PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) mengumumkan rencana aksi korporasi besar melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue.
Langkah strategis rights issue JGLE ini dilakukan untuk membiayai pengambilalihan kembali kendali atas PT Jungleland Asia (JLA), pengelola taman bermain Jungleland Adventure Theme Park di Sentul, sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan untuk pengembangan proyek residensial di masa depan.
Skema dan Target Dana PMHMETD I
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, JGLE berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.280.033.448 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp10 per saham. Saham tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham, sehingga total dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp414.001.672.400.
Rasio yang ditetapkan adalah setiap pemegang 270 saham lama Seri A yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Maret 2026 berhak atas 99 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Seri B.
Dana hasil rights issue JGLE ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan hampir seluruhnya atau sekitar Rp413,93 miliar untuk mengakuisisi 61,86% saham PT Jungleland Asia yang saat ini dimiliki oleh PT Adiprotek Envirodunia (AE). Sisanya sebesar Rp64,35 juta akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan.
Dampak Keuangan dan Strategis Rights Issue JGLE
Rencana transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilai akuisisi mewakili 38,03% dari total ekuitas perseroan. Salah satu poin krusial dalam aksi korporasi ini adalah keterlibatan PT Adiprotek Envirodunia (AE) sebagai pembeli siaga (standby buyer). Apabila pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya, AE akan mengambil alih sisa saham tersebut melalui mekanisme setoran modal dalam bentuk lain selain uang (inbreng) berupa saham JLA yang dimilikinya.
Secara konsolidasi, pengambilalihan JLA diproyeksikan memberikan dampak positif signifikan terhadap posisi keuangan JGLE. Berdasarkan laporan proforma per 31 Desember 2025, total aset perseroan diperkirakan melonjak dari Rp1,51 triliun menjadi Rp2,58 triliun pasca-transaksi.
Selain itu, perseroan berpotensi mencatatkan laba bersih sebesar Rp524,38 miliar, berbalik dari kondisi rugi bersih Rp46,42 miliar sebelum transaksi. Lonjakan laba ini dipicu oleh pencatatan laba atas pembelian diskon (gain on bargain purchase) sebesar Rp315,6 miliar dan laba pengukuran kembali nilai wajar saham JLA sebesar Rp255,2 miliar.
Dari sisi strategis, kepemilikan 100% atas JLA memungkinkan JGLE untuk menguasai kembali aset tanah seluas 35 hektare di kawasan Sentul yang sangat strategis. Tanah tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi proyek hunian atau residensial mulai tahun 2026. Dengan lokasi yang dekat dengan fasilitas premium seperti AEON Mall dan akses tol, pengembangan ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru yang stabil bagi perseroan di masa depan.
Penyesuaian Kegiatan Usaha dan Jadwal RUPSLB
Selain rights issue, JGLE juga berencana melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Kegiatan usaha utama perseroan akan difokuskan pada aktivitas pengembangan bangunan dan lahan hunian (KBLI 68111), dengan didukung oleh kegiatan penunjang di bidang hotel bintang empat dan taman hiburan.
Untuk mendapatkan restu pemegang saham atas seluruh rencana tersebut, JGLE akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 31 Maret 2026. Recording date untuk pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat tersebut ditetapkan pada 6 Maret 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Tujuan Dana: Dana hasil HMETD digunakan untuk mengambil alih 61,86% saham PT Jungleland Asia (JLA).
- Harga Pelaksanaan: Harga eksekusi saham baru ditetapkan sebesar Rp50 per saham.
- Pembeli Siaga: PT Adiprotek Envirodunia bertindak sebagai standby buyer melalui mekanisme inbreng saham JLA.
- Potensi Keuntungan: Transaksi ini diproyeksikan menghasilkan keuntungan total sebesar Rp570,8 miliar dari aspek akuntansi (bargain purchase dan pengukuran nilai wajar).
- Ekspansi Properti: Konsolidasi JLA memberikan akses penguasaan tanah 35 Ha di Sentul untuk pengembangan proyek perumahan mulai 2026.
- Jadwal Penting: RUPSLB dijadwalkan pada 31 Maret 2026
Profil Singkat Perusahaan
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk didirikan dengan nama PT Aliyah Pancahafat pada tanggal 15 Juni 1988, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan taman rekreasi di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah Pembangunan dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi serta pembangunan dan perdagangan real estate.
Sumber utama: Keterbukaan Informasi JGLE
Baca juga: Kinerja Keuangan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) Tahun 2025
Baca juga: Mengenal Berbagai Strategi Aksi Korporasi Emiten di Bursa Efek Indonesia
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!