PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) melaksanakan transaksi material berupa penjaminan enam unit kapal senilai total Rp148,5 miliar kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) untuk memperoleh fasilitas kredit. Transaksi ini mencakup sekitar 39% dari total ekuitas perseroan, sehingga perusahaan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Juni 2026 untuk memperoleh persetujuan akhir. Penjaminan aset BOAT ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta memperkuat likuiditas operasional perusahaan di sektor transportasi laut.
Rincian Aksi Korporasi Penjaminan Aset BOAT
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) telah menandatangani Surat Persetujuan Fasilitas Kredit (SPFK) No. CMB1/111700//R dengan BNI pada tanggal 28 April 2026. Dalam kesepakatan ini, BOAT bertindak sebagai debitur dan BNI sebagai kreditur independen yang memberikan fasilitas pendanaan.
Objek transaksi terdiri dari enam kapal milik perseroan yang akan diikat dengan hak tanggungan atau hipotik. Rincian nilai penjaminan untuk masing-masing kapal adalah sebagai berikut:
- Kapal AHTS NMS Bravery: Nilai hipotik sebesar Rp50.000.000.000.
- Kapal AHTS NMS Brilliance: Nilai hipotik sebesar Rp50.000.000.000.
- Kapal Crew Boat NMS Accelerate: Nilai hipotik sebesar Rp20.000.000.000.
- Kapal Crew Boat NMS Accomplish: Nilai hipotik sebesar Rp20.000.000.000.
- Kapal Crew Boat NMS Achieve: Nilai hipotik sebesar Rp7.500.000.000.
- Kapal Crew Boat NMS Adventure 1: Nilai hipotik sebesar Rp1.000.000.000.
Penentuan materialitas transaksi ini didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang mencatatkan total ekuitas sebesar USD 23.483.137. Nilai jaminan tersebut mencapai 39% dari ekuitas, yang secara regulasi POJK No. 17/POJK.04/2020 sebenarnya tidak mewajibkan RUPS, namun tetap dilakukan atas permintaan kreditur.
Baca juga: BOAT vs SMDR vs GTSI: Beda Dunia
Jadwal Lengkap RUPSLB BOAT 2026
Berikut adalah jadwal rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait persetujuan transaksi material ini:
| Agenda | Keterangan |
| Tanggal Kejadian Transaksi (SPFK) | 28 April 2026 |
| Tanggal Keterbukaan Informasi | 06 Mei 2026 |
| Pelaksanaan RUPSLB | 12 Juni 2026 |
| Metode Rapat | e-RUPS |
Sumber Informasi: Laporan Informasi atau Fakta Material Penjaminan Aset BOAT
Dampak bagi Investor
Aksi korporasi ini tidak menyebabkan dilusi saham karena bukan merupakan penerbitan saham baru (right issue), melainkan perolehan utang bank. Investor perlu memperhatikan bahwa aset-aset strategis berupa kapal kini berstatus sebagai agunan, yang membatasi pengalihan atau penggunaan aset tersebut sebagai jaminan lain selama fasilitas kredit berjalan.
Meskipun demikian, manajemen menekankan bahwa nilai pengikatan jaminan kali ini lebih kecil dibandingkan dengan pengikatan kepada kreditur sebelumnya. Hal ini memberikan fleksibilitas arus kas (cashflow) yang lebih baik bagi perseroan dalam jangka panjang.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Penjaminan aset BOAT diharapkan memberikan tambahan likuiditas yang signifikan untuk mendukung ekspansi bisnis dan operasional harian. Transaksi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan karena memperluas akses pendanaan.
Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan menurut POJK 42/2020. BNI dipastikan sebagai pihak ketiga independen dalam struktur kesepakatan ini.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah penjaminan aset ini akan mengurangi laba bersih BOAT? Secara langsung tidak, namun beban bunga dari fasilitas kredit yang diperoleh akan tercatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi mendatang.
2. Mengapa BOAT tetap melakukan RUPSLB padahal nilai jaminan di bawah 50% ekuitas? Hal ini merupakan syarat administratif yang diajukan oleh BNI sebagai pihak kreditur untuk memastikan legitimasi hukum dari aset yang dijaminkan.
3. Apa yang terjadi jika BOAT tidak mampu membayar fasilitas kredit tersebut? Sebagai jaminan material, kreditur memiliki hak atas hipotik kapal-kapal yang didaftarkan sebagai agunan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Poin Penting bagi Investor
- Total Nilai Hipotik: Rp148,5 miliar yang terbagi ke dalam enam unit kapal.
- Rasio Materialitas: Sebesar 39% dari total ekuitas perseroan per Desember 2025.
- Tujuan Dana: Modal kerja dan pembiayaan kebutuhan operasional serta ekspansi usaha.
- Status Hukum: Transaksi pihak ketiga independen, bukan transaksi afiliasi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) adalah perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut dalam negeri dan luar negeri, baik untuk penumpang maupun barang khusus. Perusahaan juga menyediakan layanan penyewaan alat transportasi air dan aktivitas penunjang perairan lainnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin