Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Saham TLKM 1H26: Pendapatan Capai Rp75,9 Triliun

Kinerja Saham TLKM 1H26: Pendapatan Capai Rp75,9 Triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali menunjukkan resiliensi operasional melalui pemaparan kinerja saham TLKM dan pencapaian finansial pada Public Expose 7 September 2026. Sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan berhasil menjaga pertumbuhan melalui penguatan fundamental bisnis dan efisiensi biaya.

Pendapatan Tumbuh Konsisten

Pendapatan konsolidasi Telkom pada semester pertama 2026 tumbuh sebesar 3,9% secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun. Realisasi ini sejalan dengan panduan pertumbuhan pendapatan setahun penuh yang ditargetkan berada pada kisaran 1-3% secara ternormalisasi.

Transformasi Bisnis dan Streamlining

Perseroan secara progresif melanjutkan penyederhanaan portofolio atau streamlining, di mana penataan 12 entitas telah dituntaskan pada semester pertama 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi potensi tumpang tindih operasional serta memfokuskan alokasi modal pada bisnis inti.

Tahap kedua pembentukan Infranexia juga terus berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Saat ini, kontribusi pelanggan eksternal pada entitas fiber wholesale tersebut telah mencapai porsi 10-15% dari total pendapatannya.

Ekspansi Data Center dan Fokus Capex

Untuk mengakselerasi ekspansi bisnis data center, perseroan sedang melakukan evaluasi binding offers terkait kemitraan strategis yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. Masuknya mitra strategis diharapkan dapat membuka nilai aset (unlock value) sekaligus berbagi beban kebutuhan belanja modal untuk pengembangan skala besar.

Disiplin investasi tetap dijaga ketat dengan mengalokasikan lebih dari 94% capex pada paruh pertama 2026 khusus untuk area bisnis inti ritel maupun infrastruktur korporasi. Ke depannya, Telkom mempertahankan panduan rasio capex terhadap pendapatan di level 17-19%.

Profil Marjin, Dividen, dan Risiko

Perseroan menargetkan marjin EBITDA dapat terus dipertahankan di atas level 50% hingga akhir tahun. Dari sisi bisnis seluler, tingkat profitabilitas pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) mobile Telkomsel naik 9,0% secara tahunan menjadi Rp45,6 ribu.

Terkait imbal hasil pemegang saham, perseroan memproyeksikan dividend payout ratio pada kisaran 60-90% dari laba bersih. Manajemen juga memantau ketat risiko investasi portofolio digital, termasuk evaluasi disiplin secara berkelanjutan terhadap posisi investasi di GOTO di tengah dinamika pasar saat ini.

Ringkasan Kinerja Keuangan & Operasional

IndikatorRealisasi 1H26 / Target 2026
Pendapatan 1H26Rp75,9 Triliun (+3,9% YoY)
Target Pertumbuhan Pendapatan1-3% (Ternormalisasi)
Target Marjin EBITDA> 50%
Target Rasio Capex17-19% terhadap pendapatan
ARPU Mobile 1H26Rp45,6 Ribu (+9,0% YoY)
Target Dividend Payout Ratio60-90% dari laba bersih

Secara keseluruhan, ketegasan perseroan dalam mengeksekusi transformasi struktural diharapkan mampu membuahkan profitabilitas yang lebih berkelanjutan. Pelaku pasar dapat terus mencermati realisasi kemitraan infrastruktur yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi nilai perusahaan.

Tentang PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) adalah perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia yang menyediakan layanan bagi segmen konsumer, infrastruktur B2B, solusi ICT, hingga konektivitas internasional. Perseroan terus bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur broadband dan layanan digital berbasis open-access network.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here