Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBINA Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Simak Potensi Dilusinya

BINA Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Simak Potensi Dilusinya

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau PMTHMETD sebanyak-banyaknya 80 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Aksi private placement BINA ini setara maksimal 1,30% dari seluruh saham disetor penuh perseroan dan akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Independen pada 5 Juni 2026.

Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung pemenuhan modal inti bank, serta modal kerja dalam penyaluran pembiayaan atau kredit. Perseroan memperkirakan pemegang saham lama akan mengalami dilusi kepemilikan sekitar 1,29% setelah penerbitan saham baru.

Rincian Aksi Korporasi Private Placement BINA

BINA berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 80.000.000 saham baru dari saham portepel. Nilai nominal saham baru tersebut sebesar Rp100 per saham.

Jumlah saham baru tersebut setara maksimal 1,30% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam perseroan. Penyetoran saham baru akan dilakukan dalam bentuk uang tunai.

Perseroan menyebutkan bahwa PMTHMETD ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kegiatan usaha ke depan. Rencana ini juga telah dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank Tahun 2026 dan telah memperoleh persetujuan OJK Perbankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Calon pemodal dalam PMTHMETD adalah PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi. Seluruh saham baru yang diterbitkan direncanakan akan diambil bagian oleh calon pemodal tersebut.

Sumber Informasi: Perubahan dan/atau Tambahan Keterbukaan Informasi PMTHMETD BINA

Jadwal Lengkap

Berikut ringkasan jadwal dan rincian utama PMTHMETD BINA berdasarkan keterbukaan informasi perseroan.

KeteranganRincian
EmitenPT Bank Ina Perdana Tbk
Kode sahamBINA
Jenis aksi korporasiPMTHMETD / private placement
Jumlah saham baru maksimal80.000.000 saham
Nilai nominalRp100 per saham
Persentase terhadap saham disetorMaksimal 1,30%
Calon pemodalPT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi
RUPS Independen5 Juni 2026
Perkiraan pelaksanaanSelambat-lambatnya September 2026
Perkiraan dilusiSekitar 1,29%

Perseroan menyatakan PMTHMETD rencananya dilaksanakan sekaligus dalam satu waktu paling lambat September 2026. BINA akan mengajukan permohonan pencatatan saham baru ke Bursa Efek Indonesia paling lambat 6 hari bursa sebelum tanggal pencatatan saham baru hasil PMTHMETD.

Dampak bagi Investor

PMTHMETD BINA akan menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama sekitar 1,29%. Jumlah saham yang dimiliki pemegang saham lama tidak berubah, tetapi persentase kepemilikan akan turun karena jumlah saham beredar bertambah.

Jika seluruh saham baru diterbitkan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh BINA akan meningkat dari 6.134.716.665 saham menjadi sebanyak-banyaknya 6.214.716.665 saham. Saham baru tersebut memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak suara dan hak menerima dividen.

Dari sisi permodalan, aksi ini berpotensi memperkuat ekuitas dan mendukung kemampuan bank dalam menyalurkan kredit. Perseroan menyebutkan dana hasil PMTHMETD akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam penyaluran pembiayaan atau kredit setelah dikurangi biaya terkait PMTHMETD.

Calon pemodal merupakan pihak terafiliasi dengan perseroan karena terdapat hubungan keluarga antara pengendali akhir masing-masing pihak. Namun, perseroan menyatakan aksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan tidak mengakibatkan perubahan pengendali.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

Per 31 Desember 2025, BINA mencatat total aset sebesar Rp31,30 triliun, total liabilitas Rp27,99 triliun, dan total ekuitas Rp3,31 triliun. Pada akhir 2024, total aset BINA tercatat Rp24,44 triliun dan total ekuitas Rp3,61 triliun.

BINA juga menyampaikan bahwa modal inti perseroan per 30 April 2026 tercatat sebesar Rp2.843.961.024.631. Dana hasil PMTHMETD ditujukan untuk mendukung pemenuhan modal inti minimum bank sesuai ketentuan perbankan yang berlaku.

Dari sisi struktur kepemilikan, sebelum PMTHMETD pemegang saham BINA antara lain PT Indolife Pensiontama sebesar 22,83%, UOB Kay Hian Pte Ltd 16,86%, PT Samudra Biru 18,16%, DBS Bank Ltd S/A LTSL as Trustee of NS Financial Fund 9,67%, PT Gaya Hidup Masa Kini 11,84%, dan masyarakat 20,63%. Setelah PMTHMETD, PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi akan memiliki 80 juta saham atau 1,30%.

Baca juga: Rencana Private Placement Bank Ina Bina 2026

FAQ

Apa itu private placement BINA?
Private placement BINA adalah rencana PMTHMETD sebanyak-banyaknya 80 juta saham baru tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham lama.

Berapa besar potensi dilusi saham BINA?
Perseroan memperkirakan pemegang saham lama akan mengalami dilusi kepemilikan sekitar 1,29%.

Untuk apa dana hasil PMTHMETD BINA digunakan?
Dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan modal kerja dalam penyaluran pembiayaan atau kredit.

Siapa calon pemodal dalam PMTHMETD BINA?
Calon pemodal adalah PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi, yang direncanakan mengambil seluruh saham baru.

Poin Penting bagi Investor

  • BINA berencana menerbitkan maksimal 80.000.000 saham baru.
  • Aksi ini setara maksimal 1,30% dari saham disetor penuh perseroan.
  • Nilai nominal saham baru adalah Rp100 per saham.
  • PMTHMETD akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Independen pada 5 Juni 2026.
  • Pelaksanaan direncanakan paling lambat September 2026.
  • Potensi dilusi kepemilikan pemegang saham lama sekitar 1,29%.
  • Dana hasil aksi akan digunakan untuk modal kerja penyaluran kredit.
  • Calon pemodal adalah PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi.
  • Perseroan menyatakan aksi ini tidak mengubah pengendali BINA.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang jasa perbankan. Perseroan berkantor pusat di Gedung Ariobimo Sentral, Jakarta Selatan.

BINA memiliki jaringan kantor yang mencakup 1 kantor pusat, 19 kantor cabang, 31 kantor cabang pembantu, dan 8 kantor fungsional. Jaringan tersebut tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here