termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan efek, dan biaya lainnya.
Berikut rincian rencana pembelian kembali saham:
| Keterangan | Rincian |
|---|---|
| Emiten | PT Tower Bersama Infrastructure Tbk |
| Kode saham | TBIG |
| Jenis aksi korporasi | Pembelian kembali saham (buyback) |
| Dana maksimal | Rp106 miliar |
| Jumlah saham maksimal | 52.800.000 saham |
| Persentase modal disetor | 0,23% |
| Nilai nominal per saham | Rp20 |
| Total nilai nominal saham | Rp1,056 miliar |
| Estimasi biaya transaksi | Maksimal 0,20% dari nilai saham yang dibeli |
| Perantara perdagangan | PT Ciptadana Sekuritas Asia |
Nilai nominal Rp1,056 miliar merupakan nilai berdasarkan nominal saham Rp20 per lembar, bukan jumlah dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan buyback.
Perseroan akan melakukan pembelian pada harga yang dianggap wajar dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Harga penawaran pembelian kembali tidak boleh melebihi harga transaksi sebelumnya sesuai ketentuan dalam keterbukaan informasi.
Pelaksanaan aksi korporasi mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023, Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026, serta POJK Nomor 29 Tahun 2023.
Sumber Informasi: POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal. OJK
Jadwal Lengkap Buyback Saham TBIG
Pelaksanaan pembelian kembali saham TBIG berlangsung selama tiga bulan, dengan jadwal sebagai berikut:
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Keterbukaan informasi kepada OJK dan BEI | 30 Oktober 2026 |
| Awal periode buyback | 2 November 2026 |
| Akhir periode buyback | 29 Januari 2027 |
| Potensi pengalihan saham hasil buyback | Setelah 30 hari sejak berakhirnya periode buyback, sesuai ketentuan |
Pembelian kembali akan dilakukan secara bertahap berdasarkan pertimbangan Direksi TBIG dan kondisi perdagangan saham di BEI.
Saham yang berhasil dibeli kembali direncanakan untuk disimpan sebagai saham treasuri sebelum kemungkinan dialihkan kembali sesuai ketentuan OJK.
Sumber Informasi: Portal Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.
Dampak bagi Investor
Aksi buyback TBIG tidak menyebabkan dilusi kepemilikan karena perseroan tidak menerbitkan saham baru. Sebaliknya, pembelian kembali dapat mengurangi jumlah saham yang diperhitungkan sebagai saham beredar selama saham hasil pembelian disimpan sebagai saham treasuri.
Dengan jumlah saham beredar yang lebih rendah, laba per saham atau earnings per share (EPS) berpotensi meningkat apabila laba bersih tidak berubah. Namun, peningkatan EPS secara perhitungan tidak berarti laba operasional perusahaan ikut meningkat.
Pembelian kembali saham juga menggunakan kas perusahaan sehingga dapat memengaruhi posisi likuiditas dan struktur ekuitas. Manajemen TBIG menyatakan bahwa perseroan mempunyai modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai transaksi tersebut tanpa dampak negatif material terhadap kegiatan usaha.
Dari sisi harga saham, buyback berpotensi memberikan tambahan permintaan di pasar, tetapi tidak menjamin kenaikan harga. Realisasi pembelian dan kondisi pasar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan pemegang saham.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi.
Kondisi Keuangan Terkait
Dalam keterbukaan informasi, TBIG menyajikan ilustrasi proforma dampak pembelian kembali saham menggunakan data laba dan jumlah saham tertimbang per 30 Juni 2025.
| Indikator | Sebelum Buyback | Setelah Buyback |
|---|---|---|
| Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp835,935 miliar | Rp835,935 miliar |
| Jumlah rata-rata tertimbang saham | 22.352.615.770 | 22.299.815.770 |
| EPS dasar menurut ilustrasi | Rp37,00 | Rp37,44 |
Ilustrasi tersebut menunjukkan peningkatan EPS dari Rp37,00 menjadi Rp37,44, sementara laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap sebesar Rp835,935 miliar. Angka tersebut merupakan simulasi yang tercantum dalam dokumen, bukan proyeksi laba tahun 2026.
Perseroan menyatakan bahwa pembelian kembali tidak diperkirakan menimbulkan dampak negatif material terhadap pendapatan, aktivitas bisnis, maupun pertumbuhan perusahaan.
Baca juga: Kinerja Keuangan TBIG 2025: Laba Bersih Tumbuh 4,39 Persen di Tengah Efisiensi Liabilitas.
FAQ Seputar Buyback Saham TBIG
1. Berapa dana yang disiapkan TBIG untuk buyback saham?
TBIG menyiapkan dana maksimal Rp106 miliar untuk membeli kembali hingga 52,8 juta saham, termasuk biaya pelaksanaan transaksi.
2. Kapan buyback saham TBIG dilaksanakan?
Pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung mulai 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027 melalui Bursa Efek Indonesia.
3. Apakah buyback TBIG menyebabkan dilusi pemegang saham lama?
Tidak. Pembelian kembali saham tidak menambah jumlah saham yang diterbitkan sehingga tidak menyebabkan dilusi kepemilikan.
4. Apakah buyback TBIG akan membuat harga saham naik?
Tidak ada jaminan kenaikan harga saham. Pelaksanaan buyback dapat menambah permintaan saham, tetapi pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi pasar dan faktor fundamental.
Poin Penting bagi Investor
- TBIG menyiapkan dana maksimal Rp106 miliar untuk pembelian kembali saham.
- Jumlah maksimal saham yang dibeli mencapai 52,8 juta lembar atau 0,23% dari modal disetor.
- Periode pelaksanaan berlangsung pada 2 November 2026–29 Januari 2027.
- Pembelian kembali tidak menyebabkan dilusi dan berpotensi meningkatkan EPS melalui pengurangan saham beredar.
- Saham hasil pembelian kembali direncanakan menjadi saham treasuri.
- Stabilitas harga saham merupakan tujuan perseroan, bukan hasil yang dijamin.
Profil Singkat Perusahaan
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) merupakan perusahaan induk dari Tower Bersama Group yang bergerak dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi melalui entitas anak.
Perusahaan didirikan pada 2004, berkantor pusat di Jakarta Selatan, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 26 Oktober 2010. Kegiatan usahanya mencakup penyediaan serta penyewaan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung jaringan operator.
Disclaimer: Konten dari PintarSaham.id bersifat informatif dan edukatif. Bukan merupakan ajakan jual/beli efek atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi adalah tanggung jawab individu.
Market Terus Bergerak, Aksi Korporasi Terus Terjadi. Mengetahui ada aksi korporasi saja tidak cukup, Anda harus tahu bagaimana meresponsnya. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih taktis, terstruktur, dan berbasis data agar Anda tidak kehilangan momentum.
Dapatkan analisis aksi korporasi terupdate dan watchlist harian kami! Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin