PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah menyerahkan dokumen teknis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daunberkapasitas 2×25
megawatt (MW) dan 2×5 MW kepada PT PLN (Persero) pada 6 Maret 2026. Penyerahan dokumen ini merupakan fase krusial untuk memasuki tahapan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement) dan mempercepat operasional komersial di wilayah Bengkulu. Langkah strategis ini diproyeksikan memperkuat portofolio energi bersih perseroan sekaligus mendukung target nasional pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) hingga 76 persen.
Rincian Pengembangan PLTP Bukit Daun PGEO
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) secara resmi melaporkan fakta material terkait kemajuan proyek PLTP Bukit Daun. Proyek ini direncanakan memiliki kapasitas terpasang sebesar berkapasitas 2×25 megawatt (MW) dan 2×5 MW.
Penyerahan dokumen teknis kepada PT PLN (Persero) menjadi landasan bagi proses evaluasi pembelian tenaga listrik. Dokumen tersebut mencakup kajian reservoir, perancangan fasilitas produksi, hingga skema interkoneksi ke sistem kelistrikan regional.
Fase ini menandai kesiapan PGEO untuk melangkah ke tahap konstruksi dan operasi komersial (Commercial Operation Date). Melalui skema total proyek, seluruh hasil produksi listrik akan disalurkan melalui sistem kelistrikan PLN.
Proyek PLTP Bukit Daun berlokasi di dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais. Secara administratif, wilayah ini mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong di Provinsi Bengkulu.
Eksplorasi di area ini telah berlangsung sejak tahun 2017 untuk mengoptimalkan potensi energi dari sistem gunung berapi nonaktif. Karakteristik geologi di wilayah tersebut sangat mendukung pembentukan sumber daya panas bumi yang berkelanjutan.
Jadwal dan Detail Proyek PLTP Bukit Daun
Berikut adalah tabel rincian informasi terkait proyek pengembangan panas bumi di Bukit Daun berdasarkan laporan resmi perusahaan:
| Aspek Informasi | Detail Keterangan |
| Nama Proyek | PLTP Bukit Daun |
| Lokasi | WKP Hululais, Bengkulu |
| Kapasitas Total | 2×25 MW dan 2×5 MW |
| Tanggal Kejadian | 06 Maret 2026 |
| Status Saat Ini | Penyerahan Dokumen Teknis ke PLN |
| Instansi Terkait | PT PLN (Persero) |
| Target Sektoral | RUPTL 2025-2034 (Target EBT 76%) |
Dampak bagi Investor
Penyerahan dokumen teknis ini memberikan kepastian hukum dan operasional bagi keberlanjutan proyek PLTP Bukit Daun. Bagi investor, kepastian tahapan menuju Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) merupakan indikator positif bagi arus kas masa depan perseroan.
Realisasi proyek ini akan menambah kapasitas terpasang PGEO yang saat ini berada di level 727 MW. Peningkatan kapasitas secara organik ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah serta laba bersih perseroan secara berkelanjutan.
Langkah ini juga menegaskan posisi PGEO dalam menjaga dominasi pasar di sektor panas bumi nasional. Investor perlu memperhatikan bahwa percepatan ini sejalan dengan ambisi perusahaan menjadi world leading geothermal producer.
Selain di dalam negeri, perusahaan juga aktif melakukan ekspansi internasional. Sebagai referensi tambahan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ekspansi ke Filipina targetkan pasang teknologi Flow2Max pada Juni 2026 untuk mengoptimalkan sumur panas bumi.
Kondisi Keuangan dan Portofolio Terkait
Saat ini, PGEO mengelola total kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi utama. Perusahaan juga sedang mengembangkan proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
Di wilayah Bengkulu, PGEO secara paralel mengembangkan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 110 MW. Pengembangan PLTP Bukit Daun akan semakin memperkuat integrasi sistem kelistrikan di regional Sumatra.
Secara fundamental, penambahan proyek baru ini tidak mengubah struktur modal perseroan secara mendadak. Namun, keberhasilan integrasi ke sistem PLN akan memberikan dampak material terhadap profil risiko keuangan yang lebih stabil.
Informasi lebih lanjut mengenai keterbukaan informasi ini dapat diakses melalui sumber resmi di Bursa Efek Indonesia.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa tujuan penyerahan dokumen teknis PLTP Bukit Daun ke PLN? Tujuan utamanya adalah memenuhi persyaratan evaluasi teknis dan ekonomi untuk proses pembelian tenaga listrik oleh PLN melalui skema Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
2. Berapa kapasitas daya yang akan dihasilkan oleh PLTP Bukit Daun? Total kapasitas yang direncanakan adalah 60 MW, yang terbagi menjadi dua unit berkapasitas masing-masing 25 MW dan dua unit berkapasitas masing-masing 5 MW.
3. Di mana lokasi spesifik proyek ini berada? Proyek ini terletak di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais, mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
4. Apa dampak proyek ini terhadap target energi nasional? Proyek ini mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 76 persen pada periode 2025-2034 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Poin Penting bagi Investor
- Kapasitas Baru: Tambahan total 60 MW dari PLTP Bukit Daun untuk memperkuat basis pendapatan.
- Sinergi BUMN: Kolaborasi erat dengan PLN melalui skema PJBL untuk kepastian penyerapan listrik.
- Keunggulan Geologis: Pemanfaatan sistem gunung berapi nonaktif di Bengkulu yang kaya akan sumber daya panas bumi.
- Visi Jangka Panjang: Mendukung target EBT nasional dan memperluas portofolio energi bersih global.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sektor hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari grup Pertamina, perusahaan fokus pada pengembangan energi hijau dan berkelanjutan di Indonesia serta mulai merambah pasar internasional untuk memperluas dampak operasionalnya.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!