PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) berencana melakukan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 5.000.000.000 saham baru atau setara 3,64% dari modal ditempatkan dan disetor. Rencana PMTHMETD BELI 2026 terdiri dari penerbitan maksimal 2.000.000.000 saham untuk Program MESOP dan maksimal 3.000.000.000 saham untuk penambahan modal selain Program MESOP.
Rencana transaksi ini akan dimintakan persetujuan Pemegang Saham Independen dalam RUPSLB pada 15 Juni 2026. BELI memperkirakan pemegang saham lama dapat mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional maksimal 3,52% apabila seluruh saham baru diterbitkan.
Rincian Aksi Korporasi Rencana PMTHMETD BELI 2026
BELI menerbitkan perubahan dan/atau tambahan informasi atas keterbukaan informasi pada 11 Juni 2026. Dokumen ini merupakan pembaruan atas keterbukaan informasi yang telah diterbitkan pada 28 April 2026.
Rencana PMTHMETD BELI 2026 dilakukan dalam rangka selain perbaikan posisi keuangan. Aksi ini mencakup penerbitan saham untuk Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), serta penerbitan saham baru selain Program MESOP.
Jumlah saham baru yang dapat diterbitkan maksimal 5.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp250 per saham. Jumlah tersebut setara 3,64% dari modal ditempatkan dan disetor BELI yang berjumlah 137.218.985.689 saham.
Saham Baru Program MESOP dapat diterbitkan maksimal 2.000.000.000 saham atau 1,45% dari modal ditempatkan dan disetor. Sementara itu, Saham Baru PMTHMETD selain Program MESOP dapat diterbitkan maksimal 3.000.000.000 saham atau 2,19% dari modal ditempatkan dan disetor.
Dana dari Penambahan Modal Selain Program MESOP akan digunakan sebagai modal kerja. Penggunaan dana mencakup kegiatan penjualan dan pemasaran, pengembangan produk, pembiayaan operasional, penambahan fasilitas pendukung usaha, pembaruan teknologi, pengembangan teknologi AI, machine learning, otomatisasi, dan integrasi platform.
Baca juga: Blibli (BELI) Beli Rencana Private Placement 9,5 Miliar Saham dan Program MESOP 2026
Jadwal Lengkap
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Emiten | PT Global Digital Niaga Tbk |
| Kode saham | BELI |
| Jenis aksi korporasi | PMTHMETD / private placement |
| Total saham baru maksimal | 5.000.000.000 saham |
| Porsi Program MESOP | Maksimal 2.000.000.000 saham |
| Porsi selain Program MESOP | Maksimal 3.000.000.000 saham |
| Persentase total saham baru | Maksimal 3,64% |
| Potensi dilusi maksimal | 3,52% |
| Tanggal tambahan keterbukaan informasi | 11 Juni 2026 |
| RUPSLB | 15 Juni 2026 |
| Waktu RUPSLB | 09.00–10.00 WIB |
| Tempat RUPSLB | Wisma Barito Pacific II Lt. 8, Jakarta Barat |
| Ringkasan risalah RUPSLB | 18 Juni 2026 |
| Risalah RUPSLB kepada OJK | 15 Juli 2026 |
Program MESOP direncanakan berlaku sejak Desember 2026 sampai Januari 2031 apabila disetujui dalam RUPSLB. Hak opsi akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai 15 Desember 2026 sampai 15 Desember 2030, masing-masing selama 30 hari kalender.
Sumber Informasi: Perubahan dan Tambahan Informasi BELI terkait Rencana PMTHMETD dan MESOP
Dampak bagi Investor
Rencana PMTHMETD BELI 2026 dapat menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama secara proporsional maksimal 3,52%. Dilusi tersebut terdiri dari maksimal 1,41% dari Program MESOP dan maksimal 2,11% dari Penambahan Modal Selain Program MESOP.
Dari sisi struktur modal, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh berpotensi naik dari 137.218.985.689 saham menjadi 142.218.985.689 saham. Porsi PT Global Investama Andalan secara proforma dapat turun dari 75,80% menjadi 73,13% apabila seluruh saham baru diterbitkan.
Dari sisi keuangan, Perseroan memperkirakan dana hasil Saham Baru PMTHMETD selain Program MESOP sebesar Rp1.146.000 juta dengan asumsi harga pelaksanaan Rp382 per saham. Dana tersebut akan meningkatkan kas dan setara kas serta memperkuat ekuitas.
Rencana transaksi ini tidak akan menyebabkan perubahan pengendali Perseroan. Pengendali BELI tetap Robert Budi Hartono melalui kepemilikan saham di PT Lingkarmulia Indah, PT Global Digital Prima, dan PT Global Investama Andalan.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Per 31 Desember 2025, BELI mencatat total aset sebesar Rp17.800.778 juta, total liabilitas Rp8.346.445 juta, dan total ekuitas Rp9.454.333 juta. Pendapatan neto tahun 2025 tercatat Rp22.361.030 juta, dengan rugi tahun berjalan Rp2.301.882 juta.
Dalam proforma setelah Penambahan Modal Selain Program MESOP, total aset diperkirakan naik menjadi Rp18.946.778 juta. Total ekuitas juga diperkirakan meningkat menjadi Rp10.600.333 juta.
Rasio total liabilitas terhadap total aset diperkirakan turun dari 0,47 kali menjadi 0,44 kali. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas juga diperkirakan turun dari 0,88 kali menjadi 0,79 kali.
FAQ
Apa rencana aksi korporasi BELI?
BELI berencana melakukan PMTHMETD maksimal 5 miliar saham baru, yang terdiri dari Program MESOP dan Penambahan Modal Selain Program MESOP.
Berapa potensi dilusi dari PMTHMETD BELI?
Pemegang saham lama berpotensi mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional maksimal 3,52%.
Kapan RUPSLB BELI untuk meminta persetujuan PMTHMETD?
RUPSLB dijadwalkan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.00–10.00 WIB di Wisma Barito Pacific II Lt. 8, Jakarta Barat.
Untuk apa dana hasil PMTHMETD digunakan?
Dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung penjualan dan pemasaran, pengembangan produk, operasional, fasilitas pendukung usaha, serta pembaruan teknologi.
Poin Penting bagi Investor
- BELI berencana menerbitkan maksimal 5 miliar saham baru.
- Total saham baru setara maksimal 3,64% dari modal ditempatkan dan disetor.
- Program MESOP mendapat porsi maksimal 2 miliar saham.
- Penambahan Modal Selain Program MESOP mendapat porsi maksimal 3 miliar saham.
- Potensi dilusi maksimal bagi pemegang saham lama sebesar 3,52%.
- Dana PMTHMETD akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan teknologi.
- Rencana transaksi tidak menyebabkan perubahan pengendali Perseroan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan eceran melalui media, pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet atau e-commerce, portal web, dan platform digital dengan tujuan komersial. Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2022.
BELI berkedudukan di Kudus, Jawa Tengah, dengan kantor pusat di Jl. Jend A. Yani No. 34, Panjunan, Kota Kudus, Jawa Tengah. Perseroan juga memiliki kantor cabang di Gedung Sarana Jaya, Jl. Budi Kemuliaan I No. 1, Jakarta Pusat.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan keterbukaan informasi resmi Perseroan dan bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Artikel ini bukan rekomendasi membeli, menjual, atau menahan saham tertentu.
Excerpt:
Focus Keyphrase: PMTHMETD BELI 2026
Tags WordPress: BELI, Blibli, PMTHMETD, private placement, MESOP, dilusi saham, aksi korporasi