PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengungkap transaksi afiliasi antara entitas dalam Grup Merdeka dengan total nilai estimasi Rp143.748.984.000. Transaksi afiliasi MDKA ini berupa penjualan alat berat, mesin, peralatan, dan persediaan dari PT Bumi Suksesindo (BSI) serta PT Batutua Tembaga Raya (BTR) kepada PT Merdeka Mining Indonesia (MMI).
Transaksi ini dilakukan untuk mendukung efisiensi pemanfaatan aset dan kebutuhan operasional MMI. Perseroan menyatakan transaksi tersebut bukan transaksi material, bukan transaksi benturan kepentingan, dan telah memperoleh pendapat kewajaran dari KJPP Penilai Independen.
Rincian Transaksi Afiliasi MDKA
MDKA menyampaikan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026 terkait transaksi afiliasi dalam Grup Merdeka. Pihak yang melakukan transaksi adalah MMI sebagai pembeli, serta BSI dan BTR sebagai penjual.
Objek transaksi dari BSI berupa penjualan alat berat dan persediaan dengan kondisi apa adanya atau as is, tanpa jaminan dan tanpa garansi. Nilai estimasi transaksi BSI kepada MMI sebesar Rp44.480.040.000.
Objek transaksi dari BTR berupa penjualan alat berat, mesin, peralatan, serta persediaan dengan kondisi apa adanya atau as is. Nilai estimasi transaksi BTR kepada MMI sebesar Rp99.268.944.000.
Dengan demikian, total nilai estimasi transaksi afiliasi ini mencapai Rp143.748.984.000. Transaksi dilakukan melalui penjualan aset dan persediaan antar perusahaan terkendali dalam Grup Merdeka.
MMI merupakan perusahaan terkendali Perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 63,33%. BSI dan BTR juga merupakan perusahaan terkendali dalam Grup Merdeka.
Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 karena dilakukan antara perusahaan dalam satu grup pengendalian. Namun, Perseroan menyatakan transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan.
Baca juga: MDKA Terbitkan Obligasi Rp2,3 Triliun, Kupon 8,25% per Tahun
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi MDKA terkait Transaksi Afiliasi Penjualan Alat Berat dan Persediaan
Dampak bagi Investor
Transaksi afiliasi MDKA tidak menimbulkan dilusi saham karena tidak ada penerbitan saham baru. Jumlah saham beredar Perseroan tidak berubah akibat transaksi jual beli aset dan persediaan antar entitas grup ini.
Dari sisi operasional, transaksi ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset di dalam Grup Merdeka. Aset yang sebelumnya berada di BSI dan BTR dapat dimanfaatkan oleh MMI untuk mendukung kebutuhan operasionalnya.
Dari sisi struktur grup, transaksi ini mencerminkan optimalisasi aset antar perusahaan terkendali. Perseroan menyatakan transaksi dilakukan dalam kerangka aktivitas usaha normal, sehingga tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha.
Dari sisi tata kelola, transaksi telah melalui proses penilaian dan kewajaran oleh penilai independen. Perseroan juga menyatakan transaksi bukan transaksi material karena nilainya tidak melebihi 20% dari ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan per 31 Desember 2025.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan per 31 Desember 2025, total aset Grup Merdeka tercatat sebesar US$5,71 miliar. Total liabilitas tercatat sebesar US$2,78 miliar dan total ekuitas sebesar US$2,92 miliar.
Dalam proforma yang disajikan dalam keterbukaan informasi, transaksi tidak menunjukkan penyesuaian terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian. Hal ini mencerminkan bahwa transaksi dilakukan antar entitas dalam grup, sehingga dampak konsolidasi terhadap total aset, liabilitas, dan ekuitas tidak berubah secara material.
Nilai transaksi Rp143,67 miliar relatif terbatas terhadap skala laporan keuangan konsolidasian Grup Merdeka. Perseroan menyatakan transaksi tersebut tidak termasuk transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
FAQ
Apa transaksi afiliasi yang dilakukan MDKA?
MDKA mengungkap transaksi afiliasi berupa penjualan alat berat, mesin, peralatan, dan persediaan dari BSI dan BTR kepada MMI.
Berapa nilai transaksi afiliasi MDKA?
Total nilai estimasi transaksi mencapai Rp143.748.984.000, terdiri dari Rp44.480.040.000 dari BSI dan Rp99.268.944.000 dari BTR.
Apakah transaksi ini menyebabkan dilusi saham MDKA?
Transaksi ini tidak menyebabkan dilusi saham karena tidak ada penerbitan saham baru.
Apakah transaksi ini termasuk transaksi material?
Perseroan menyatakan transaksi ini bukan transaksi material karena nilainya tidak melebihi 20% dari ekuitas berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan per 31 Desember 2025.
Poin Penting bagi Investor
- MDKA mengumumkan transaksi afiliasi antar perusahaan terkendali.
- MMI menjadi pembeli aset dan persediaan dari BSI serta BTR.
- Nilai transaksi BSI kepada MMI mencapai Rp44,48 miliar.
- Nilai transaksi BTR kepada MMI mencapai Rp99,27 miliar.
- Total nilai estimasi transaksi mencapai Rp143,75 miliar.
- Objek transaksi berupa alat berat, mesin, peralatan, dan persediaan.
- Transaksi ini tidak menimbulkan dilusi saham.
- Perseroan menyatakan transaksi bukan transaksi material dan tidak mengandung benturan kepentingan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) adalah perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang emas, perak, tembaga, nikel, dan mineral ikutan lainnya melalui entitas anak. Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan.
Grup Merdeka memiliki portofolio aset pertambangan seperti Tambang Emas Tujuh Bukit, Tambang Tembaga Wetar, Proyek Emas Pani, serta ekosistem nikel melalui Grup MBMA. MMI, BSI, dan BTR merupakan bagian dari jaringan perusahaan dalam Grup Merdeka.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin