PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menawarkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp932.415.000.000. Surat utang ini terbagi menjadi dua seri dengan tingkat bunga tetap antara 6,00% hingga 6,25% per tahun dan masa penawaran umum yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Maret 2026. Seluruh dana emisi akan dipergunakan untuk penyaluran pembiayaan baru maupun lama pada kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
Rincian Aksi Korporasi Obligasi Keberlanjutan Bank BJB Tahap II 2026
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BJB dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp2 triliun. Pada Tahap I tahun 2024, Perseroan telah menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp1 triliun.
Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok yang terbagi ke dalam dua seri instrumen investasi. Berikut adalah rincian spesifik dari masing-masing seri obligasi yang ditawarkan kepada investor:
- Seri A: Memiliki jumlah pokok sebesar Rp691.340.000.000 dengan tingkat bunga tetap 6,00% per tahun. Tenor untuk Seri A ditetapkan selama 3 tahun dengan sistem pembayaran pokok secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
- Seri B: Memiliki jumlah pokok sebesar Rp241.075.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun. Tenor untuk Seri B lebih panjang yaitu 5 tahun dengan sistem pembayaran pokok yang sama saat jatuh tempo.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan atau tiga bulan sekali terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 1 Juli 2026 untuk kedua seri tersebut.
Perseroan telah menunjuk lima perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dalam aksi korporasi ini. Mereka adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Aksi korporasi ini didukung dengan peringkat instrumen idAA (Double A) yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tersebut berlaku untuk periode 10 September 2025 hingga 1 September 2026.
Jadwal Lengkap Penawaran Obligasi BJBR
Investor yang tertarik untuk melakukan pemesanan perlu memperhatikan jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh pihak Perseroan dan otoritas pasar modal. Berikut adalah rangkuman jadwal penting terkait emisi Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026:
| Peristiwa | Tanggal |
| Tanggal Efektif | 29 November 2024 |
| Masa Penawaran Umum | 25 – 27 Maret 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 30 Maret 2026 |
| Tanggal Distribusi Secara Elektronik (Tanggal Emisi) | 1 April 2026 |
| Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan | 1 April 2026 |
| Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia | 2 April 2026 |
Minimum pemesanan untuk obligasi ini ditetapkan sebesar Rp5.000.000 atau kelipatannya. Pendaftaran pemesanan harus dilakukan melalui penjamin emisi yang ditunjuk menggunakan formulir resmi yang tersedia.
Dampak bagi Investor
Penerbitan obligasi ini merupakan instrumen utang sehingga tidak memberikan dampak dilusi terhadap kepemilikan saham pemegang saham lama BJBR. Dana hasil penawaran umum akan memperkuat kapasitas likuiditas bank untuk menyalurkan kredit yang berkelanjutan.
Investor pemegang obligasi akan mendapatkan jaminan berupa seluruh harta kekayaan Perseroan, baik barang bergerak maupun tidak bergerak. Hak pemegang obligasi bersifat paripassu tanpa hak preferen dibandingkan dengan kreditur Perseroan lainnya yang tidak dijamin secara khusus.
Dari sisi penggunaan dana, minimal 25% hingga maksimal 50% dialokasikan untuk kategori KUBL, termasuk transportasi ramah lingkungan dan pengelolaan air limbah. Sementara itu, porsi untuk kategori KUBS ditetapkan minimal 50% hingga maksimal 75%, yang mencakup pembiayaan mikro dan perumahan terjangkau.
Risiko utama yang perlu diperhatikan investor adalah risiko gagal bayar dan potensi ketidaklikuidan obligasi pada perdagangan di pasar sekunder. Namun, manajemen risiko yang ketat tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga keberlangsungan modal investasi.
Pelajari lebih lanjut mengenai strategi manajemen risiko saham untuk menjaga keberlangsungan modal investasi untuk referensi tambahan.
Kondisi Keuangan PT Bank BJB (BJBR)
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025 (tidak diaudit), Bank BJB mencatatkan total aset sebesar Rp215,88 triliun. Jumlah ini mengalami sedikit penurunan sebesar 1,85% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp790,67 miliar per September 2025. Hal ini sejalan dengan pendapatan bunga neto yang tercatat sebesar Rp5,50 triliun pada periode sembilan bulan tersebut.
Rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (KPMM) BJBR berada pada level yang kuat sebesar 20,56%. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross berada di angka 2,67%, sementara NPL neto terjaga di level 1,17%.
Informasi lainnya dapat dibaca melalui ulasan kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) kuartal III-2025.
FAQ
Berapa tingkat bunga atau kupon Obligasi Keberlanjutan Bank BJB Tahap II 2026? Tingkat bunga tetap yang ditawarkan adalah 6,00% per tahun untuk Seri A (tenor 3 tahun) dan 6,25% per tahun untuk Seri B (tenor 5 tahun).
Kapan masa penawaran umum obligasi ini berlangsung? Masa penawaran umum dijadwalkan mulai tanggal 25 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026.
Apa tujuan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi ini? Seluruh dana akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang masuk dalam kategori ramah lingkungan (KUBL) dan sosial (KUBS) sesuai regulasi OJK.
Berapa nilai minimum investasi untuk obligasi ini? Investor dapat memesan obligasi ini dengan nilai minimum sebesar Rp5.000.000 atau kelipatannya.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Emisi: Rp932,41 miliar yang terbagi dalam dua seri investasi.
- Kupon Tetap: Penawaran bunga menarik sebesar 6,00% (Seri A) dan 6,25% (Seri B) per tahun.
- Peringkat Kredit: idAA (Double A) dari Pefindo menunjukkan profil risiko yang relatif rendah.
- Sektor Pembiayaan: Dana dialokasikan untuk proyek berkelanjutan seperti transportasi ramah lingkungan dan UMKM.
- Jaminan: Dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan sesuai hukum yang berlaku.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. atau BJBR merupakan perusahaan BUMD dengan bidang usaha perbankan konvensional dan syariah. Bank bjb merupakan salah satu Bank Umum milik Pemerintah Daerah di Indonesia yang memiliki nasabah utama berupa perorangan, karyawan, koperasi, BUMD, dan BUMN.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!