Kinerja keuangan saham BOBA mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 didorong oleh penguatan penjualan makanan dan minuman. Di tengah peningkatan beban pokok dan liabilitas jangka pendek, perseroan tetap menjaga posisi ekuitas serta mencatatkan laba bersih sebesar Rp17,20 miliar.
Analisis Kinerja Keuangan Saham BOBA
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Posisi Keuangan (IDR) | Q3 2026 | FY 2025 | Perubahan YoY / YTD |
| Total Aset | 219.177.030.696 | 183.043.932.404 | +19,74% |
| Aset Lancar | 71.230.051.906 | 48.809.797.391 | +45,93% |
| Aset Tidak Lancar | 147.946.978.790 | 134.234.135.013 | +10,22% |
| Total Liabilitas | 43.683.513.553 | 15.503.519.390 | +181,76% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 41.949.562.917 | 13.584.315.757 | +208,81% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 1.733.950.636 | 1.919.203.633 | -9,65% |
| Total Ekuitas | 175.493.517.143 | 167.540.413.014 | +4,75% |
Pertumbuhan total aset didorong oleh lonjakan aset lancar, terutama piutang usaha pihak ketiga yang meningkat signifikan. Pada aset tidak lancar, terjadi penambahan nilai aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap untuk mendukung ekspansi operasional.
Di sisi pendanaan, liabilitas jangka pendek meningkat signifikan akibat kenaikan utang usaha kepada pemasok bahan baku. Meskipun demikian, posisi modal perseroan tetap solid dengan pertumbuhan ekuitas dari akumulasi saldo laba periode berjalan setelah memperhitungkan pembagian dividen kas.
B. Laporan Laba Rugi
| Indikator (IDR) | Q3 2026 (9 Bulan) | Q3 2025 (9 Bulan) | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 160.045.280.655 | 132.838.256.385 | +20,48% |
| Laba Kotor | 48.842.228.046 | 45.880.330.690 | +6,46% |
| Laba Usaha | 20.893.336.273 | 21.637.750.555 | -3,44% |
| Laba Bersih | 17.199.104.129 | 16.704.954.562 | +2,96% |
| EPS (Rupiah penuh) | 15 | 14 | +7,14% |
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan volume penjualan bahan baku makanan dan minuman ke jaringan pelanggan utama. Kontribusi penjualan terbesar diserap oleh mitra strategis lokal serta peningkatan pesanan produksi.
Laba usaha mengalami sedikit kontraksi akibat kenaikan beban administrasi dan umum seiring perluasan aktivitas pabrik. Namun, perolehan pendapatan lain-lain neto mampu menopang laba bersih sehingga tetap tumbuh positif.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,70x | Likuiditas lancar memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek. |
| Quick Ratio | 1,27x | Posisi kas dan piutang mampu memenuhi kewajiban segera tanpa mengandalkan persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 30,52% | Efisiensi produksi tergolong sehat di segmen manufaktur bahan pangan olahan. |
| Margin Laba Bersih | 10,75% | Kemampuan menghasilkan laba bersih berada di level stabil. |
| ROA | 7,85% | Efektivitas pemanfaatan seluruh aset dalam mencetak laba bersih tergolong wajar. |
| ROE | 9,80% | Imbal hasil atas modal pemegang saham terjaga solid. |
| DER | 0,25x | Tingkat solvabilitas tergolong sangat aman dengan ketergantungan utang yang rendah. |
Struktur permodalan perseroan tergolong sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas yang sangat rendah. Perseroan tidak memiliki utang bank berbunga besar, dengan kewajiban jangka panjang yang didominasi oleh liabilitas imbalan kerja dan sewa pembiayaan.
Tingkat likuiditas tetap terjaga di atas batas aman operasional industri manufaktur. Rentabilitas dan margin keuntungan mencerminkan efisiensi penetapan harga produk di tengah dinamika biaya bahan baku.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Price to Earnings Ratio) | 8,25x | Relatif murah atau diskon terhadap rata-rata industri barang konsumen primer. |
| PBV (Price to Book Value) | 1,09x | Berada di kisaran nilai buku atau wajar mencerminkan nilai aset bersih per saham. |
Berdasarkan harga penutupan Rp165 per 19 Oktober 2026, saham BOBA ditransaksikan dengan kelipatan laba yang relatif terdiskon. Nilai PBV yang mendekati 1x menunjukkan harga pasar selaras dengan nilai buku ekuitas perseroan.
Secara keseluruhan, valuasi berada pada rentang wajar menuju terdiskon (undervalued) jika mempertimbangkan stabilitas margin laba serta struktur neraca yang minim utang berbunga.
Kesimpulan
Kinerja fundamental perseroan menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif hingga kuartal ketiga 2026. Profil risiko keuangan terkendali berkat rasio solvabilitas yang sangat sehat dan valuasi pasar yang tergolong atraktif.
Profil Singkat Perusahaan
PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) didirikan pada tahun 2016 dan bergerak dalam bidang industri manufaktur bahan baku makanan dan minuman. Portofolio produk utama perseroan mencakup tapioca pearl, sirup, saus premium, premiks, serta jeli untuk memasok jaringan ritel minuman dan makanan di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin