Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Mitrabara Adiperdana Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar USD 252,18 juta, mengalami kenaikan 6,32% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar USD 237,19 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 5,21% menjadi USD 166,24 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta piutang usaha pihak ketiga.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar USD 85,94 juta, naik 39,04%, didorong oleh peningkatan aset tetap dan aset sewa pembiayaan sehubungan dengan pengembangan proyek strategis.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai USD 67,98 juta, naik 33,48% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar USD 33,07 juta, menurun 17,17%, terutama disebabkan oleh penurunan biaya masih harus dibayar meskipun terdapat munculnya utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi USD 34,91 juta, dengan kenaikan 217,34%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan melalui penarikan utang bank baru.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar USD 184,20 juta, turun 1,10% dibandingkan 31 Desember 2024, dipengaruhi oleh penurunan saldo laba setelah pembagian dividen kas sebesar USD 2,77 juta.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan
Selama 12 bulan 2025, pendapatan perusahaan mencapai USD 164,87 juta, turun 24,34% Year-on-Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 217,91 juta. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar komoditas global.

Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 1,55 juta, turun 91,89% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD 19,10 juta. Perubahan ini disebabkan oleh tekanan pada laba bruto dan kenaikan beban keuangan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar USD 0,001, mencerminkan penurunan 93,75% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 5,03x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 4,03x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat meskipun dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 10,90%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 0,83%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,55%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,85%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham entitas induk.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,37x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang masih tergolong rendah.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp1.735 per 17 Maret 2026 dan asumsi kurs Rp16.720/USD, PER tercatat 103,77x, mengindikasikan valuasi premium terhadap kinerja laba tahun 2025.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp2.493, PBV perusahaan berada di level 0,70x, mencerminkan valuasi di bawah nilai buku aset bersihnya.


Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk selama tahun 2025 menunjukkan tantangan pada sisi profitabilitas akibat volatilitas harga komoditas global, meskipun posisi likuiditas tetap terjaga dengan sangat kuat.

Perusahaan sedang dalam masa ekspansi investasi pada aset tetap yang berdampak pada peningkatan liabilitas jangka panjang. Investor perlu memperhatikan tekanan biaya operasional dan efektivitas unit bisnis baru seperti proyek biomassa dan perikanan yang dapat mempengaruhi pemulihan kinerja selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here