Pada tahun 2025, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk mencatatkan kinerja yang mencerminkan fase investasi strategis di tengah koreksi pendapatan operasional. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca yang didominasi oleh ekspansi aset, profitabilitas yang mengalami penyesuaian, serta rasio keuangan dan valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp1.534.439.147.441, mengalami kenaikan 27,91% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp1.199.584.807.078.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 7,75% menjadi Rp345.929.768.352, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada cash and cash equivalent yang menurun seiring penggunaan dana untuk aktivitas investasi.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp1.188.509.379.089, naik 44,13%, didorong oleh penambahan armada kapal yang signifikan sebagaimana tercermin dalam akun aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp695.580.682.701, naik 59,12% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp232.087.631.084, meningkat 14,34%, terutama disebabkan oleh kenaikan bagian pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp463.493.051.617, dengan kenaikan 97,95%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang guna membiayai belanja modal (capex) armada.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp838.858.464.740, naik 10,02% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba ditahan meskipun terdapat pembagian dividen.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp880.577.917.948, turun 13,51% Year on Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.018.111.562.653. Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika pasar kargo dan tarif pengangkutan komoditas.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp87.134.579.317, turun 27,97% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp120.968.356.094. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan top-line serta kenaikan beban bunga akibat peningkatan utang bank.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp33,18, mencerminkan penurunan dari Rp46,06 pada tahun sebelumnya, sejalan dengan koreksi laba bersih perusahaan.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,49x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang masih memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,44x, mengindikasikan likuiditas yang cukup ketat namun aman dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 24,61%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan meskipun pendapatan terkoreksi.
- Margin Laba Bersih: 9,89%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak yang sedikit tertekan dibandingkan tahun sebelumnya.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 5,68%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang sedang dalam fase ekspansi untuk menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 10,39%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang masih berada di level double digit.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,83x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang mengalami peningkatan leverage namun masih dalam batas wajar untuk industri pelayaran.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp218 per 12 Februari 2026, PER tercatat 6,57x, mengindikasikan valuasi yang relatif undervalued atau diskon dibandingkan rata-rata historisnya.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (Book Value Per Share) sebesar Rp319,41, PBV perusahaan berada di level 0,68x, mencerminkan harga pasar saat ini berada di bawah nilai buku ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk selama tahun 2025 menunjukkan tantangan pada pertumbuhan pendapatan, namun memperlihatkan agresivitas dalam pengembangan aset melalui penambahan armada. Pertumbuhan aset yang signifikan diharapkan menjadi katalis pendapatan di masa depan. Meskipun margin laba terkoreksi dan leverage meningkat, valuasi PBV di bawah 1 kali dan ROE yang terjaga di atas 10% memberikan sinyal fundamental yang cukup stabil bagi investor jangka panjang. Investor perlu memperhatikan efektivitas utilisasi armada baru dan pergerakan harga komoditas batubara yang menjadi pendorong utama permintaan jasa angkutan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!