PT Cipta Perdana Lancar Tbk yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PART, selama ini dikenal sebagai produsen komponen otomotif dengan bisnis yang telah memiliki fondasi dan rekam jejak yang kuat. Memasuki semester II 2025, PART mulai memperluas portofolio usahanya melalui pabrikasi berbagai jenis mesin dan peralatan non-otomotif, membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis komponen otomotif.
Langkah diversifikasi ini tidak mengubah fokus PART pada bisnis otomotif yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif di kisaran 5-15% per tahun. Sebaliknya, bisnis non-otomotif hadir sebagai complementary growth engine dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi serta peluang pasar yang semakin luas.
Kombinasi antara bisnis otomotif yang solid dan ekspansi non-otomotif yang agresif diharapkan dapat memperkuat struktur bisnis PART, meningkatkan skala usaha, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi ke depan.
Dengan strategi tersebut, PART tidak hanya mempertahankan bisnis inti yang telah menjadi fondasi Perseroan, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang berpotensi menjadi salah satu kontributor utama kinerja dan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Saat ini di segmen bisnis non otomatif, PART memproduksi berbagai jenis mesin terkait kebutuhan pertanian dan peralatan rumah tangga terkait program pemerintah dan non pemerintah di bidang pertanian dan industri makanan dan minuman. Merujuk kepada pengalaman tahun 2025, segmen bisnis ini diproyeksikan membukukan hasil mulai di kuartal ketiga dan mencapai puncaknya di kuartal ke empat.
Di tahun 2026, meski PART memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hanya sebesar 11,91% dibandingkan 2025, tetapi berkat diversifikasi bisnis non otomatif tersebut, PART memproyeksikan kenaikan Laba Bersih tahun 2026 sebesar 46,18% dibandingkan 2025 atau meningkat 384,86% dibandingkan Juni 2026, sehingga Laba Bersih Per Lembar Saham tahun per 31 Desember 2026 diproyeksikan menjadi 15,49,- per lembar. Merujuk kepada kinerja tahun 2025, PART optimis proyeksi 2026 tersebut dapat tercapai.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin